Jumaat, 5 April 2013

Republika Online

Republika Online


Ini Cikal Bakal Lahirnya Premanisme

Posted: 05 Apr 2013 11:22 PM PDT

Sabtu, 06 April 2013, 13:22 WIB

Wahyu Syahputra

Polda Metro Jaya ciduk sejumlah preman di Jakarta,Jumat (5/4).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tingkat kepercayaan masyarakat Indonesia dinilai turun terhadap negaranya. Banyaknya kasus membuktikan wibawa negara sudah turun, masyarakat lebih memilih menyelesaikannya sendiri.

"Ini cikal bakal premanisme. Tidak percaya terhadap negara, mereka gunakan street justice," kata Sosiolog Universitas Indonesia, DR Ricardi Adnan, ketika dihubungi ROL, Sabtu (6/4).

Ricardi mengatakan, kepercayaan masyarakat terhadap negara dan aperatur negara pascareformasi menurun tajam. Ekstrimnya, terhadap sesama masyarakat pun tingkat kepercayaan menurun

Menurut Ricardi, ini hasil dari ketidaktegasan negara dalam persoalan hukum dan memberikan rasa aman terhadap warganya. "Seperti persoalan hukum ketika maling kecil dihukum berat dan maling besar bebas berkeliaran dan mendapat fasilitas," kata Ricardi menyindir.

Reporter : Wahyu Syahputra
Redaktur : Karta Raharja Ucu

Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam keadaan beriman. Tidak ada pencuri ketika mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman.(HR Muslim)

  Isi Komentar Anda

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Jokowi Canangkan Jakarta Ramah Autisme

Posted: 05 Apr 2013 11:15 PM PDT

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mencanangkan Jakarta Ramah Autisme. Jokowi berkata untuk menuju kota ramah anak, harus dimulai dengan memberi perhatian anak dari hal terkecil.

Dalam rangka Hari Autisme Dunia yang jatuh, Selasa (2/4), Masyarakat Peduli Autis Indonesia (MPATI) menyelenggarakan kegiatan untuk mensosialisasikan upaya mendidik anak autis melalui video. Selain itu, acara tersebut juga sebagai salah satu langkah untuk Jakarta menuju kota ramah anak.

"Dimulai dari hal seperti ini, dengan Jakarta ramah autisme," kata Jokowi di Soehana Hall, Kawasan SCBD, Sabtu (6/4).

Jokowi mengaku belum banyak mengetahui mengenai anak autisme. Karenanya, ia berharap dapat mengetahui sebanyak-banyaknya masalah itu. "Kami ingin tahu dan dapat memberikan fasilitas untuk anak autis,"
ujar pria asal Solo itu.

Fasilitas ramah anak autisme dapat disediakan di sekolah, taman termasuk ruang terbuka hijau dan lingkungan sekitar seperti mall. Jokowi juga menginginkan agar dengan pencanangan kota ramah autisme, Jakarta dapat menjadi contoh bagi daerah lain.

Selain itu, Pemprov DKI juga telah menunjukkan perhatiannya melalui kampanye brosur, surat simpati dan video. Sehingga bagi orang tua yang memiliki anak autisme dapat terbantu dalam menangani anak autisme. "Mall nantinya akan menyiarkan video untuk anak autisme sehingga aman untuk anak-anak seperti mereka,"
ujarnya.

Ketua Umum MPATI Gayatri Pamoedji mengapresiasi tindakan Jokowi yang mau memberikan peerhatian untuk anak autisme. Selama ini, ia telah menemui tiga gubernur sebelumnya, dan baru Jokowi yang merespons hal ini. "Jokowi telah mengambil langkah kongkrit untuk mendukung anak autisme," ujarnya.

Pencanangan Jakarta Ramah Autisme ditandai dengan penyiaran video penanganan anak autisme yang akan disebarkan dan membunyikan angklung.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan