Sabtu, 14 Mei 2011

KOMPAS.com - Internasional

KOMPAS.com - Internasional


Pimpinan IMF Ditahan Karena Pelecehan

Posted: 15 May 2011 02:15 AM PDT

NEW YORK, KOMPAS.com - Pemimpin International Monetary Fund  (IMF) yang juga berpotensi menjadi calon presiden Perancis diminta turun dari pesawat ketika hendak terbang ke Paris dan diinterogasi polisi terkait laporan pelecehan seksual terhadap seorang pegawai hotel.

Dominique Strauss-Kahn diturunkan dari pesawat Air France di Bandara Internasional John F. Kennedy oleh petugas dari Otoritas Pelabuhan New York dan New Jersey. Ia kemudian diserahkan kepada polisi hari Sabtu sore waktu setempat (14/5/2011), kata Paul J. Browne, juru bicara Departemen Kepolisian New York.

Strauss-Kahn diperiksa polisi New York bagian penanganan khusus, namun belum ada tuduhan dikenakan padanya.

Menurut penuturan korban yang berusia 32 tahun, peristiwa pelecehan terjadi saat ia memasuki kamar Strauss-Kahn di Sofitel dekat Manhattan Times Square sekitar pukul 13 siang hari Sabtu. Tiba-tiba Strauss-Kahn muncul dari kamar tidur dengan keadaan telanjang, lalu mendorongnya dan mencoba melakukan aktivitas seksual. Setelah meronta, korban berhasil melepaskan diri dan lari untuk melaporkan kepada staf hotel apa yang terjadi. Pihak hotel kemudian memanggil polisi.

Ketika polisi tiba beberapa saat kemudian, Strauss-Kahn sudah pergi dari hotel, namun ia meninggalkan ponsel dan barang-barang pribadi lainnya. "Tampaknya ia pergi secara terburu-buru," kata Browne.

Polisi kemudian menemukan dia di bandara dan menghubungi Otoritas Bandara, yang kemudian menurunkan Kahn dari pesawat Air France yang siap berangkat.

Adapun pegawai hotel yang menjadi korban telah dibawa polisi ke rumah sakit setempat. John Sheehan, juru bicara hotel, mengatakan stafnya siap bekerjasama dengan pihak berwenang dalam penyelidikan.

William Murray, juru bicara IMF di Washington, mengatakan IMF belum bisa berkomentar atas laporan penangkapan Strauss-Kahn.

Strauss-Kahn pernah diselidiki tahun 2008 terkait laporan "hubungan tidak layak" dengan karyawan perempuannya.

Strauss-Kahn yang usianya kini 62 tahun, ditolak oleh golongan Sosialis Perancis saat mencalonkan diri sebagai kandidat presiden tahun 2006. Ia pernah menjabat menteri keuangan Perancis di 1997-1999, dan dikabarkan bakal menjadi penantang Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dalam pemilu 2012.

Sebagai mantan profesor ekonomi, Strauss-Kahn bergabung dengan Partai Sosialis tahun 1976 dan diangkat menjadi anggota parlemen tahun 1986 mewakili distrik Val-d'Oise, utara Paris. Dia kemudian menjadi walikota Sarcelles, sebuah daerah pinggiran kelas pekerja imigran Paris.

Posisi pertamanya di pemerintahan adalah sebagai Menteri Perindustrian di bawah mantan Presiden Francois Mitterrand. Sebagai menteri keuangan, ia mengurangi pembayaran utang Perancis melalui privatisasi termasuk penjualan saham di France Telecom SA dan Air France.

Strauss-Kahn adalah ayah dari empat orang anak. Istri ketiganya, Anne Sinclair, adalah mantan presenter televisi.

Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Sipil Bersenjata Lukai 15 Demonstran

Posted: 14 May 2011 08:20 PM PDT

SANA'A, KOMPAS.com — Sejumlah warga sipil bersenjata menembak demonstran antipemerintah di kota terbesar kedua Suriah, Taez, Sabtu (14/5/2011). Menurut dokter dan saksi, akibat kejadian itu, 15 demonstran terluka.

Ketegangan meningkat di Yaman ketika pemimpin Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), Abdullatif al-Zayani, diperkirakan akan tiba di Sana'a dalam upaya baru untuk mengakhiri krisis di Yaman. Ia akan meyakinkan pihak-pihak yang bersaing di sana untuk menandatangani rencana yang diperantarai Teluk, yang akan menyaksikan Presiden Ali Abdullah Saleh mundur dalam 30 hari, demikian pernyataan sumber yang mengetahui kepada AFP.

Presiden akan mengajukan pengunduran dirinya kepada parlemen dalam 30 hari, diikuti dengan pemilihan presiden dua bulan kemudian. Ia dan pembantu-pembantu pentingnya akan diberikan kekebalan dari penuntutan.

Puluhan ribu orang ikut berdemonstrasi di jalan utama di kota itu yang terjadi sehari setelah Saleh menolak mentah-mentah seruan dari sekutu lamanya, AS, untuk setuju mundur "sekarang", kata saksi tersebut.

Loyalis Saleh menembak demonstran, melukai 15 orang dengan berondongan peluru tajam, kata dokter dan saksi. Seorang dari mereka yang terluka telah meninggal secara klinis, kata seorang pejabat medis.

Sementara itu, demonstran telah menangkap tiga penyerang yang mereka lukiskan sebagai "perang jahat bersenjata" rezim, kata penyelenggara demonstrasi.

Pemogokan umum telah diserukan oleh oposisi yang secara luas mengawasi di Taez, saksi itu menambahkan.

Hari Jumat, ibu kota Sana'a menyaksikan demonstrasi besar pendukung dan penentang presiden. Saleh menyatakan kepada demonstrasi pendukungnya: "kita tidak akan tetap pasif dalam menghadapi para pelanggar hukum" dan memperingatkan oposisi untuk "berhenti bermain dengan api".

Juru bicara oposisi di parlemen, Mohammed Qahtan, mengatakan kepada stasiun televisi Al Arabiya, pernyataan presiden itu berarti "pernyataan perang".

Pasukan elite Garda Republik telah membunuh sedikitnya tiga demonstran antipemerintah di kota Ibb di selatan, Jumat, menurut sumber oposisi dan saksi. Kematian-kematian itu menjadikan 179 jumlah orang yang tewas dalam tiga bulan demonstrasi terhadap rezim Saleh, menurut hitungan korban yang dikumpulkan dari aktivis dan petugas medis.

Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Komen