Khamis, 9 Februari 2012

KOMPAS.com - Nasional

KOMPAS.com - Nasional


Perlu Gerakan Bersama Berdayakan Perempuan

Posted: 09 Feb 2012 06:54 AM PST

Perlu Gerakan Bersama Berdayakan Perempuan

Elok Dyah Messwati | Marcus Suprihadi | Kamis, 9 Februari 2012 | 21:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Karena kurangnya keterwakilan perempuan di DPR, perlu digalang sebuah gerakan bersama pemberdayaan dan penyamaan persepsi kader perempuan lintas partai politik, khususnya dalam upaya memantapkan perjuangan perempuan menghadapi pemilihan umum, pemilihan presiden dan pemilihan kepala daerah.

"Jumlah penduduk perempuan Indonesia lebih banyak, yaitu sekitar 50,88 persen sedangkan jumlah penduduk laki-laki hanya sekitar 49,12 persen," kata Sekretaris Jenderal Kaukus Perempuan Politik Indonesia Ratu Dian Hatifah di Jakarta, Kamis (9/2/2912).

Populasi penduduk perempuan yang lebih besar sebenarnya merupakan asset dan sumberdaya politik yang seharusnya dapat menopang posisi perempuan dalam proses politik formal di Indonesia. Realitas politik saat ini malah sebaliknya, jumlah populasi perempuan lebih besar daripada laki-laki, namun institusi perpolitikan masih sangat maskulin, tidak otomatis memiliki sensitive gender.

Kenyataannya, sampai saat ini perempuan masih merupakan kelompok marjinal yang secara historis selalu disisihkan dalam dunia politik dan pada proses-proses pengambilan keputusan publik.

Di sisi lain tingkat pengetahuan perempuan tentang politik sangat berkaitan erat dengan kesadaran politik perempuan, termasuk kesadaran untuk memilih partai yang peduli terhadap kepentingan perempuan maupun wakilnya yang perempuan di DPR maupun DPRD.

Tim Cincin Api Susuri Sesar Sumatera

Posted: 09 Feb 2012 06:21 AM PST

Ekspedisi Cincin Api

Tim Cincin Api Susuri Sesar Sumatera

Budiman Tanuredjo | Marcus Suprihadi | Kamis, 9 Februari 2012 | 20:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tim Ekspedisi Cincin Api, Kamis (9/2/2012), meneruskan perjalanan jurnalistik mereka untuk menyusuri pantai barat Sumatera. Tim berangkat dari Kantor Kompas, Jalan Palmerah Selatan, untuk menuju Liwa di Lampung.

Perjalanan Tim Ekspedisi Cincin Api untuk menuliskan soal Sesar Sumatera ini adalah perjalanan terpanjang selama ekspedisi. Tim yang dipimpin Ahmad Arif akan menempuh perjalanan selama 30 hari.

Tim Ekspedisi terdiri dari wartawan dan peneliti harian Kompas, wartawan Kompas.com dan wartawan Kompas TV.

Liputan mengenai Ekspedisi Cincin Api adalah liputan selama satu tahun penuh untuk menuliskan berbagai hal soal kegunungapian di Indonesia. Konten dari Ekspedisi Cincin Api itu bisa dibaca dan disaksikan dalam berbagai platform seperti Kompas cetak, Kompas.com, dan Kompas TV, serta bisa diunduh di AppStore dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Liputan Ekspedisi Cincin Api pertama adalah liputan mengenai Tambora Mengguncang Dunia (September 2011), Toba Mengubah Dunia (Oktober 2011), Krakatau Menyingkap Rahasia Kehidupan (November 2011), Agung-Rinjani Hidup Mati di Gunung Api (Desember 2011), dan Kelud Revolusi Gunung Api (Januari 2012). Adapun pada Sabtu 18 Februari 2012 akan diturunkan liputan bertajuk Orang-orang Kuat dari Kerajaan Gunung Api.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan