Rabu, 4 Mei 2011

Sindikasi news.okezone.com

Sindikasi news.okezone.com


Direktur Baru KPK Janji Bereskan Kasus Besar

Posted: 04 May 2011 12:49 AM PDT

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melantik Kombes Yurod Saleh sebagai Direktur Penyidikan yang baru.
 
Usai dilantik, Yurod mengaku menjamin kasus yang akan ditanganinya tidak akan dipengaruhi dengan kepentingan politik.
 
"Tergantung aparat di sini, mau menegakkan politik atau menegakkan hukum. Kalau saya menegakkan hukum kembali berdasarkan pembuktian. Insya Allah tidak (berpengaruh terhadap politik)," katanya di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (4/5/2011).
 
Mantan Analis Utama pada Bareskrim Mabes Polri ini berjanji akan mengungkap kasus yang menjadi perhatian publik. Dia pun segera melakukan diskusi terkait dengan kasus yang ditangani bersama para anggotanya.
 
"Saya pikir-pikir kasus yang menonjol pemberitaan itu yang akan kita sidik. Besok pagi kumpulkan anggota, masukan apa dan apa kendala-kendalanya," katanya.
 
Menanggapi rencana revisi UU Tipikor, Yurod mengatakan pemberantasan korupsi harus mempunyai semangat yang sama di antara sesama penegak hukum. Pemberantasan korupsi, kata dia, bukan milik KPK, tetapi penegak hukum lainya seperti kepolisian dan kejaksaan.
 
"Kita harus punya semangat yang sama bahwa tugas pemberantasan korupsi itu bukan milik salah satu aparat penegak hukum tetapi kewajiban komponen masyrakat, termasuk KPK. Oleh karena itu kalau ada hal-hal di luar, misalnya salah menafsirkan pemberantasan korupsi punya seseorang atau lembaga, tetapi kita semuanya adalah satu kesatuan, kita bersinergi," pungkasnya.

(lam)

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Kelompok Radikal Gunakan Isu Lokal untuk Galang Massa

Posted: 04 May 2011 12:41 AM PDT

JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai mengatakan belakangan terjadi pergeseran isu yang dihembuskan kelompok-kelompok radikal di Indonesia. Dulu mereka kerap menggunakan isu internasional seperti pendudukan Palestina oleh Israel, perang Irak dan Afghanistan dan lain-lain.
 
Namun, belakangan mereka menggunakan isu-isu lokal seperti judi, maksiat dan tak ketinggalan aliran Ahmadiyah. Isu Ahmadiyah misalnya dijadikan sebagai pemantik di Cirebon sehingga M Syarif akhirnya rela melakukan serangan bom bunuh diri di Masjid Adz Zikra.
 
"Link isu lokal dan internasional itu yang sekarang dimainkan. Bahayanya kelompok radikal non teroris, dan ini yang membuat kelompok teroris itu menjadi tidak jelas," katanya dalam sebuah diskusi di Universitas Paramadina, Jakarta, Rabu (4/5/2011).
 
Ansyaad juga menanggapi keinginan sejumlah pihak agar pemerintah tak semata-mata menggunakan pendekatan represif dengan mengandalkan Detasemen Khusus 88 Antiteror dalam memberantas terorisme, tetapi juga melakukan deradikalisasi. Deradikalisasi terutama dilakukan terhadap ratusan tersangka teroris yang berhasil ditangkap polisi.
 
Ansyaad mengatakan, deradikalisasi tidak cukup dilakukan dengan khotbah. "Kita menganggap dengan khotbah mereka jadi ikut, tapi mereka (kelompok) radikal itu lain," katanya.
 
Ansyaad mencontohkan kelainan kelompok radikal yaitu khotbah-khotbah mereka yang selalu mengobarkan kebencian pada pemerintah dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karena itu, kata dia, pendekatannya haruslah fisik dan hukum.
 
"Harus melakukan tindakan fisik, ya hukum," ujarnya.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

(abe)

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Komen