Jumaat, 20 Januari 2012

Sindikasi international.okezone.com

Sindikasi international.okezone.com


Pencuri "Bokong" Saddam Hussein Ditangkap

Posted: 20 Jan 2012 06:08 AM PST

LONDON- Seorang pria berusia 66 tahun yang juga mantan anggota pasukan khusus Inggris (SAS), ditangkap atas kesalahan aneh. Dirinya dianggap bersalah karena memiliki bokong dari Saddam Hussein.


Bokong ini bukan dalam arti sebenarnya. Melainkan pria tersebut menyimpan bagian bokong dari patung Saddam Hussein yang diruntuhkan saat invasi Amerika Serikat (AS) ke Irak 2003 silam.


Nigel "Spud" Ely, harus mendekam di penjara setelah kedapatan memiliki benda bersejarah bagi rakyat Irak ini. Ely dianggap membawa potongan dari patung Saddam Hussein tersebut secara ilegal dari Irak ke Inggris.


Ely merasa terkejut dengan penangkapannya tersebut. Awalnya dia mengira penangkapannya ini terkait dari upaya sebuah perusahaan untuk mencari pembeli cinderamata. Ely memang membawa potongan bokong Saddam Hussein itu untuk dilelang.


"Ini seperti memiliki sebongkah tembok Berlin. Ini bagian dari sejarah bukan sebuah properti kebudayaan," jelas Ely seperti dikutip Telegraph, Jumat (20/1/2012).


Ketika ditanya dari mana bongkahan patung tembaga itu berasal, Ely mengaku mendapatkan potongan tubuh patung Saddam tersebut pada saat dirinya menghampiri Lapangan Firdaus. Saat itu para pasukan marinir Amerika Serikat (AS) sedang membangun barikade untuk mengamankan wilayah itu. 


Pasukan marinir pun mengizinkan Ely memasuki wilayah yang dibarikade olehnya dan memberikan Ely potongan patung ini. 

(faj) Full content generated by Get Full RSS.

Korut Hormati Kim Jong-Un dengan Tes Nuklir

Posted: 20 Jan 2012 05:19 AM PST

PYONGYANG - Popularitas Kim Jong-Un sebagai pemimpin baru Korea Utara sepertinya makin kental. Mereka bahkan menghormati kepemimpinan Jong-Un dengan mengklaim uji coba nuklir.


Lewat website resmi milik Pemerintah Korut, Uriminzokkiri, pejabat Korut mengakui bahwa Kim Jong-Un menakuti musuh negara dengan memerintahkan tes nuklir di masa lalu. Memang pada 2006 dan 2009 lalu, Korut sempat melakukan uji coba nuklir. Demikian diberitakan Associated Press, Jumat (20/1/2012).


Tetapi website tersebut tidak menjelaskan secara spesifik tes yang dilakukan oleh Kim Jong-Un. Putra bungsu Kim Jong-Il itu, seperti diketahui mengambil alih kekuasaannya ayahnya, pada pertengahan Desember lalu. Setelah Kim Jong-Il wafat akibat serangan jantung yang dideritanya.


Usia Jong-Un yang dianggap terlalu muda mengundang pertanyaan besar dari negara Barat, mengenai kesiapannya memimpin sebuah negara besar. Namun pihak Korut dengan tegas menyebutkan bahwa Jong-Un selama ini lebih banyak bergerak di balik layar dan bekerja sama dengan ayahnya saat masih hidup.


Tetapi hal berbeda diutarakan oleh putra sulung Kim Jong-Il yaitu Kim Jong-Nam. Dirinya mengatakan, reformasi sangat dibutuhkan di Korut guna menghindari runtuhnya Negara Komunis itu.


Selain itu, Jong-Nam juga menganggap Kim Jong-Un hanya dijadikan simbol kepemimpinan di negaranya. Dirinya pun mempertanyakan, bagaimana Jong-Un yang hanya dilatih dua tahun sebagai seorang pemimpin, akan diberikan kekuasaan absolut. 


Menurutnya, beberapa elit politiklah yang akan meneruskan kekuasaan ayahnya dengan menggunakan Jong-Un sebagai simbol Pemimpin Korut.


Selama ini Jong-Un disebut mendapatkan dukungan dari para petinggi negara di Korut. Mereka bahkan bersumpah untuk mendukung pria yang sempat mengenyam pendidikan di Swiss itu. 

(faj) Full content generated by Get Full RSS.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan