Sabtu, 21 Mei 2011

KOMPAS.com - Regional

KOMPAS.com - Regional


TKI Ruliyawati Sudah Berkeluarga

Posted: 18 May 2011 10:02 AM PDT

KENDAL KOMPAS.com — Ruliyawati (30), bukan Ruliwati sebagaimana pernah diberitakan sebelumnya, tenaga kerja Indonesia (TKI) wanita asal Dukuh Cipluk, Desa Sidokumpul, Patean, Kendal, Jawa Tengah, yang bekerja di Singapura dan diduga telah dibunuh pacarnya warga negara Banglades, sudah berkeluarga.

Korban mempunyai seorang anak bernama Marvel Eki Saputra (4), hasil pernikahannya  dengan Sodikun (24). Ketika ditemui Kompas.com di rumahnya, Sodikun masih shock dan berada di kamar bersama anaknya.

Menurut ibu korban, Misriah (47), sejak mendapat kabar kalau istrinya meninggal, menantunya langsung mengurung diri dan sulit diajak bicara. "Dia masih shock dan tidak mau menemui semua tamu yang datang ke rumah," kata Misriah.

Ia menambahkan, korban mempunyai adik bernama Lukman Hakim (23). Korban terakhir kontak dengan keluarga sekitar 15 hari sebelum meninggal. "Saya sendiri baru pulang dari Malaysia sekitar awal tahun 2010. Jadi saya sempat bertemu dengan anak saya," katanya.

Selama lebih dari 10 tahun Misriah menjadi TKI di Malaysia. Saat ia meninggalkan ke Malaysia pertama kali, korban masih berusia sekitar 12 tahun dan adiknya 5 tahun. Korban sempat mengenyam pendidikan sampai lulus SMP.

"Informasinya, sebelum menikah, anak saya juga pernah berangkat ke Singapura, tapi hanya satu tahun," ucap Misriah.

Terkait meninggalnya anak perempuannya itu, Misriah menyatakan tidak terima karena ketika berangkat ke Singapura anaknya dalam keadaan sehat. "Sampai saat ini kami belum tahu penyebab kematian anak saya. Saya minta PJTKI Dava Putra Jaya yang memberangkatkan anak saya, memenuhi kewajibannya," tambahnya.

Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Dua Residivis Bacok Polisi, Satu Tewas

Posted: 18 May 2011 09:43 AM PDT

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Dua residivis, Sigit (21) dan Kidin (21), warga Sedayu, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, ditembak polisi, Rabu (18/5/2011) dini hari.

Penembakan dilakukan karena keduanya menyerang Bripka Yohanes Tomi Astomo, anggota Opsnal Buser Polresta Yogyakarta, dengan parang ketika kepergok mencuri helm di depan warung internet di Jalan Godean Kilometer 7,5 Sleman, DI Yogyakarta.

Sigit tewas di tempat kejadian karena dadanya ditembus timah panas. Adapun Kidin luka pada dua kakinya yang diterjang peluru.

Sementara Bripka Yohanes Tomi Astomo mengalami luka bacok di bagian dahi dan dua jari tangannya nyaris putus karena menangkis serangan kedua residivis itu.

Kejadian berawal ketika Rabu dini hari pukul 03.30, Bripka Yohanes Tomi Astomo, anggota Opsnal Buser Polresta Yogyakarta, sedang melintas di Jalan Godean dengan menaiki sepeda motor. Ia lalu melihat Sigit, seorang residivis, yang dikenalnya sedang duduk-duduk di depan sebuah warnet di jalan itu.

Tomi langsung mendekati tempat sigit duduk. Namun, tiba-tiba Kidin datang dari arah belakang dan memukul polisi itu dengan helm yang baru saja dicurinya. Aksi Kidin disusul dengan bacokan parang oleh Sigit ke muka anggota Polresta Yogyakarta tersebut.

Tomi menangkis sehingga dua jarinya nyaris putus. Parang pun tetap mengenai dahinya. Merasa terancam jiwanya karena dikeroyok dua pencuri, Tomi mengeluarkan senjata api miliknya dan menembak kedua residivis tersebut.

Sigit tersungkur setelah tertembak di bagian dada, sedangkan Kidin terkena tembakan di kedua kakinya.

Baik Sigit, Kidin, maupun Tomi terkapar bersimbah darah. Warga yang berada di warnet keluar dan melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. Sigit tewas di tempat, sedangkan Kidin dan Tomi yang mengalami luka-luka segera dilarikan ke rumah sakit.

Jenazah Sigit dibawa ke RSUP Sardjito, sedangkan Kidin dirawat di RS Bhayangkara Polda DIY di Kalasan, Sleman. Sementara Tomi dirawat di RS Panti Rapih dan mendapatkan 12 jahitan di kepala dan tangannya.

"Anggota kami sudah prosedural dalam penggunaan senjata api. Saya langsung ke TKP begitu mendapatkan laporan. Tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada warga yang bertindak cepat melapor ke polisi mengenai peristiwa ini," ungkap Kapolresta Yogyakarta Ajun Komisaris Besar Mustaqim ketika memberikan keterangan pers di Markas Polresta Yogyakarta, Rabu (18/5/2011).

Kapolresta Yogyakarta menambahkan, pihaknya sudah mengamankan helm yang dicuri dan sebilah parang yang dipakai untuk membabat Tomi.

Kapolda DI Yogyakarta Brigjen (Pol) Ondang Sutarsa menyatakan salut dan bangga kepada Tomi yang berhasil melumpuhkan dua pencuri bersenjata tajam meskipun harus mendapatkan luka di tubuhnya.

"Kami menyampaikan penghargaan kepada anggota kami atas keberaniannya dan kepekaannya dalam mengendus adanya kejahatan yang ada di sekitarnya," ujar Ondang.

Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Komen