Rabu, 11 Mei 2011

KOMPAS.com - Regional

KOMPAS.com - Regional


TNI Gadungan Nangis di Korem

Posted: 11 May 2011 07:34 AM PDT

Penipuan

TNI Gadungan Nangis di Korem

K22-11 | Glori K. Wadrianto | Rabu, 11 Mei 2011 | 14:34 WIB

BONE, KOMPAS.com - Seorang karyawan salah satu dealer kendaraan di Bone, Sulawesi Selatan, AB, menangis tersedu-sedu saat diamankan di Makorem 141 Toddopuli (TP), Rabu (11/5/2011). AB diamankan setelah diketahui sebagai anggota TNI gadungan yang mengaku memiliki jabatan Kasdim di Kodim Soppeng.

Saat diinterogasi langsung oleh Komandan Korem 141 TP, Letkol Inf Syukran Hambali, AB nampak ketakutan dan menangis terisak-isak hingga membuat sejumlah anggota TNI yang ada tertawa.

"Saya dulu bercita-cita menjadi anggota TNI, tapi tidak lolos, dan saya tidak bermaksud untuk berbuat pidana hanya ingin diketahui sebagai anggota TNI," ungkap AB sambil terisak.

Dia mengaku baru dua hari nekat mengaku sebagai anggota TNI, dan sering bertemu dengan salah seorang anggota Intel Korem, yang berhasil dikelabuinya, sebelum terbongkar aksi penyamarannya itu.

Meskipun AB tidak menggunakan seragam atau tanda keanggotaan TNI, namun dia mengetahui betul jabatan dan struktur kepangkatan dalam intitusi tersebut. Beruntung anggota intel Korem yang sempat dikelabuinya selama dua hari itu, mencoba meyakinkan benar tidaknya AB sebagai anggota TNI. Ia lantas memberikan bahasa simbol yang biasa digunakan TNI, namun pelaku tidak mengetahuinya. Karena kasus itu AB langsung diamankan di Makorem.

Syukran sempat kaget atas ulah AB yang mengaku berpangkat Mayor itu. "Untuk prosesnya kami serahkan ke Polisi saja, karena belum diketahui motif jelasnya apakah pernah mencoreng nama institusi kami atau tidak," ungkap Syukran.

Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by

Kirim Komentar Anda

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Belum Bayar PBB, Jatah Raskin Ditahan

Posted: 11 May 2011 06:47 AM PDT

PINRANG, KOMPAS.com — Ratusan warga miskin dari tiga dusun di Desa Ujung Lero, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, harus gigit jari. Pasalnya, beras untuk mereka disandera dan tidak dibagikan oleh kepala desa.

Penyanderaan beras untuk warga miskin (raskin) tersebut terjadi lantaran mereka belum melunasi pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). "Raskin warga tidak dibagikan, dengan alasan masih banyak warga yang belum melunasi iuran PBB-nya. Tidak tahu, apakah antara raskin dan PBB ada kaitannya," kata Pung, warga setempat, kepada Kompas.com, Selasa (10/5/2011).

Warga menyesalkan pemerintah desa yang menahan raskin hingga lima bulan lamanya. Padahal, kata mereka, jatuh tempo pembayaran PBB untuk priode tahun ini masih menyisakan waktu beberapa bulan lagi.

Warga menilai, alasan pemerintah desa terlalu mengada-ada dan hanya menambah keprihatinan warga setempat, yang sebagian besar bekerja sebagai nelayan dan buruh tali tambang.

"Warga di sini kerjanya hanya melaut. Hasil menjadi nelayan belum bisa menjamin kebutuhan hidup mereka, sudah direpotkan dengan PBB. Padahal, warga juga tidak pernah mangkir dari PBB, cuma memang agak lambat bayarnya, tapi juga tidak pernah menunggak," kata Pung lagi.

Himma, warga Ujung Lero, mengharapkan kebijakan pihak pemerintah desa setempat untuk lebih mengedepankan kebutuhan warga. Himma mengatakan, dengan menahan beras warga miskin yang belum melunasi PBB-nya, hal itu justru menimbulkan kejengkelan warga.

"Kami tahu 'Pak Desa' mengejar prestasi menjadi desa tercepat mencapai target iuran PBB. Tapi, jangan karena kejar prestasi, kami ikut dirugikan. Toh, masa jatuh tempo pembayaran PBB masih panjang. Kami butuh waktu untuk mengumpulkan uang guna melunasinya," paparnya dengan nada jengkel.

Kepala Desa Ujung Lero Sudirman Ibrahim ketika dihubungi Kompas.com melalui telepon selulernya, Selasa (10/5/2011), tidak berhasil dikonfirmasi. Orang yang menerima telepon mengatakan, ponsel sang kepala desa ketinggalan. "Handphone-nya ketinggalan," katanya.

Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Komen