Ahad, 18 Disember 2011

Sindikasi welcomepage.okezone.com

Sindikasi welcomepage.okezone.com


Korban Jiwa Bertambah, Filipina Kekurangan Peti Mati

Posted: 18 Dec 2011 12:49 AM PST

CAGAYAN DE ORO - Seiring dengan makin bertambahnya korban jiwa akibat amukan topan maut di Filipina, persediaan peti mati untuk anak-anak makin berkurang.

Selama 30 jam, banjir menyerang Kota Cagayan de Oro, korban jiwa pun sudah mencapai 521 jiwa. Selain kekurangan peti mati, Filipina juga kekurangan formalin untuk mengawetkan jenazah.

"Kota kami dilanda banjir, kami hanya memiliki sedikit formalin. Butuh empat jam untuk mengawetkan setiap jenazah dan saat ini, lebih dari 200 jenazah harus diawetkan secepat mungkin," ujar pengurus jenazah Dexter Lacson, seperti dikutip AFP, Minggu (18/12/2011).

Di Cagayan de Oro 248 jenazah sudah diketemukan, namun ratusan orang juga tewas di Iligan. Walikota Cagayan de Oro juga Vicente Emano juga sudah menganggap bencana alam ini sebagai sebuah ancaman.

"Saya yakin, korban jiwa dari bencana ini lebih dari 500 orang. Masalah yang muncul adalah, beberapa kamar mayat sudah menolak untuk menyimpan jenazah-jenazah para korban. Kami pun tengah mencari tempat baru untuk menyimpan jenazah-jenazah ini," ujar Emano.

Salah seorang pejabat Departemen Kesehatan Filipina bahkan menyarankan agar jenazah korban dikuburkan di sebuah kuburan massal.

"Setelah jenazah-jenazah ini usai diperiksa, kami mungkin akan membuat kuburan massal," ujar pejabat Departemen Kesehatan Filipina.

Angin Topan Washi menyerang Pulau Mindanao yang terletak di bagian selatan Filipina, tepatnya di Kota Cagayan de Oro dan Iligan pada Jumat kemarin dan menyebabkan hujan badai. Para petugas huru hara, militer, dan kepolisian Filipina tampak bahu-membahu dalam melakukan evakuasi di tempat kejadian perkara.

Sekira 100 ribu warga Filipina kini hidup dalam pengungsian karena rumah-rumah yang mereka tempati hancur. Sementara itu 200 orang juga dikabarkan hilang dalam bencana ini.(rhs)

Full content generated by Get Full RSS.

Kata Faceboook Soal Sensor Konten di India

Posted: 18 Dec 2011 12:40 AM PST

JAKARTA - Baru-baru ini Departemen Komunikasi dan Informatika India, dikabarkan akan bertemu dengan perusahaan-perusahaan internet, sosial media, blogger dan produsen konten lainnya untuk membahas cara meminimalkan posting yang mungkin dianggap provokatif. Namun, nampaknya ini tidak akan berpengaruh banyak pada kebijakan perusahaan jaringan sosial tersebut.

"Sebenarnya Facebook baik-baik saja. Kami masih berunding dengan pemerintah untuk masalah ini, dan mengusulkan untuk tidak melakukan pemblokiran, karena Facebook hanya penyedia layanan sedangkan masalah pemerintah adalah soal bagaimana pengguna memanfaatkan layanan tersebut," kata Nick Gibbons, Facebook Director untuk APAC, di sela-sela So Me Playground, Pantai Karnaval Ancol, Sabtu petang.

Dia juga mengatakan bahwa saat ini pengguna Facebook di India masih tumbuh. Facebook juga mengatakan perusahaan tersebut punya pandangan jangka panjang terhadap masalah ini, dan sekarang dalam usaha untuk memperbanyak jumlah pengguna.

Ketika ditanya soal kesediaan Facebook untuk melakukan pemblokiran tersebut dan kemungkinan pemblokiran serupa di Indonesia, Nick menyatakan, "Kami tidak ingin melakukan hal itu, tapi jika ada pemerintah yang ingin bicara pada kami tentang pengembangan tentu kami akan bahagia sekali."

Sebelumnya, seperti diwartakan Bloomberg, pemerintah India meningkatkan keamanan pengawasan internet, setelah terjadinya serangan teror baru-baru ini, dan juga karena Prime Minister, Manmohan Singh menghadapi kritik korupsi dalam pemerintahannya.

Beberapa dari 38 juta pengguna Facebook di India, menggunakan situs tersebut untuk mendukung gerakan anti korupsi. (tyo)

Full content generated by Get Full RSS.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan