Jumaat, 13 Mei 2011

Sindikasi international.okezone.com

Sindikasi international.okezone.com


Qatar Hentikan Upaya Mediasi Krisis Yaman

Posted: 13 May 2011 06:02 AM PDT

SANAA - Qatar memutuskan untuk menarik diri dari upaya mereka mengakhiri krisis politik yang terjadi di Yaman. Mereka menilai Presiden Ali Abdullah Saleh sebagai sumber kebuntuan politik di negara itu.


Qatar merupakan salah satu dari enam Negara Teluk yang mengupayakan negosiasi lengsernya Presiden Saleh, yang telah berkuasa selama 32 tahun. Sebelumnya Negara Teluk bersedia untuk memberikan kekebalan kepada Presiden Saleh, sebagai ganti dirinya mundur dari jabatan presiden.


Protes yang sudah berlansung selama tiga bulan yang dilakukan oleh rakyat Yaman, sepertinya tidak membuat Presiden Saleh merubah pendiriannya. Protes yang disertai insiden berdarah ini bahkan, telah menewaskan 150 warga yang turut serta dalam aksi protes. Demikian diberitakan Associated Press, Jumat (13/5/2011).


Enam Negara Teluk yang membentuk Dewan Kerja Sama Negara Teluk, khawatir ketidakstabilan yang terjadi di Yaman dapat menyebabkan gangguan di negara kawasan tersebut.


Sementara mundurnya Qatar ini dicibir oleh Pemerintah Yaman. Mereka menyebutkan bahwa Qatar memihak kepada pengunjuk rasa, tetapi mereka tetap keputusan penarikan diri Qatar ini.

(faj) Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Oposisi Libya Cari Dana ke Gedung Putih

Posted: 13 May 2011 05:02 AM PDT

WASHINGTON - Pihak oposisi Libya akan melakukan pertemuan dengan pejabat Amerika Serikat (AS) di Washington, hari ini. Mereka mengupayakan dukungan dana dan diplomasi dalam upaya menjungkalkan rezim Moammar Khadafi yang berkuasa saat ini.


Pimpinan Dewan Transisi Nasional Mahmoud Jebril akan melakukan pertemuan dengan penasihat keamanan Presiden Barack Obama, Tom Donilon. Pertemuan juga dilakukan dengan pejabat senior AS lainnya. Demikian diberitakan Reuters, Jumat (13/5/2011).


Jebril, seorang teknokrat didikan AS menjadi sosok utama di pihak oposisi Libya. Dia mengajukan bantuan dengan meminta sebagian dana milik Khadafi yang berada di AS. Dana tersebut diketahui sudah dibekukan saat ini. Dana ini nantinya akan digunakan untuk membiayai pembelian senjata bagi pihak oposisi.


Pertemuan di Washington ini dilakukan satu hari setelah Ketua Dewan Transisi Nasional Mustafa Abdel Jalil melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris David Cameron di London. Dalam pertemuan tersebut, Jalil berhasil mendapatkan bantuan dana dari Inggris.


Pasukan oposisi selama tiga bulan terakhir di Kota Benghazi dan di sebelah timur negara tersebut. Sementara pasukan Khadafi terus memperkuat diri di Ibu Kota Libya, Tripoli dan hampir seluruh wilayah barat Libya.


Oposisi mengatakan bahwa pihaknya memerlukan dana secepatnya untuk membayar gaji dan menjalankan pemerintahan di beberapa wilayah yang mereka kendalikan. 

Merekapun menginginkan legitimasi internasional untuk mencairkan dana milik Khadafi yang sudah dibekukan. 

(faj) Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Komen