Isnin, 8 Ogos 2011

Sindikasi international.okezone.com

Sindikasi international.okezone.com


Pemerintah Myanmar Telantarkan Pengungsi Kachin

Posted: 08 Aug 2011 06:03 AM PDT

NAYPYIDAW - Bantuan yang bukan berasal dari Pemerintah Myanmar disalurkan kepada para pengungsi ke Kota Myitkyina. Sementara itu para relawan internasional juga terpaksa bekerja secara terselubung demi membantu para pengungsi.

"Kami tidak pernah mendengar ada bantuan yang disalurkan oleh Pemerintah Myanmar," ujar juru bicara dari Asosiasi Wanita Kachin Shirley Seng, seperti diberitakan DVB, Senin (8/8/2011).

Para pengungsi tiba di wilayah yang didominasi etnis Kachin sebagaimana perang antara pasukan Myanmar dan Pasukan Pembebasan Kachin (KIA) masih berlangsung.
Pejabat di Myitkyina juga menyatakan bahwa Pemerintah Myanmar hingga kini belum menjumpai para pengungsi.

Banyak dari pengungsi tinggal di gereja, dan mendirikan gubuk sementara. Beberapa di antara mereka tinggal di rumah saudaranya yang berada di wilayah pengungsian.

Dikabarkan pula, para kelompok LSM tidak diperbolehkan untuk membantu pengungsi oleh Pemerintah Myanmar, hal inilah yang membuat para relawan internasional bekerja secara terselubung di negara tersebut.

Nasib para warga etnis Kachin memang sangat mengkhawatirkan. Banyak para wanita yang diperkosa oleh militer Myanmar saat militer melakukan penyerbuan terhadap KIA.

KIA memang menjadi pemberontak terkuat di Myanmar. KIA memiliki ribuan pasukan yang siap untuk bertempur. Sebelumnya, sudah sempat ada upaya gencatan senjata antara KIA dan Myanmar, meski demikian gencatan senjata ini tidak membuahkan hasil yang baik dan peperangan pun berlanjut.(rhs)

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by Used Car Search.

23 Tahun Demonstrasi Rakyat Myanmar Diperingati

Posted: 08 Aug 2011 03:37 AM PDT

JAKARTA - Puluhan massa dari Solidaritas Indonesia for ASEAN People, Kontras dan ASEAN Inter-Parliamentary Myanmar Caucus (AIPMC) melakukan aksi unjuk rasa bersama  di depan kantor sekretariat ASEAN di Jakarta hari ini.


Unjuk rasa ini dilakukan dalam rangka peringatan 23 tahun demonstrasi rakyat pada 8 Agustus 1988 (8888) yang mengakibatkan terjadinya pembunuhan dan penahanan di Myanmar.


Dalam aksinya mereka menolak permintaan Myanmar untuk menjadi ketua ASEAN di tahun 2014 dan mendukung dibentuknya komisi penyelidikan oleh PBB atas situasi hak asasi di Burma.


"Pada hari yang sama dengan terjadinya demonstrasi rakyat ini, sepatutnya ASEAN menjadikannya pelajaran dan membangun komitmen bahwa tidak ada toleransi bagi terjadinya peristiwa serupa di kemudian hari di kawasan ASEAN," Ujar Dedi Ahmad dari Solidaritas Indonesia for ASEAN People di depan Gedung Sekretariat ASEAN, Jakarta, Senin (8/8/2011).


Dedi menjelaskan, pada 23 lalu telah terjadi demonstrasi rakyat Burma pada tanggal 8 Agustus 1988 (8888) untuk menggulingkan pemerintahan Ne Win. Segera setelah itu, militer secara brutal memberantas gerakan tersebut.


"Sekitar 10 ribu orang telah dibunuh, hilang dan ribuan lainnya ditahan hingga kini. Beberapa diantaranya mati secara misterius dalam penjara dan ribuan lainnya melarikan diri ke luar negeri tanpa status," ungkap Dedi.

"Sejak itulah tidak ada lagi kebebasan berekspresi. Oposisi dibungkam dan tokohnya Aung San Suu Kyi ditahan dirumahnya sendiri meski telah memenangkan pemilu pada 1990," lanjutnya.


Dalam aksi bersama ini, mereka menganggap bahwa sepanjang 23 tahun berlalu ASEAN tetap menganggap bahwa itu adalah masalah domestik Myanmar dan ASEAN menutup mata atas krisi kemanusiaan di perbatasan.


"Kami mendesak menugaskan komisi HAM ASEAN (AICHR) untuk merespon situasi hak asasi manusia di Burma secara independen sebagaimana diatur dalam prinsip-prinsip Paris," Tegasnya.  

(faj) Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by Used Car Search.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan