Ahad, 15 April 2012

ANTARA - Hiburan

ANTARA - Hiburan


Musisi dukung perjuangan Pak Raden

Posted: 14 Apr 2012 04:14 PM PDT

Galang Dana Pak Raden Tokoh dalam Film Si Unyil, Suyadi atau yang lebih dikenal dengan Pak Raden beraksi dalam acara galang dana untuk 'Pak Raden' di kediamannya, Jalan Petamburan, Slipi, Jakarta Pusat, Sabtu (14/4). Dana yang terkumpul akan digunakan Pak Raden untuk keperluan makan sehari-hari, berobat dan mengurus hak cipta Si Unyil. (ANTARA/Reno Esnir) ()

Berita Terkait

Jakarta (ANTARA News) - Bondan & Fade 2 Black dan juga Charlie ST 12 mendukung perjuangan Pak Raden memperoleh kembali hak cipta atas karyanya Si Unyil.

Dukungan tersebut diungkapkan dengan meramaikan acara Pak Raden Ngamen yang digelar di rumah pencipta si Unyil tersebut, di Jalan Petamburan III No. 27 Petamburan Slipi, Jakarta.

Bondan bersama dengan personilnya menyanyikan lagu hit mereka "Ya Sudahlah" di hadapan Pak Raden dengan iringan gitar.

"Apa pun yang terjadi, ku `kan slalu ada untukmu. Janganlah Kau Bersedih, coz everything`s gonna be Okay" nyanyi Bondan yang juga pernah menjadi artis cilik pada era 90-an.

Bagi Bondan, ini merupakan salah satu dukungannya kepada tokoh yang sangat dikenal oleh anak-anak era 80-an dan 90-an tersebut.

Selain Bondan dan Fade 2 Black, tampak pula artis kecil Amel Carla yang bercanda dengan Pak Raden.

"Pak Raden baik hati sama anak-anak," katanya.

Hal itu pun langsung disahut oleh Pak Raden. "Pak Raden itu pemarah dan pelit," kata Pak Raden yang langsung disambut tawa masyarakat sekitar, penggemar Pak Raden, dan wartawan yang memenuhi teras rumah Pak Raden.

Dalam acara tersebut, tampak pula Charlie ST 12 yang ikut menyanyikan lagu untuk Pak Raden.

Drs. Suyadi atau lebih dikenal dengan Pak Raden yang akan berusia 80 tahun pada bulan November nanti, tak kalah percaya diri untuk menyanyi.

Dengan moto menyanyilah saat memulai hari, Pak Raden menyanyikan tiga lagu. Lagu zaman penjajahan Jepang yang juga sangat dikenal dalam film si Unyil, `Sol Do Iwak Kebo` dinyanyikannya dengan iringan gitar. Menyusul kemudian lagu `Suwe Ora Jamu` dan juga Pinokio.

Suyadi dalam acara tersebut mengenakan aksesoris lengkap Pak Raden, yaitu menggunakan beskap (pakaian tradisional Jawa) warna gelap, blangkon dikenakan di kepala, alis tebal ke atas, kumis tebal, dan tongkat.

Acara ngamen ini untuk memperjuangkan hidupnya dan hak cipta si Unyil. Pak Raden sebagai pencipta mengaku hingga saat ini tidak mendapatkan royalti yang pantas dari Perum Produksi Film Negara.

"Jangankan memperoleh imbalan, dihiraukan saja tidak," kata Pak Raden.
(T.M041/D007)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Putri Belgia peroleh gelar adat Lampung

Posted: 14 Apr 2012 04:12 PM PDT

Putri Astrid (FOTO ANTARA/Widodo S. Jusuf)

Berita Terkait

Bandarlampung (ANTARA NNews) - Putri Astrid dari Kerajaan Belgia memperoleh gelar kehormatan adat Lampung, "Suhunan Ratu Mahkota", dari Majelis Penyimbang Adat Lampung (MPAL) Provinsi Lampung.

"Pemberian gelar adat ini berdasarkan surat keputusan MPAL Provinsi Lampung nomor 05/MPAL/Provinsi/IV/2012," kata Ketua MPAL Provinsi Lampung, Khadarsyah Irsa, saat membacakan surat keputusan pemberian gelar adat itu, di Bandarlampung, Sabtu malam.

Selain itu, lanjut dia, pemberian gelar adat tersebut juga bertujuan untuk mengikat persaudaraan antara Putri Astrid dan Putra Gubernur Lampung, Rycko Menoza, yang mendapat gelar Sutan Raja Kaca Marga.

Prosesi gelar adat di halaman rumah dinas Gubernur Lampung itu, berlangsung lancar dan tertib, serta dihadiri oleh para pejabat daerah yang ada di Provinsi Lampung.

Gubernur Lampung, Sjachroedin ZP, dalam kesempatan itu mengatakan, pemberian gelar adat tersebut bertujuan untuk mengenalkan kebudayaan Lampung ke mancanegara.

"Kalau di Palembang ada Kerajaan Sriwijaya dengan segudang peninggalannya, maka Lampung pun punya tapi memang belum banyak yang tahu," kata Sajchroedin.

Ia mengatakan, Lampung mempunyai kebudayaan yang lebih tua dari kerajaan Sriwijaya.

"Kerajaan Sriwijaya yang lebih terkenal dari Lampung tidak memiliki kebudayaan seperti ini," kata dia.

Gubernur Lampung itu mengatakan, masyarakat Lampung terus menggali dan mempromosikan kebudayaan-kebudayaan ke tingkat yang lebih luas lagi sehingga dapat dikenal.

Ia berharap dengan budaya Lampung seperti prosesi pemberian gelar adat (adok) dapat dikenal oleh masyarakat dari daerah lain maupun mancanergara karena memiliki keunikan tersendiri.

Puteri dari Kerajaan Belgia, yang juga Wakil Khusus atau Special Representative dari Roll Back Malaria menyatakan dukungannya bagi penanggulangan malaria di Indonesia.

Puteri Astrid juga sempat mengunjungi fasilitas yang dimiliki oleh pusat layanan kesehatan masyarakat di Lampung Selatan.

Dalam kunjungannya tersebut, Ratu Astrid melihat kondisi berbagai perlengkapan yang dimiliki oleh Puskesnas Way Urang Kalianda, Lampung Selatan serta penanganan pelayanan kesehatan di aderah itu.
(T.A054/Z002)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Tiada ulasan:

Catat Ulasan