Khamis, 31 Mei 2012

Republika Online

Republika Online


Kunjungan Wisman di Jakarta Menurun

Posted: 31 May 2012 11:09 PM PDT

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Jakarta menurun. Kunjungan bulan April 2012 menurun sebesar 2,66 persen dibanding Maret 2012.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta menunjukkan jumlah kunjungan wisman pada April tercatat sebanyak 167.553. Sedangkan kunjungan pada bulan sebelumnya mencapai 172.126 kunjungan.

Penurunan kunjungan ini, kata Dodi Rudyanto, Kepala Bidang Statistik Distribusi, searah dengan kunjungan wisman ke Indonesia yang juga menurun. Tercatat sebesar 4,93 persen penurunan kunjungan wisman ke Indonesia pada April 2012. "Ini merupakan penurunan kunjungan wisman yang keempat kali selama empat tahun terakhir, " ujarnya, Jumat (1/6).

Namun, penurunan kunjungan wisman ini, tidak memengaruhi tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Jakarta. Pada April 2012, TPK mengalami peningkatan sebesar 1,95 poin dari TPK bulan Maret 2012. TPK hotel bintang tiga merupakan yang tertinggi yaitu mencapai 63,26 persen. Sedangkan TPK hotel bintang satu, dua, dan empat mengalami penurunan hingga 50,29 persen.

Kebangsaan yang menjadi pengunjung terbanyak ke kota Jakarta pada April 2012 adalah Malaysia, dengan 24.663 kunjungan. Menyusul Cina, Jepang dan Singapura. Wisman yang berkunjung ke Jakarta masuk melalui tiga pintu. Yaitu Bandara Soekarno-Hatta, Pelabuhan Tanjung Priok, dan Bandara Halim Perdanakusuma

PAUD Harus Tanamkan Budaya Bersih dan Antre

Posted: 31 May 2012 11:08 PM PDT

REPUBLIKA.CO.ID, GORONTALO -- Dirjen Pendidikan PAUD Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Lidya Freyani Hawadi, meminta lembaga tersebut di daerah harus menanamkan budaya bersih dan budaya antre.

"Dua budaya ini harus ditanamkan karena berkaitan erat dengan perilaku anak yang akan berpengaruh hingga dewasa nanti," ujarnya di Gorontalo, Jumat.

Menurutnya, budaya hidup bersih dan antri merupakan bagian dari pengembangan sikap diri anak dalam bersosialisasi.

Dalam menerapkan kegiatan belajar di PAUD, lanjutnya, anak jangan sampai dipaksa untuk belajar dengan metode seperti halnya tingkat Sekolah Dasar.

Hal yang paling penting diterapkan yakni cara bersosialisasi dan berperilaku sehari-hari dengan baik, termasuk mengucapkan kata maaf bila berbuat salah.

Ia menjelaskan, pendidikan anak usia dini formal dan non formal merupakan satu dari lima kegiatan prioritas Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

PAUD ditujukan untuk anak berusia nol hingga lima tahun, dengan layanan pendidikan dalam tiga kategori.

Kategori pertama adalah anak usia nol hingga dua tahun yang disebut tempat penitipan anak, kategori 2 usia 2 hingga 4 tahun disebut tempat bermain dan kategori 3 usia 4-5 tahun yaitu Taman Kanak Kanak.

"Tiga tahun pertama merupakan usia emas dalam perkembangan otak anak. Tugas PAUD adalah mengasah dan menerapkan budaya hidup yang baik," katanya.

Tiada ulasan:

Catat Komen