Isnin, 30 Mei 2011

ANTARA - Mancanegara

ANTARA - Mancanegara


Thaksin Tidak Berambisi Incar Kedudukan

Posted: 30 May 2011 08:47 PM PDT

Mantan perdana menteri Thailand buronan, Thaksin Shinawatra, menyangkal bahwa ia ingin menjadi pemimpin lagi (reuters)

Berita Terkait

Sydney (ANTARA News) - Mantan perdana menteri Thailand buronan, Thaksin Shinawatra, menyangkal bahwa ia ingin menjadi pemimpin lagi dan menegaskan adik perempuannya Yingluck, yang mencalonkan diri jabatan tersebut, bukan boneka kekuasaannya.

Dalam wawancara televisi yang langka di rumah mewahnya di Dubai, Thaksin mengatakan dalam acara "Lateline" dari stasiun televisi Autralia ABC bahwa ia yakin partai Puea Thai akan memenangkan pemilihan umum yang dijadwalkan Juli tahun ini.

"Berdasarkan jajak pendapat oleh banyak institusi, termasuk laporan interim kami, kami yakin partai Puea Thai akan keluar sebagai pemenang," kata Thaksin, yang dilengserkan dalam kudeta pada 2006 dan hidup di luar negeri guna menghindar dari hukuman penjara atas tuduhan korupsi.

Pemilu nanti akan menghadapkan adik perempuannya Yingluck Shinawatra dengan saingannya, Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva dari Partai Demokrat yang elit, dalam pertarungan yang diperkirakan berjalan sangat alot.

Yingluck tidak berpengalaman secara politik dan banyak warga Thailand merasa pencalonannya sebagai kandidat oposisi mengonfirmasi peran sentral Thaksin dalam arena politik negara kerajaan tersebut meski hidup dalam pengasingan.

Thaksin, yang disanjung oleh banyak warga pedalaman dan kaum buruh Thailand atas kebijakan populisnya untuk rakyat banyak namun dibenci oleh kaum elit di Bangkok, yang memandangnya sebagai korup dan otoritarian, mengakui ia masih memiliki pengaruh.

"Ya, saya mungkin berpengaruh secara ide dan cara berpikir karena saya lebih berpengalaman dibanding lainnya, dan saya hanya ingin melihat mereka mencapai kesuksesan," katanya dalam acara televisi yang disiarkan pada Senin.

"Dan saya juga berbagi pengalaman sebagai mantan perdana menteri dan pengalaman melarikan diri keliling dunia," jelasnya.

Tetapi ia menyangkal adiknya sebagai boneka kekuasaannya, melainkan ia mengatakan Yingluck merupakan "klon" Thaksin.

"Ia merupakan adik perempuan termuda. Ia bekerja dengan saya sejak awal. Jadi saya mengajari dan melatihnya, pola kerjanya hampir menyerupai saya," ujarnya.

Ia mengatakan klon berarti "berbudaya sama, berlatar belakang sama, berbuah pikiran sama, tingkah laku sama dan berpola pikir sama."

Yingluck telah menetapkan dengan jelas bahwa akan memberi amnesti kepada pihak dengan tuntutan politik sebagai prioritasnya, tetapi Thaksin menyangkal bahwa tindakan itu merupakan cara untuk memperoleh pengampunan agar dapat kembali berpolitik.

"Tidak, bukan begitu," katanya. "Rekonsiliasi merupakan prioritas, bukan amnesti. Rekonsiliasi: amnesti mungkin merupakan bagian yang sama, tetapi tidak seluruhnya," jelasnya.

Thaksin mengatakan ia ingin kembali ke Thailand pada akhir tahun ini untuk mengucapkan selamat ulang tahun ke-84 kepada Raja Bhumibol Aduldej, tetapi mengelak dari anggapan bahwa tujuan utamanya ialah kembali menguasai Negeri Gajah Putih.

"Adik termuda saya sudah berada di sana, jadi saya tidak perlu kembali menjadi perdana menteri," katanya, menegaskan bahwa ia hanya ingin memberi kuliah dan bermain golf.
(*)

Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

ISAF Minta Maaf Atas Kematian Rakyat Afghanistan

Posted: 30 May 2011 06:16 PM PDT

Kabul (ANTARA News) - Pasukan asing di Afghanistan pada Senin meminta maaf atas kematian sembilan warga Afghanistan setelah Presiden Hamid Karzai mengecam serangan udara, yang ia dan pejabat katakan menewaskan 14 orang, termasuk anak-anak.

Pernyataan itu mengatakan bahwa serangan di provinsi selatan, Helmand, tersebut dilakukan pada Sabtu sesudah pejuang, yang sebelumnya membunuh marinir patroli, bersembunyi di perumahan dan menembak.

Perumahan diserang dari udara itu adalah rumah warga.

Pejabat setempat menyatakan lima gadis, tujuh bocah laki-laki dan dua perempuan termasuk yang tewas oleh pasukan asing tersebut.

"Saya menyampaikan permintaan maaf tulus bagi sembilan warga, yang tewas dalam kejadian di kabupaten Now Zad, propinsi Helmand, pada 28 Mei itu," kata pernyataan Mayor Jenderal John Toolan, panglima Pasukan Bantuan Keamanan Asing (ISAF) pimpinan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) untuk wilayah Afghanistan barat daya.

Ia menegaskan "prioritas utama" sekutu adalah menghindari korban di kalangan rakyat, dengan menambahkan bahwa penyelidikan penuh sedang dilakukan.

"Sementara saya tahu tidak ada harga atas jiwa manusia, kami memastikan bahwa kita menghormati keluarga sesuai dengan budaya Afghanistan," tambah Toolan.

Ia tidak menjelaskan perbedaan antara jumlah korban versi ISAF dan yang diberikan pejabat Afghanistan.

Permintaan maaf itu datang setelah kantor Karzai mengeluarkan yang dikatakannya "peringatan terahir" untuk pasukan Amerika Serikat dan pimpinan NATO atas korban dikalangan rakyat akibat kejadian pada Sabtu itu, yang digambarkannya kesalahan besar.

Sebagai tanggapan, juru bicara Gedung Putih Jay Carney mengatakan kepada wartawan, "Kami berbagi dan menganggap sangat serius keprihatinan Karzai."

Kematian warga dalam gerakan tentara asing sangat peka di Afghanistan, yang sering memicu unjuk rasa marah dan pengutukan keras Karzai.

Namun, ahli di Afghanistan memperingatkan bahwa "peringatan terahir" Karzai kemungkinan menghasilkan dampak terbatas.

"Saya yakin ia tidak bisa berbuat apa pun," kata pengulas Waheed Mujda.

"Rakyat Afghanistan pikir tidak ada pemerintah Afghanistan, hanya ada pemerintah pasukan asing di Afghanistan, karena presiden lumpuh. Ia terjebak di antara penyeru tindakan dengan pasukan asing, tempat ia bergantung dalam banyak hal," katanya.

pasukan asing akan menyerahkan kendali keamanan di beberapa daerah lebih aman kepada pasukan Afghanistan sejak Juli, awal resmi peralihan untuk menuntaskan penarikan semua pasukan tempur asing pada 2014.

Tentara Afghanistan saat ini berjumlah 160.000 dan polisi 126.000, di bawah kegiatan gencar meningkatkan jumlah dan mutu pasukan Afghanistan.

Pada saat ini, pasukan Afghanistan tidak ikut dalam serangan udara, karena keterbatasan berat angkatan udara muda negara itu.

Secara terpisah, Gubernur Nuristan pada Minggu mengatakan kepada kantor berita Prancis AFP bahwa 18 warga dan 20 polisi tewas akibat "salah tembak" dalam serangan udara pimpinan Amerika Serikat terhadap pejuang di propinsi bermasalahnya di timur laut.

Nuristan adalah tempat pertempuran sengit pada pekan lalu antara Taliban dan pasukan keamanan Afghanistan.

Polisi dan warga menjadi sasaran pada pekan lalu, karena dikira pejuang, kata Jamaluddin Badr.

ISAF menyatakan mengirim regu penyelidik ke wilayah itu, tapi laporan awal menunjukkan "tidak ada kematian warga" di sana.  (B002/Z002/K004)

Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan