Isnin, 15 April 2013

Sindikasi welcomepage.okezone.com

Sindikasi welcomepage.okezone.com


Wabah Cacar Air Landa Inggris

Posted: 15 Apr 2013 01:05 AM PDT

SWANSEA – Wabah cacar air kini sedang melanda beberapa wilayah di Inggris. Petugas kesehatan memperkirakan jumlah penderita telah mencapai setidaknya 1.400 orang.
 
"Saat ini belum ada penderita yang meninggal dunia. Namun kami khawatir korban jiwa akan jatuh dalam waktu dekat," ujar petugas kesehatan di Kota Swansea, Meirion Evans, seperti dikutip Sky News, Senin (15/4/2013).
 
Ribuan warga saat ini berbondong-bondong pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan vaksin cacar. Penyakit cacar air memang dapat menyerang warga dari berbagai kalangan usia, baik anak-anak maupun dewasa.
 
Wabah cacar air pernah menjadi momok bagi Inggris. Seteidaknya setengah juta anak-anak di Inggris diserang cacar air setiap tahunnya sebelum vaksin cacar ditemukan pada 1988 silam.
 
Namun pada perkembangannya, banyak warga Inggris yang enggan menerima vaksin cacar. Sikap itu muncul karena adanya laporan yang menyebut vaksin cacar dapat memicu autisme.
 
"Cacar air adalah wabah yang mengerikan. Kita harus memastikan setiap warga menerima vaksin cacar," ujar ahli kesehatan Inggris Dokter Sara Hayes.

Berita Selengkapnya Klik di Sini

(ade)

Gawat, Teroris Bisa Gunakan Android untuk Bajak Pesawat!

Posted: 15 Apr 2013 01:05 AM PDT

CALIFORNIA - Sistem operasi Android memiliki kemudahaan dalam hal pengembangan karena sifatnya yang terbuka. Terkini, pakar keamanan mengungkapkan bahwa smartphone berbasis Robot Hijau bisa digunakan teroris untuk menjebol sistem kontrol pesawat terbang. 

Pilot dan konsultan keamanan, Hugo Teso mengungkapkan hal tersebut di konferensi Hack tahun ini, ia menghabiskan waktu tiga tahun terakhir untuk mengembangkan aplikasi yang dapat meretas sistem kontrol pesawat. 

Teso mendemokan bagaimana aplikasi Android bernama PlanePloit dapat digunakan untuk membobol sistem keamanan dan memungkinkan peretas untuk mengontrol kecepatan, ketinggian, dan arah pesawat. 

"Anda dapat menggunakan ini untuk memodifikasi hal-hal yang terkait dengan navigasi pesawat. Termasuk hal-hal buruk lainnya," ucapnya seperti dikutip dari Forbes, Senin (15/4/2013). 


PlaneSploit dirancang bekerja dalam lingkungan virtual, namun pembuatnya telah melakukan perubahan agar bekerja pada pesawat terbang sungguhan. 

Meski perusahaan keamanan penerbangan menyangsikan klaim dari Teso. Federal Aviation Administration (FAA) mengklaim bahwa teknologi yang dipaparkan "tidak menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan penerbangan".

"FAA peduli terkait isu kemanan temuan konsultan asal Jerman dengan Honeywell ZN-200 Flight Management System (FMS)," kata FAA. 

"Seperti klaim Teso, teknik yang dijelaskan tidak bisa mengendalikan sistem autopilot menggunakan FMS. Karenanya, peretas tidak dapat emperoleh 'kontrol penuh dari sebuah pesawat'."

(fmh)

Tiada ulasan:

Catat Ulasan