Jumaat, 20 Mei 2011

KOMPAS.com - Regional

KOMPAS.com - Regional


Dua Nelayan Hilang Bersama Perahu

Posted: 20 May 2011 08:19 AM PDT

Kecelakaan Laut

Dua Nelayan Hilang Bersama Perahu

K4-11 | Glori K. Wadrianto | Jumat, 20 Mei 2011 | 15:19 WIB

GUNUNGKIDUL, KOMPAS.com - Dua orang nelayan pantai Sadeng hilang. Mereka adalah Wagimin (52) dan Salam (49), warga Desa Pucung, Kecamatan Girisubo, pada Kamis (19/5/2011) malam. Hingga sore ini, (Jumat, 20/5/2011) keduanya masih hilang dan dicari oleh tim SAR gabungan.

Kuat dugaan hilangnya kedua nelayan tersebut akibat mesin perahu rusak. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua nelayan berangkat ke laut pada Kamis sore menggunakan perahu jenis jukung bertuliskan "Dharma Rahayu" berwarna biru.

Pada pukul 22.00 WIB, usai menarik jaring, kedua nelayan tersebut menghubungi tim SAR Wilayah I Pantai Sadeng. Melalui ponsel mereka memberitahukan bahwa mesin perahu mengalami kerusakan pada posisi sekitar 15 mil dari pantai Wediombo dengan kondisi angin yang kencang.

Atas laporan tersebut, koordinator tim SAR Korwil I Pantai Sadeng, Subowo, menurunkan dua kapal dengan dengan 10 personil untuk melakukan pencarian. "Sekitar pukul 22.00 kedua nelayan tersebut masih bisa berkomunikasi dengan saya menggunakan telepon seluler, tapi sejam kemudian sudah tidak bisa dihubungi lagi," kata Subowo.

Sementara tim SAR yang melakukan pencarian tidak menemukan keberadaan perahu jukung yang ditumpangi dua nelayan tersebut di titik 15 mil dari pantai Wediombo seperti yang diinformasikan.

Pencarian terus dilakukan hingga Jumat (20/05/2011) siang. "Sampai saat ini pencarian terus kami lakukan, semoga saja bisa segera ditemukan," tegasnya.

Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by

Kirim Komentar Anda

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

HIV/AIDS Mulai Menyerang Usia Produktif

Posted: 20 May 2011 08:17 AM PDT

DENPASAR, KOMPAS.com - Virus HIV penyebab AIDS menyerang sebagian besar usia produktif di Bali, yakni mencapai 79,88 persen dari penyidap virus hilangnya kekebalan daya tubuh tersebut yang mencapai 4.314 kasus.

"Usia produktif antara umur 20-29 tahun yang terjangkit HIV/AIDS sebanyak 1.932 orang (44,78 persen) dan usia 30-39 tahun 1.514 orang (35,10 persen), sehingga total penderita mencapai 79,88 persen," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr Nyoman Suteja didampingi Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) dr Ketut Subrata di Denpasar, Jumat (20/5/2011).

Ia mengatakan, penderita hilangnya kekebalan daya tubuh usia 20-29 persen yang menempati persentase tertinggi itu terdiri atas AIDS 769 orang meliputi laki-laki 577 orang dan perempuan 192 orang. Sementara penderita HIV 1.163 orang meliputi laki-laki 652 orang dan perempuan 511 orang.

Demikian pula usia 30-39 tahun mencapai 1.514 orang yang meliputi AIDS 851 kasus terdiri atas laki-laki 705 orang dan perempuan 146 orang, serta HIV 663 kasus (laki-laki 417 orang dan perempuan 246 orang).

Nyoman Suteja menjelaskan, penyakit HIV/AIDS yang telah menyebar ke delapan kabupaten dan satu kota di Bali juga tercatat menyerang usia di bawah satu tahun sebanyak 39 kasus (0,90 persen).

Usia satu hingga empat tahun sebanyak 75 kasus (1,74 persen), usia 5-14 tahun sembilan kasus (0,21 persen) dan usia 15-19 tahun 93 kasus (2,16 persen).

"Selain itu juga penderita usia 50-59 tahun sebanyak 142 kasus (3,29 persen) dan usia 60 tahun ke atas 27 kasus (0,63 persen)," ujar Suteja.

Pemerintah Provinsi Bali beserta segenap jajaran di kabupaten/kota melakukan upaya yang maksimal untuk menekan sekecil mungkin penyakit yang mematikan tersebut.

Upaya tersebut didukung dengan penerapan Peraturan Daerah (Perda) Bali Nomor 3 tahun 2006 tentang Kondomnisasi. Upaya tersebut diharapkan mendapat dukungan dari seluruh lapisan masyarakat untuk menghindari perbuatan yang beresiko tinggi terserang HIV.

Hal itu perlu ditekankan mengingat 72,04 persen penularan tersebut akibat heterosex. "Penggunaan jarum suntik secara bersama-sama oleh para pelaku narkota, yakni 17,80 persen, homo 5,73 persen, prenatal (bayi sebelum lahir) 2,41 persen dan tidak diketahui secara pasti 2,02 persen," tutur Nyoman Suteja.

Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Komen