Ahad, 13 Mei 2012

Sindikasi news.okezone.com

Sindikasi news.okezone.com


61,4 % Penduduk Indonesia Sudah Ikut Program KB

Posted: 12 May 2012 11:49 PM PDT

JAKARTA - Indonesia termasuk salah satu negara yang penduduknya aktif menjalankan program Keluarga Berencana (KB). Ada 61,4 persen penduduk Indonesia yang mempraktekkan program untuk mengurangi ledakan penduduk ini.
 
"Kalau secara dunia termasuk tinggi. Beberapa negara masih sangat rendah apalagi negara Afrika," kata Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, Sugiri Syarief di Gresik, Jawa Timur, Sabtu (12/5/2012).
 
Kata dia, dalam hal penggunaan alat kontrasepsi, Indonesia yang penduduknya terbesar nomor empat di dunia kalah dari Brazil, China dan Korea. Dalam skala dunia, China diakui sangat berhasil menerapkan program KB. Tapi hal itu bisa dilakukan dengan penegakan hukum yang sangat tegas.
 
Dia memberikan contoh, di China penduduk yang memiliki anak lebih dari satu akan mendapat sanksi. Sementara itu, Indonesia menerapkan program KB dengan cara lebih bijak. Seperti imbauan dua anak cukup dan pelaksanaannya tanpa paksaan. Namun, secara prosentase kebijakan Indonesia membuat masyarakat sadar KB dinilai cukup berhasil.
 
"Oleh karena itu banyak negara yang ingin belajar di Indonesia. Kita selalu dapat tamu untuk studi banding," cetusnya.
 
Sebenarnya, penduduk yang sadar KB juga sudah sangat tinggi, sekira 95 persen. Namun, upaya meningkatkan keinginan masyarakat mempraktekkan program KB bukan tanpa kendala. Masih ada sekira 33 persen penduduk yang sadar KB tapi tidak menjalankan.
 
Ada empat karakter penduduk yang tidak bisa dipaksakan ikut program KB. "Siapa mereka, yang sedang hamil, yang enggak punya anak juga, yang baru menikah dan yang ke empat mereka yang ingin KB tapi tidak jadi karena berbagai sebab mungkin takut terhadap efek samping obat atau ongkosnya mahal," pungkasnya.

(ful)

Apindo Dukung Program KB di Perusahaan

Posted: 12 May 2012 09:21 PM PDT

GRESIK - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mendukung adanya program Keluarga Berencana (KB) di perusahaan-perusahaan. Menurut Deputy Chairperson Apindo, Nina Tursinah, dampak positifnya tidak hanya bagi karyawan, melainkan juga perusahaan.
 
"Apindo sangat mendukung program KB di perusahaan karena dampaknya luar biasa bagi karyawan dan juga pengusaha," kata Nina di Gresik, Sabtu (12/5/2012).
 
Menurutnya, harus ada strategi agar karyawan punya rasa tanggung jawab bahwa program KB di perusahaan untuk kebaikan mereka serta meningkatkan produktifitas perusahaan.
 
"Caranya anggota Apindo yang sudah punya fasilitas sarana dan prasarana seperti klinik, peralatan KB harus benar ditingkatkan dan disosialisasikan bukan hanya untuk perusahaan itu sendiri tapi juga peduli dengan masyarakat sekeliling perusahaan," ujarnya.
 
Selain mendukung program KB, Apindo juga turut serta memberdayakan masyarakat, terutama kaum ibu di sekitar perusahaan. Apindo memberikan pelatihan berwirausaha yang bisa bermanfaat bagi keluarga serta meningkatkan taraf hidup yang lebih baik. Kata Nina, program ini telah dilakukan semua perusahaan anggota Apindo di seluruh Indonesia.
 
"Tapi wirausaha yang seperti apa ini kependulian Apindo, dia harus memproduksi barang yang nantinya bisa dibeli oleh pasar. Anggota Apindo juga harus menyerap produk mereka makanya kita berikan pelatihan gratis bagaimana pakaging bagus, barang yang diproduksi juga berdasarkan kebutuhan pasar bukan asal-asalan," ungkapnya.
 
Nina juga mengaku, perusahaan anggota Apindo juga memberikan pinjaman modal dengan bunga di bawah KUR atau sekira 6 hingga 9 persen untuk mendukung wirausaha masyarakat. Menurutnya, bukan cara yang mendidik jika Apindo memberikan modal secara cuma-cuma. Untuk kelancaran program wirausaha ini, Apindo bekerjasama dengan perbankan anggota Apindo.
 
"Kita tidak boleh menina bobokan ibu-ibu. Mereka sudah mandiri jangan sampai kita racuni lagi. Kita berikan pinjaman dengan bunga terjangkau," pungkasnya.
 
Sementara itu, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Sugiri Syarief berharap pengusaha berkomitmen mendukung program KB di perusahaan dengan menyediakan klinik KB atau memberikan alat kontrasepsi kepada karyawan.
 
"Dia (perusahaan) juga untung kalau orang ber KB kan enggak banyak cuti tuh, kalau cuti bolak balik tingkat produktifitasnya turun," ujarnya tersenyum.

(ful)

Tiada ulasan:

Catat Ulasan