Isnin, 25 Julai 2011

ANTARA - Peristiwa

ANTARA - Peristiwa


500 Mahasiwa RI Menuntut Ilmu di Belanda

Posted: 25 Jul 2011 06:51 AM PDT

Jakarta (ANTARA News) - Lebih dari 500 warga negara Indonesia akan segera pergi ke Belanda untuk menuntut ilmu di negeri itu, demikian siaran pers Kedutaan Besar Belanda di Indonesia, Senin.

Sabtu pekan lalu di Erasmus Huis, Jakarta, para mahasiswa Indonesia yang akan studi di Belanda ini dilepas oleh Duta Besar Kerajaan Belanda Tjeerd F. de Zwaan, Direktur Eropa Barat Kementerian Luar Negeri Indonesia Dewa Made Juniarta Sastrawan dan Direktur Nuffic Neso Indonesia, Marrik Bellen.

"Melalui jalur pendidikan, saya optimis hubungan bilateral antara kedua negara akan semakin meningkat," kata Tjeerd F. de Zwaan.

De Zwaab menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh calon mahasiswa yang memilih studi di Belanda, salah satu negara dengan kualitas pendidikan yang diakui terbaik di dunia.

Para mahasiswa ini adalah penerima beasiswa Belanda, (StuNed, Netherlands Fellowship Programme, NFP dan Huygens Scholarship Programme) dan penerima beasiswa Menkominfo, Dikti, SPIRIT, Ford Foundation dan Erasmus Mundus.

Data Nuffic Neso Indonesia menunjukkan, sebagian besar calon mahasiswa (65%) akan mengikuti program S2, sedangkan 28 persen lainnya mengikuti program S1.

Nuffic Neso Indonesia juga mengumumkan daftar penerima beasiswa StuNed, yaitu 127 profesional muda dari berbagai propinsi di seluruh Indonesia, program beasiswa dalam rangka kerjasama pemerintah Belanda dan Indonesia yang menitikberatkan pada peningkatan kapasitas institusi di sektor-sektor pembangunan.

Brifing prapelapasan ini untuk membekali calon mahasiswa Indonesia di Belanda ini serta menjadi ajang berbagi pengalaman dari para alumni mengenai tinggal dan studi di Belanda. (*)

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by Used Car Search.

DPR Dukung DKI Untuk Evaluasi Greenpeace

Posted: 25 Jul 2011 06:46 AM PDT

Jakarta (ANTARA News) - Anggota Komisi III DPR Abu Bakar Al Habsyi mendukung Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo untuk mengevaluasi LSM Greenpeace yang diduga tidak patuh hukum Indonesia dan peraturan yang berlaku di Pemprov DKI Jakarta.

Politisi PKS ini berpendapat, Indonesia harus lebih kuat dan berwibawa agar mampu bersaing dengan negara lain.

"Ya harus dong, masa LSM asing di negara kita tidak ikut aturan. Kita harus lebih kuat dan berwibawa. Kalau hukumnya tidak kuat bagaimana bisa bersaing dengan negara lain," kata Abu Bakar kepada pers di Jakarta, Senin.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Fauzi Bowo menyesalkan LSM asing  Greenpeace karena tak juga mendaftarkan organisasinya ke Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) DKI Jakarta, meski telah beberapa tahun beroperasi di Jakarta.

Padahal, aturan itu diterapkan Pemprov DKI terhadap semua organisasi masyarakat yang memiliki kegiatan di wilayah Jakarta.

"Itu adalah aturan main. Aturan hukum itu berlaku bagi siapa pun," kata Fauzi Bowo, Jumat (22/7) lalu.

Foke menegaskan, LSM yang tidak menaati aturan, akan dikenakan sanksi sesuai hukum dan peraturan yang berlaku.Seperti diketahui, berdasarkan UU No 8 Tahun 1985 tentang Organisasi Masyarakat, Peraturan Pemerintah No 18 tentang Pelaksanaan dari UU No 8/1985, dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Pemendagri) No 5/1986, setiap LSM diwajibkan mendaftarkan organisasinya ke Bakesbangpol pemerintah setempat.

Sebelumnya ketika dikomfirmasi, Juru kampanye Media Greenpeace Asia Tenggara Hikmat Soeriatanuwijaya menyatakan seluruh aktivitas dan keberadaan Greenpeace sebagai organisasi yang bergerak di bidang penyelamatan lingkungan telah memenuhi aspek legalitas.

"Greenpeace telah terdaftar di pemerintah pusat yaitu Kementerian Hukum dan HAM. Jadi kami bukan organisasi ilegal," katanya.

Hikmat menegaskan, Greenpeace tidak hanya ada di Indonesia, tetapi ada di lebih 40 negara, sebagian besar di negara maju.

"Dalam melakukan upaya penyelamatan lingkungan, Greenpeace juga kerap menentang pemerintahan dan industri-industri besar multinasional," katanya.

Dia meminta semua pihak, termasuk masyarakat agar dapat mengetahui secara jelas program dan kegiatan Greenpeace di situs www.greenpeace.org.(*)
(zul)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by Used Car Search.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan