Rabu, 19 Jun 2013

KOMPAS.com - Nasional

KOMPAS.com - Nasional


Ical Bantah Ada "Deal" Lumpur Lapindo

Posted: 19 Jun 2013 05:38 PM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com — Berbagai pihak mengaitkan dukungan Partai Golkar terhadap rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dengan keputusan pemerintah yang menganggarkan dana untuk penanganan lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur. Bagaimana tanggapan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie alias Ical?

Ical membantah ada deal tertentu, khususnya terkait lumpur Lapindo dalam pembahasan APBN Perubahan 2013. "Enggak ada. Golkar mendukung (APBN-P 2013) untuk kepentingan rakyat," kata Ical di Jakarta, Rabu (19/6/2013) malam.

Ical mengatakan, tidak mungkin anggaran untuk penanganan lumpur Lapindo dalam APBN-P 2013 ada tanpa persetujuan DPR. Jadi, kata Ical, anggota DPR pasti tahu soal anggaran tersebut. Dalam APBN-P 2013 pemerintah mengalokasikan dana penanggulangan lumpur Lapindo sebesar Rp 155 miliar.

Ical menganggap wajar adanya anggaran tersebut. Pasalnya, Lapindo hanya bertanggung jawab pada penggantian tanah dan bangunan milik warga yang berada di peta terdampak. "Di luar peta terdampak pasti tanggung jawab pemerintah," pungkas Ical.

Editor : Palupi Annisa Auliani

Presiden: Tidak Ada Capres bak Superman

Posted: 19 Jun 2013 05:32 PM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali mengingatkan rakyat Indonesia untuk menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2014, khususnya pada pemilu presiden dan wakil presiden. Menurut SBY, tidak ada calon presiden yang sempurna.

"Jangan jadi golput. Tentunya tidak ada capres yang tidak punya kelebihan dan kekurangan. Kalau rakyat ingin capres seperti Superman, pasti tidak pernah ada. Maka pilihlah nanti siapa yang paling tepat," kata Presiden saat berbicara di HUT harian Rakyat Merdeka, Jakarta, Rabu (19/6/2013) malam.

Presiden juga mengingatkan media massa untuk memberi ruang yang lebih luas kepada para capres untuk memperkenalkan diri, menyampaikan visi dan misi, hingga menyampaikan solusi mengatasi ratusan atau mungkin ribuan masalah di Indonesia.

Kepada para bakal capres, Presiden mengingatkan bahwa rakyat akan menyimak dan mengingat janji-janji selama kampanye. Rakyat akan menilai mana janji yang realistis dan mana yang tidak.

Presiden juga menyampaikan sejumlah pekerjaan rumah besar untuk diselesaikan presiden selanjutnya. Di bidang ekonomi, menurut SBY, pemerintah dibantu semua pihak wajib menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah masih resesinya ekonomi dunia.

Di dunia politik, Presiden berharap demokrasi semakin matang dan berkualitas. Ia berharap pemilu 2014 berjalan baik meskipun situasi politik akan menghangat, bahkan keras.

Di bidang sosial, Presiden ingin agar masyarakat semakin rukun, bersatu, dan penuh toleransi. Presiden mengaku prihatin terhadap toleransi yang tidak berjalan seperti diharapkan. Masyarakat belum siap hidup majemuk dan saling menghormati.

Editor : Palupi Annisa Auliani

Tiada ulasan:

Catat Komen