Sabtu, 21 Mei 2011

Sindikasi news.okezone.com

Sindikasi news.okezone.com


Yoyoh, Pejuang yang Bersahaja

Posted: 21 May 2011 01:04 AM PDT

JAKARTA- Anggota DPR asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS)Yoyoh Yusroh mengembuskan nafas terakhir di RS Mitra Plumbon setelah mobil yang ditumpanginya mengalami kecelakaan. Kepergiannya meninggalkan kesan tersendiri bagi keluarga, rekan-rekan, dan kerabat.

Di mata, rekannya di komisi I DPR, Tantowi Yahya, Yoyoh dikenal sebagai sosok yang sangat sederhana. "Yoyoh seorang yang sangat sederhana, bersahaja, tidak memiliki sifat sirik, dengki ke orang lain," kata Tantowi usai melayat di rumah duka, Sabtu (21/5/2011).

Tantowi mengatakan, Yoyoh sebenarnya merupakan "orang baru" di Komisi I. Tapi ibu 13 anak itu justru cepat beradaptasi. "Saya sangat kehilangan, dia menguasai Timur tengah dan Ketenagakerjaan. Beliau sangat concern terhadap TKI," katanya.

Tantowi menambahkan, dirinya pernah bekerja sama dengan Yoyoh saat tergabung dalam tim khusus pemulangan TKI dari Jeddah. "Beliau pejuang yang sangat keras terhadap pembelaan TKI di luar Negeri," kata Tantowi.
(ugo)

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Posisi Mahasiwa Strategis Kawal Reformasi

Posted: 21 May 2011 12:52 AM PDT

JAKARTA- Ketua Generasi Muda Amanat Reformasi(Gemar) Ahmad Nur Hidayat mengatakan, gerakan mahasiswa sebagai anjing penjaga reformasi sebenarnya memiliki posisi strategis.

"Sama strategisnya dengan peran media massa dalam mengawal agenda reformasi," ujar Ahmad pada diskusi publik, Refleksi 13 Tahun Reformasi, di Gedung Joeang, Jakarta, Sabu (21/5/2011).
 
Dikatakan Ahmad, saat ini rakyat dalam kondisi terpecah tanpa kohesi dan saling menghancurkan. "Yang sengsara semakin sengsara tanpa ada pembelaan dari negara. Atas nama kepentingan rakyat, UUD 1945 dan Pancasila tidak lagi dijalankan secara konsekuen," ujarnya.

Saat ini, kata dia, amandemen UUD 1945 tidak lebih dari upaya menciptakan kekuasaan tanpa adanya kesejahteraan, keadilan, dan kebenaran bagi rakyat. "Akibat dari semua itu, negara cenderung menjadi alat kekuasaan dari pada menjadi negara hukum yang memberi keadilan dan kesejahteraan bagi rakyatnya," papar Ahmad.

Dari sisi penegakan hukum, sambung dia, setali tiga uang. "Tujuan reformasi di bidang hukum tidak ada yang tercapai," ujarnya. Dia menambahkan, hukum di negeri ini pascareformasi, tidak lebih dari instrumen politik.
(ram)

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Komen