Selasa, 31 Julai 2012

detikcom

detikcom


Komis III: Polri Harus Serius Dukung KPK Usut Korupsi di Korlantas

Posted: 31 Jul 2012 12:56 PM PDT

Rabu, 01/08/2012 02:56 WIB

Berbagi informasi terkini dari detikcom bersama teman-teman Anda Connect with Facebook

Jakarta Wakil Ketua Komisi III DPR Nasir Djamil meminta Polri serius mendukung upaya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut dugaan korupsi dalam pengadaan alat simulator untuk surat izin mengemudi (SIM). Dukungan Polri harus ditunjukkan dengan membantu KPK memberikan data atau informasi yang dibutuhkan dalam proses penyidikan.

"Jika memang (dokumen penggeledahan) dibutuhkan untuk penyidikan KPK, Polri harus mendukung langkah KPK," kata Nasir kepada detikcom, Selasa (31/7/2012) malam.

Nasir menyayangkan insiden 'tersanderanya' penyidik serta sejumlah kardus berisi dokumen hasil geledah di kantor Korps Lalu Lintas (Korlantas), Jalan MT Haryono, Jakarta Timur. Padahal Polri dan KPK pernah meneken nota kesepahaman untuk menangani perkara korupsi.

"Saya meyayangkan juga kejadian ini bisa terjadi. Bila KPK dan Polri sepakat bahwa ada dugaan tindak pidana korupsi di Korlantas, maka tidaklah sulit untuk mengusutnya," imbuh dia.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini berharap KPK mengusut tuntas kasus korupsi hingga tuntas. "Saya mendukung KPK dalam pengusutan ini," ujar Nasir.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan mantan Kakorlantas Irjen Pol Djoko Susilo yang kini menjabat Gubernur Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, sebagai tersangka. Djoko dijerat dengan pasal 2 dan pasal 3 UU 31/1999 tentang pemberantasan korupsi terkait penyalahgunaan wewenang dan memperkaya diri sendiri.

(fdn/dhu)

Tutup
 Share to Facebook:

You are redirected to Facebook

loadingSending your message

Message has successfully sent


Pencuri Kecele Larikan Brankas Kosong di Manado

Posted: 31 Jul 2012 12:31 PM PDT

Rabu, 01/08/2012 02:31 WIB

Berbagi informasi terkini dari detikcom bersama teman-teman Anda Connect with Facebook

Manado, Badan Pengelola Kawasan Perbatasan Daerah (BPKPD) Sulut di kelurahan Pakowa lingkungan IV kecamatan Wanea, dibobol maling. Sebuah brankas berhasil dibawa lari oleh pencuri yang diduga lebih dari satu orang.

Kejadian itu pertama kali diketahui salah seorang staf bagian umum, Amir Jayus yang melihat pintu belakang ruangan mereka telah terbuka ketika masuk kantor.

"Saya langsung periksa ke dalam, ternyata ada tiga pintu dibobol, termasuk pintu ruangan bagian keuangan," ujar Amir Jayus, Selasa (31/7/2012).

Setelah mengetahui kantornya telah dimasuki maling, Amir langsung menelpon atasannya Kepala Sub Bagian Umum, Denny Mandolang, yang kemudian meneruskan ke Kepala Badan untuk melaporkan ke Polsek Wanea.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, pelaku memanfaatkan kelengahan petugas keamana yang tertidur di gedung utama. Beruntung, brankas yang berhasil dibawa lari dalam keadaan kosong, karena bendahara keuangan sudah lebih dulu mengeluarkan isinya.

Sementara itu, petugas identifikasi Polresta Manado, Brigadir Grens Umbokahu, yang ikut dalam olah tempat kejadian perkara (TKP), menemukan bekas congkelan benda keras di tiga pintu bagian umum dan keuangan.

"Ada bekas congkelan benda keras seperti linggis, serta ada jejak-jejak kaki yang berjumlah lebih dari satu orang," kata Umbokahu.

Meski pihak BPKPD Sulut belum membuat laporan resmi pada kasus ini, Polsek Wanea telah meminta keterangan beberapa pegawai untuk mengungkap identitas pelaku.

(fdn/fdn)

Tutup
 Share to Facebook:

You are redirected to Facebook

loadingSending your message

Message has successfully sent


Tiada ulasan:

Catat Komen