Sabtu, 14 Mei 2011

KOMPAS.com - Regional

KOMPAS.com - Regional


Merpati MA-60 Batal Mendarat di Utarom

Posted: 14 May 2011 06:43 AM PDT

KAIMANA, KOMPAS.com — Empat pesawat yang akan mendarat di Bandara Utarom, Kaimana, Papua Barat, Sabtu (14/5/2011), terpaksa tak bisa mendarat tepat waktu akibat cuaca buruk. Bahkan, salah satunya, pesawat Merpati MA-60 tujuan Nabire-Kaimana-Sorong, terpaksa batal mendarat dan kembali ke Nabire.

Kepala Bandara Utarom Gagarin Moniaga mengakui, pesawat Merpati MA-60 tujuan Nabire ke Kaimana seharusnya mendarat sekitar pukul 11.00, tapi batal mendarat akibat cuaca buruk, yakni hujan disertai angin kencang. Pesawat sudah berputar-putar beberapa kali guna memastikan bisa tidaknya mendarat. Namun, karena cuaca buruk dan pilot Merpati tak mau mengulangi kejadian serupa pekan lalu, akhirnya pesawat diterbangkan lagi ke Nabire.

Belum diketahui kapan pesawat Merpati itu akan berangkat kembali ke Kaimana. Sejak pagi, cuaca di Kaimana memang banyak kabut, angin kencang, dan awan gelap.

Selain pesawat Merpati, tiga pesawat dari dua maskapai penerbangan juga terkendala cuaca buruk saat akan mendarat. Dua pesawat Express Air, dari Nabire dan Manokwari, rata-rata terlambat sekitar satu jam. Seharusnya, jadwal kedatangan pesawat Express Air dari Nabire pukul 09.30, tapi masuk ke bandara sekitar pukul 10.30, demikian pula dari Manokwari tiba pukul 11.00 dari jadwalnya pukul 10.00.

Adapun pesawat Wings Air dari Ambon juga terlambat mendarat. Begitu cuaca mulai baik dan setelah menunggu satu jam, semua pesawat berangkat lagi. Terbatasnya fasilitas di Bandara Utarom, atau hampir kebanyakan bandara di wilayah Papua, menyulitkan pendaratan pesawat. Minimnya fasilitas itu antara lain tak adanya lampu landasan yang berfungsi memandu pesawat mendarat.

Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Sebelumnya, Empat Teroris Ditangkap

Posted: 14 May 2011 06:06 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyergapan dua terduga teroris di Jalan Pelajar Pejuang, Cemani, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (14/5/2011) dini hari, merupakan hasil pengembangan dari penangkapan empat terduga teroris sebelumnya.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Boy Rafli Amar, mengatakan, empat terduga teroris yang ditangkap sebelumnya yakni Edi T alias Edi Jablay, Ari Budi alias Abas alias Irwan, Hari Budiarto alias Nobita, dan Aripin Haryono. Mereka ditangkap Kamis (12/5/2011).

Dari penggeledahan di rumah Hariyanto di Jalan Perkutut, Banmati, Sukoharjo, jelas Boy, pihaknya menyita 183 butir peluru kaliber 9 mm dan 381 butir peluru kaliber 5,56. Penangkapan keempatnya merupakan pengembangan dari para tersangka yang terlibat aksi teror bom bunuh diri di Cirebon, Jawa Barat.

"Mereka (4 terduga teroris) sebagai kelompok pemasok senjata api dan amunisi, termasuk granat. Saat ini masih diperiksa secara intensif oleh Densus 88," kata Boy melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Sabtu.

Seperti diberitakan, dalam baku tembak di Solo dini hari tadi, dua terduga teroris, yakni Sigit Qurdowi dan pengawalnya, Hendro, tewas tertembak. Sigit menembak saat hendak ditangkap. Tembakan Sigit menewaskan Nur Iman, pedagang angkringan tak jauh dari lokasi kejadian.

Dari para tersangka, kepolisian menyita dua pucuk senjata api jenis FN, satu pucuk jenis Baretta, satu granat manggis aktif, dan sekitar 100 butir peluru untuk FN.

Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Komen