Isnin, 18 Mac 2013

Republika Online

Republika Online


Kerja Malam Naikkan Risiko Kanker Rahim?

Posted: 18 Mar 2013 07:21 PM PDT

Selasa, 19 Maret 2013, 09:21 WIB

corbis.com

Sel kanker serviks( HeLa cell)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Perempuan yang bekerja malam hari akan meningkatkan risiko terkena kankir rahim, demikian satu penelitian yang dirilis 13 Maret lalu di jurnal Occupational and Environmental Medicine seperti dikutip Health.com.

Peneletian menyasar lebih dari 1.100 perempuan yang umumnya menderita jenis kanker rahim yang sama dan terhadap 1.800 perempuan tanpa kanker rahim.

Perempuan-perempuan ini berusia 35 sampai 74 tahun dan bekerja di bidang kesehatan, rumah makan, dan pegawai administrasi.

Hampir 27 persen perempuan penderita kanker invasif ternyata bekerja malam,32 persen dalam batas terkena kanker, dan sekitar 22 persen tanpa kanker.

Menurut penelitian ini, bekerja malam bertalian dengan meningkatnya risiko kanker akut sampai 24 persen
 dan meningkatnya risiko kanker tingkat dini sampai 49 persen.

Perempuan berusia 50 tahun adalah yang paling rentan terkena kanker rahim ketika mereka bekerja malam, kata Parveen Bhatti, kepala penelitian ini yang juga dari Pusat Riset Kanker Fred Hutchinson di Seattle.

Para peneliti menyimpulkan bahwa meningkatnya risiko kanker pada perempuan yang bekerja malam hari bisa berkaitan dengan hormon melatonin yang mengatur hormon reproduksi, terutama estrogen. Melatonin normalnya diproduksi malam hari.

Penelitian sebelumnya menyimpulkan bahwa bekerja malam bisa menaikkan risiko kanker payudara, demikian health.com.

Redaktur : Taufik Rachman
Sumber : antara

Harta itu lezat dan manis, siapa yang menerimanya dengan hati bersih, ia akan mendapat berkah dari hartanya tersebut(HR Muslim)

  Isi Komentar Anda

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Konsumsi Ini, Niscaya Anda Sehat Hingga 73 Tahun

Posted: 18 Mar 2013 12:42 PM PDT

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Dewan Penasihat Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Profesor dokter Zubairi Djoerban mengatakan mengonsumsi sayur dan buah tiga kali sehari terbukti bisa membuat hidup sehat hingga usia 73 tahun.

"Selain buah dan sayur, bila ingin hidup sehat hingga usia 73 tahun juga harus berolahraga 30 menit sehari, berhenti mengonsumsi rokok dan alkohol serta memiliki keluarga dan teman untuk mencurahkan isi hati," kata Zubairi Djoerban di Jakarta, Senin.

Lima hal itu, kata Zubairi, sudah terbukti melalui penelitian di Amerika Serikat. Oleh karena itu, dia menyatakan mendukung produk-produk herbal, yaitu sayur dan buah-buahan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan.

"Saya selalu menyarankan pasien-pasien saya dengan lima tips itu. Saya mendukung produk herbal untuk mencegah penyakit. Namun, kalau untuk mengobati penyakit, nanti dulu," tuturnya.

Dia juga tidak keberatan bila pasiennya mengonsumsi jamu tradisional, seperti beras kencur, cabe puyang, madu, daun pepaya, dan daun singkong. Menurut dia, jamu-jamu tradisional warisan nenek moyang sudah terbukti bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan dan mencegah penyakit.

"Kalau untuk sayur dan buah, 1.000 persen saya mendukung. Jamu yang sudah terbukti ratusan tahun bermanfaat untuk menjaga kesehatan saya juga setuju," katanya.

Adapun penggunaan produk herbal dalam pengobatan, Zubairi mengatakan masih perlu penelitian dan uji klinis serta kesepakatan di kalangan dokter. Bila produk herbal sudah terbukti melalui penelitian dan uji klinis, menurut dia, masyarakat kedokteran pasti tidak akan keberatan menerima obat herbal.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan