Jumaat, 7 Disember 2012

Sindikasi international.okezone.com

Sindikasi international.okezone.com


400 Pasukan AS & Belanda Penuhi Perbatasan Suriah

Posted: 07 Dec 2012 05:01 AM PST

DAMASKUS - Sekira 400 pasukan Amerika Serikat (AS) dan Belanda yang tergabung dalam North Atlantic Treaty Organization (NATO) sudah berada di perbatasan Turki dan Suriah. Mereka mulai mempersiapkan diri untuk menempatkan Misil Patriot.

Para pasukan itu mulai memenuhi perbatasan usai NATO menyetujui pengerahan Misil Patriot MIM-104 ke Turki. Misil itu merupakan senjata yang diminta Turki yang mulai terancam dengan aktivitas militer Suriah.

"Tidak ada yang tahu apa yang akan dilakukan rezim itu (Suriah) dan inilah yang membuat kami melakukan hal ini," ujar Menteri Luar Negeri Jerman Guido Westerwelle, seperti dikutip UPI, Jumat (7/12/2012).

Selain mempersiapkan diri untuk pengerahan misil itu, para pasukan juga mulai khawatir dengan senjata kimia Suriah. Sejauh ini, Suriah diklaim sebagai negara yang memiliki banyak senjata kimia seperti halnya gas mustard, gas syaraf, dan sianida.

Suriah langsung mengecam sikap NATO, AS dan pernyataan dari Westerwelle. Suriah menegaskan kembali bahwa mereka tidak akan pernah menggunakan senjata kimia untuk warganya sendiri.

"Suriah menegaskan sekali lagi untuk yang ke-10 dan 100 kalinya, bila kami memiliki senjata itu, kami tidak akan menggunakannya kepada warga kami. Kami tidak akan mencoba untuk bunuh diri," ujar Deputi Menteri Luar Negeri Suriah Faisal Miqdad.

Miqdad mengklaim, AS dan oposisi Suriah melakukan konspirasi dengan menciptakan opini bahwa Presiden Bashar al-Assad menggunakan senjata kimia. Konspirasi itu ditujukan agar intervensi militer ke Suriah disetujui.(AUL)

AS Tidak Ingin Israel Bangun Pemukiman

Posted: 07 Dec 2012 04:14 AM PST

RAMALLAH – Pemimpin Yordania Raja Abdullah II, mengunjungi wilayah Tepi Barat untuk menemui Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Kunjungan tersebut dilakukan di tengah-tengah kontroversi pembangunan pemukiman yang dilakukan Israel di wilayah Palestina itu.

Pejabat Palestina yang tidak mau disebutkan namanya menyatakan, dalam kunjungannya tersebut, Raja Abdullah sempat menyampaikan pesan dari Amerika Serikat (AS) kepada Abbas. Pesan tersebut meyakinkan Abbas bahwa AS tidak akan membiarkan Israel melaksanakan rencana pembangunan pemukiman yang kontroversial itu.

AS berjanji akan menekan Israel untuk membatalkan rencananya. Tetapi AS menginginkan Palestina tidak berpartisipasi di organisasi-organisasi yang dibawahi oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Demikian diberitakan Xinhua, Jumat (7/12/2012).

November lalu Palestina berhasil mendapatkan status negara peninjau non-anggota di PBB. Keberhasilan Palestina itulah yang memicu Israel untuk membalas dengan merencanakan pembangunan pemukiman di wilayah Tepi Barat.

AS juga berjanji mereka tidak akan memberikan sanksi terhadap Palestina. Sebelumnya AS mengancam akan menghentikan aliran dananya ke Palestina apabila mereka terus melanjutkan niatnya mendapat status keanggotaan di PBB.

Raja Abdullah juga meminta Abbas untuk memikirkan berbagai cara agar proses perundingan damai Palestina dengan Israel dapat kembali dilanjutkan. Perundingan damai antara kedua pihak yang bertikai itu telah terhenti sejak 2010 lalu.

Salah satu isu yang mengganjal perundingan damai di antaranya, tindakan Israel yang sering mambangun pemukiman di wilayah Tepi Barat. Padahal wilayah itu disiapkan sebagai daerah yang akan masuk dalam kedaulatan wilayah Palestina merdeka.(faj)

Tiada ulasan:

Catat Ulasan