Selasa, 1 Februari 2011

Sindikasi international.okezone.com

Sindikasi international.okezone.com


Husni Mubarak Tetap Didesak Mundur

Posted: 01 Feb 2011 02:51 PM PST

KAIRO - Presiden Mesir Hosni Mubarak menegaskan dirinya akan mengundurkan diri setelah penggantinya terpilih dalam Pemilu bulan September mendatang.

"Saya sekarang benar-benar bertekad untuk menyelesaikan pekerjaan saya untuk bangsa dengan cara yang memastikan serah terima kepemimpinan berlangsung damai," ujar Mubarak seperti dikutip Yahoo!, Rabu, 2 Februari 2011.

Menurut Mubarak, dirinya tidak haus akan kekuasaan sebab posisinya saat ini menuntut tanggung jawab besar atas rakyat Mesir. Kendati begitu, pidato yang disiarkan langsung oleh televisi nasional Mesir ini direspon negatif rakyat Mesir yang berdemonstrasi di pusat kota.

Pengunjuk rasa tetap menginginkan Mubarak mundur dari posisinya sebagai Presiden. "Kami tidak akan berhenti berunjuk rasa sampai dia (Mubarak) mundur," teriak demonstran di Tahrir Square.
(fer)

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Ikhwanul Muslimin Mulai Unjuk Gigi

Posted: 01 Feb 2011 07:32 AM PST

KAIRO - Aksi protes rakyat Mesir secara besar-besaran sudah dimulai hari ini. Kelompok Ikhwanul Muslimin (IM) yang sebelumnya malu-malu menampakan dirinya, saat ini mulai unjuk gigi dengan mencari kemungkinan kolaborasi dengan tokoh oposisi Mohammed ElBaradei.


Kelompok ini sebelumnya menyatakan meminta para pengunjuk rasa tetap menentang pemerintah yang ada saat ini, termasuk pula Presiden Husni Mubarak. 


"Seluruh elemen pemerintahan harus termasuk presiden, partai dan anggota parlemennya harus membubarkan diri," pernyataan Ikhwanul Muslimin seperti dikutip Reuters, Selasa (1/2/2011).


Sejak protes dimulai pekan lalu, tercatat 140 orang tewas. Umumnya korban tewas merupakan korban bentrokan antara pengunjuk rasa dan pihak kepolisian. Aksi kekerasan sebelumnya juga sempat berlangsung di Suez, Alexandria dan kota-kota besar lainnya.


IM yang bertujuan mendirikan "negara Islam Mesir" sebenarnya masih memiliki kemampuan untuk memprovokasi rakyat. Tapi gerakannya yang dipersempit pemerintah menjadikan mereka tidak bisa bersikap. 


Amerika Serikat (AS) yang memang dikenal sekutu Mesir, saat ini kebingungan menghadapi konflik yang terjadi di Negeri Piramid itu. 

Disatu sisi AS sangat mendukung perubahan yang demokratis di Mesir, tetapi disisi lain mereka amat takut bila kelompok Islam berkuasa jikalau Mubarak jatuh dari kekuasaannya. 

(faj)
Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan