Ahad, 12 Mei 2013

Sindikasi news.okezone.com

Sindikasi news.okezone.com


Duh... Kulit Kepala Nia Mengelupas Tersangkut Mesin Giling

Posted: 12 May 2013 12:00 AM PDT

NUSANTARA

Minggu, 12 Mei 2013 14:00 wib

Budi Sunandar - Sindo TV

PADANG - Seorang perempuan pembuat batu bata kehilangan rambut dan kulit kepala akibat rambutnya tersangkut mesin penggiling tanah liat saat membuat batu bata di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Akibatnya, korban mengalami gangguan penglihatan dan harus dioperasi.

Nia (19) masih syok dan trauma atas musibah yang baru dialaminya. Dia terbaring di ruang bedah RS M Djamil Kota Padang, Sumatera Utara. Sementara suaminya, Darwanto, dengan setia menemani sambil sesekali mengusap kaki korban.

Darwanto menuturkan, peristiwa nahas itu berawal ketika dia dan istrinya bekerja mencetak batu bata di Bukittinggi. Namun karena belum makan, Nia mengalami pusing dan terjatuh. Rambutnya yang panjang terurai masuk ke dalam mesin penggiling pasir hingga merobek kulit kepalanya.

"Kecelakaan di tempat pembuatan batu bata milik keluaga di Bukittinggi. Nia kehilangan rambut dan kulit kepala akibat rambutnya terjepit mesin penggiling pasir," ujar Darwanto, Minggu (12/5/2013).

Korban dilarikan ke RS Yarsi Bukittinggi, namun karena peralatan medis tidak memadai Nia dirujuk ke RS M Djamil. Rencananya, korban akan dioperasi dalam dua tahap dengan menelan biaya Rp15 juta untuk satu kali operasi.

"Saat ini biaya perawatannya masih berhutang di rumah sakit," tambahnya.

Darwanto khawatir dengan kondisi istrinya yang mengalami trauma berat, bahkan kerap lupa ingatan. Dia berharap, istrinya sembuh seperti sedia kala dan kembali mengasuh buah hati mereka yang masih berusia tiga tahun.
(Budi Sunandar/Sindo TV/tbn)

Berita Selengkapnya Klik di Sini

Tragedi 12 Mei, Bebas Sejarah Indonesia

Posted: 11 May 2013 11:50 PM PDT

NASIONAL

Minggu, 12 Mei 2013 13:50 wib

Isnaini - Okezone

JAKARTA - 15 tahun sudah tragedi 12 Mei (Trisakti) telah berlalu, namun hingga kini kasus pembunuhan mahasiswa Trisakti pada 12 Mei 1998 belum juga menemukan titik terang.
 
 
Ketua Komisi III DPR, Gede Pasek Suardika mengatakan tragedi 12 Mei akan tetap menjadi beban sejarah bagi bangsa Indonesia, apabila kasus tersebut tidak segera dituntaskan.
 
"Semua pihak yang bertanggung jawab harus menyelesaikan PR (pekerjaan rumah) tersebut. Janganlah berharap kasus itu akan berakhir hanya karena didiamkan, karena itu tidak akan berhasil," kata Pasek saat dihubungi di Jakarta, Minggu (12/5/2013).
 
Dikatakan Pasek, untuk menuntaskan kasus tragedi tersebut bukanlah hal mudah bagi pemerintah dan penegak hukum. Namun menurutnya, Komisi III DPR turut mendorong agar pihak-pihak terkait untuk segera menuntaskan kasus yang diduga terjadi pelanggaran hak asasi manusia di dalamnya itu.
 
"Itu kan yang menuntaskannya banyak pihak, tergantung perspektif kasusnya. Kalau terkait HAM ya Komnas HAM, kalau hukumnya ya aparat penegak hukum. Kasusnya kan harus dipilah-pilah, mana yang porsi pemerintah, Komnas HAM dan lainnya," ungkap politisi Partai Demokrat itu..
 
(teb)

Berita Selengkapnya Klik di Sini

Tiada ulasan:

Catat Ulasan