Selasa, 10 Mei 2011

KOMPAS.com - Internasional

KOMPAS.com - Internasional


1.100 Perempuan Diperkosa Setiap Hari

Posted: 11 May 2011 02:58 AM PDT

Kekerasan Seksual di Kongo

1.100 Perempuan Diperkosa Setiap Hari

Egidius Patnistik | Rabu, 11 Mei 2011 | 09:58 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com — Lebih dari 1.100 perempuan diperkosa setiap hari di Republik Demokratik Kongo (DRC). Demikian menurut sebuah studi yang diterbitkan di American Journal of Public Health, Selasa (10/5/2011). Angka itu menunjukkan bahwa kekerasan seksual terhadap perempuan di negara tersebut 26 kali lipat dari yang diperkirakan sebelumnya.

Berdasarkan studi tersebut, lebih dari 400.000 perempuan dan anak gadis berusia 15-49 tahun telah diperkosa di negara yang tercabik perang di Afrika Tengah itu selama 12 bulan pada tahun 2006 dan 2007. Berdasarkan laporan PBB sebelumnya, kasus pemerkosaan dalam jangka waktu yang sama hanya 15.000 kasus.

"Hasil (studi) kami memastikan bahwa perkiraan sebelumnya tentang pemerkosaan dan kekerasan seksual sangat jauh dari prevalensi yang sesungguhnya tentang kekerasan seksual yang terjadi di DRC," kata Amber Peterman, penulis utama studi tersebut.

Bahkan, menurut Peterman, angka hasil studi itu masih merupakan perkiraan yang konservatif dari prevalensi yang sesungguhnya tentang kekerasan seksual tersebut. Sebab, tidak semua kasus terdata atau terlaporkan karena takut soal stigma, malu, dan pengucilan sosial.

Penelitian tersebut, yang mengumpulkan data dari tahun 2007, tidak mencakup kekerasan seksual di antara perempuan muda yang berusia kurang dari 15 tahun atau perempuan yang lebih tua dari 49 tahun. Penelitian itu juga tidak memasukkan kekerasan seksual di antara anak laki-laki dan lelaki dewasa.

"Meskipun data kekerasan seksual di kalangan kelompok ini tidak pasti, sebuah review dari catatan terhadap 4.133 perempuan yang mengunjungi Rumah Sakit Panzi di Sud Kivu menunjukkan 6 persen (dari mereka) lebih muda dari 16 tahun dan 10 persen lebih tua dari 65 tahun," kata studi itu. "Selain itu, Human Rights Watch melaporkan bahwa kekerasan seksual pada tahun 2009 dua kali lipat dibandingkan tahun 2008. Jika laporan itu akurat, prevalensi kekerasan seksual tersebut mungkin bahkan lebih tinggi dari perkiraan yang kami sampaikan."

Mengomentari studi itu, Michael van Rooyen, Direktur Harvard Humanitarian Initiative, mengatakan, "Pemerkosaan di DRC telah menjadi kanker yang menyebar ke mana-mana di tengah iklim impunitas dan telah muncul sebagai salah satu krisis kemanusiaan besar pada saat ini."

Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by

Kirim Komentar Anda

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Ramalan Gempa Bikin Roma Panik

Posted: 11 May 2011 01:43 AM PDT

Ramalan Gempa Bikin Roma Panik

Egidius Patnistik | Rabu, 11 Mei 2011 | 08:43 WIB

ROMA, KOMPAS.com — Jika kota Roma terlihat agak lengang pada Rabu ini, mungkin karena ribuan penduduk pergi ke luar kota setelah mendengar ada ramalan akan terjadi gempa bumi hebat di Roma. Ramalan menyeramkan itu disampaikan seorang seismolog yang sudah meninggal.

Selama beberapa bulan terakhir ini, situs internet, blog, dan jejaring sosial di Italia diramaikan oleh pembicaraan mengenai ramalan tersebut. Seismolog itu, Raffaele Bendandi—yang mengklaim telah berhasil meramalkan beberapa gempa bumi—menurut rumor di internet meramalkan akan terjadi gempa besar di Roma, Rabu.

Jaringan televisi nasional RAI telah menayangkan program yang dimaksudkan untuk menenangkan agar warga tidak panik. Sayangnya, warga kota tua itu lebih senang mendengarkan rumor dan tidak mengindahkan siaran televisi tersebut. "Saya akan mengatakan kepada bos saya bahwa saya berobat ke rumah sakit sehingga saya bisa mengajukan cuti pada Rabu," ujar Fabio Mengarelli, seorang pramusaji. "Jika saya harus mati, saya memilih mati bersama dengan istri dan anak saya." Banyak orang yang berpikiran demikian.

Bendandi yang meninggal tahun 1979 pada usia 86 tahun yakin bahwa hasil dari pergerakan planet, bulan, dan matahari dapat diramalkan. Pada tahun 1932, dia meramalkan akan terjadi gempa di kawasan Marches, Adriatik, pada 2 Januari. Ramalannya salah. Paola Lagorio, presiden asosiasi pengagum Bendandi yang menjaga semua manuskripnya, mengatakan, sama sekali tidak ada tulisan mengenai ramalan gempa di Roma pada tahun 2011. Jadi, itu ramalan siapa? (Reuters/JOE)

Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by

Kirim Komentar Anda

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Komen