Rabu, 4 Mei 2011

KOMPAS.com - Internasional

KOMPAS.com - Internasional


Pemimpin Al Qaeda Kaukasus Utara Tewas

Posted: 05 May 2011 03:11 AM PDT

Pemimpin Al Qaeda Kaukasus Utara Tewas

Egidius Patnistik | Kamis, 5 Mei 2011 | 10:11 WIB

imec-usa.com

Peta Kaukasus Utara, Rusia

TERKAIT:

MOSKWA, KOMPAS.com - Abdullah Kurdi, utusan Al Qaeda di Kaukasus Utara dan kepala koordinator urusan internasional jaringan teroris itu di wilayah bergolak tersebut tewas dalam operasi khusus di Chechnya, kata Komite Kontra-Terorisme Rusia, Rabu (4/5/2011).

"Di Republik Chechnya Abdullah Kurdi merupakan anggota kelompok-kelompok Arab yang disebut Al Qaeda di bawah komando Khattab, Abu al Walid dan Abu Havs, aktivitas ... yang ditumpas sebelumnya oleh Dinas Keamanan Federal Rusia dengan partisipasi dari aparat penegak hukum," kata komite itu dalam sebuah pernyataan.

Mereka menambahkan, Kurdi mengambil kendali Al Qaeda Kaukasus Utara  setelah kelompok itu hancur. Abdullah Kurdi bersama dengan dalang lain teroris Kaukasus Utara, Doku Umarov, mengorganisasikan sebagian besar serangan teroris yang melibatkan pembom bunuh diri di Rusia.

Kurdi juga koordinator arus masuk keuangan asing untuk para penjahat. Kurdi datang ke Kaukasus Utara Rusia tahun 1991 melalui Gorge Pankisi di Georgia.

Kematian Kurdi itu menyusul tewasnya Osama bin Laden pemimpin jaringan Al Qaeda global di Pakistan hari Minggu lalu oleh pasukan khusus Amerika Serikat.

Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by

Sumber :

ANT, RIA Novosti, OANA

Kirim Komentar Anda

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Osama, Ayah Otoriter bagi Anak-anaknya

Posted: 05 May 2011 01:38 AM PDT

GEDUNG Putih hari Selasa (3/5/2011) mengatakan bahwa istri pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden, tertembak di kakinya, tetapi tidak tewas. Ini meralat laporan sebelumnya yang menyebutkan dia tewas saat digunakan sebagai tameng manusia dalam tembak-menembak yang menewaskan Osama itu.

Berita lain pada Selasa menyebutkan bahwa Pemerintah Pakistan mengatakan, anggota keluarga Osama ada di tangan yang aman dan diurusi, dengan beberapa menjalani perawatan medis di fasilitas top.

"Ada pertanyaan-pertanyaan mengenai keberadaan para anggota keluarga Osama bin Laden," kata Kemlu Pakistan dalam sebuah pernyataan.

"Mereka ada di tangan yang aman dan diurusi sesuai dengan hukum. Beberapa dari mereka yang memerlukan perawatan medis mendapat perawatan di fasilitas yang terbaik."

Pemerintah mengatakan bahwa sesuai kebijakan, para kerabat itu akan diserahkan ke negara-negara asal mereka.

Pernyataan Kemlu itu tidak memberi jumlah kerabat yang ada di tangan mereka atau hubungan mereka dengan Osama. Namun, seorang pejabat keamanan mengatakan kepada AFP, dengan syarat tak diungkap identitasnya, bahwa ada 16 anggota keluarga, semua perempuan dan anak-anak, di tangan Pakistan.

"Mereka adalah perempuan dan anak-anak, tidak ada lelaki dewasa," katanya, menggambarkan mereka sebagai asal Timur Tengah, sebagian besar orang Saudi.

Namun, dia mengatakan bahwa karena sebagian masih mendapat perawatan dan yang lain masih shock, kewarganegaraan mereka tepatnya belum ditetapkan. Perempuan yang diperkirakan istri Osama itu cedera ketika dia menghadapi pasukan AS dan dirawat di sebuah fasilitas militer, rumah sakit militer gabungan, di Abbottabad. Dia berasal dari Yaman.

Osama (53) kabarnya mempunyai empat istri dan antara 12 dan 26 anak, menurut sumber-sumber berbeda, kata koran Inggris, The Guardian.

Amal al-Ahmed Sadah, istri keempatnya, adalah orang Yaman, yang dikawininya di Kandahar pada akhir tahun 1990-an. Pasangan itu kabarnya mempunyai seorang putri dan dua putra, lahir tahun 2002 dan 2003.

Osama berasal dari keluarga Bin laden, yang merupakan salah satu keluarga paling terkemuka di Arab Saudi. The Binladin Group, bisnis konstruksi keluarga, adalah yang terbesar di kerajaan itu.

Hubungan dalam keluarga besar itu rumit karena banyak di antara mereka tidak mengakui Osama setelah kewarganegaraan Saudi-nya dicabut tahun 1994 karena dugaan aktivitas teroris dan karena mengkritik dinasti Al Saud.

Istri pertama Osama adalah Najwa Ghanem. Perempuan Suriah ini adalah kemenakan ibu Osama, yang menikah dengan Osama tahun 1974 ketika mereka berusia 17 tahun dan menjelang 15 tahun.

Dari istri pertamanya itu Osama diketahui mempunyai beberapa putra, antara lain Saad bin Laden, yang kelahiran tahun 1979. Saad menyertai Osama di pengasingannya ke Sudan tahun 1991-1996, dan setelah itu ke Afganistan. Saad yang kabarnya beristri seorang perempuan Yaman itu diyakini bertanggung jawab atas pengeboman sebuah sinagoga Tunisa pada 11 April 2002, disangkutkan pada pengeboman bunuh diri pada 12 Mei 2003 di Riyadh, dan pengeboman di Maroko empat hari kemudian.

Dia diyakini masih berada di Iran, tetapi ada yang mengatakan, dia ditangkap atau dibuang oleh Pemerintah Iran ke Afganistan atau Pakistan karena diduga melakukan pengeboman di Qom tahun 2005.

Anak laki-laki Osama yang banyak muncul dalam pemberitaan adalah Omar, putra keempat Osama dan Najwa. Lahir tahun 1980, Omar pada tahun 2009 menerbitkan sebuah buku berjudul Growing up Bin laden, yang ditulisnya bersama ibunya.

Buku itu menggambarkan masa kecil dia dan saudara-saudaranya—sampai sebanyak 20 anak dari beberapa istri—yang dibesarkan sejak awal oleh seorang ayah yang otoriter, yang menolak kemewahan, termasuk penyejuk ruangan dan produk apa pun yang dianggap buatan Amerika.

Tumbuh tanpa tawa

Ibu dan anak itu menulis bahwa anak-anak itu tumbuh besar di Arab Saudi, Sudan, dan Afganistan tanpa tawa atau mainan, secara rutin dipukuli, dan kehilangan binatang kesayangan mereka yang tewas oleh eksperimen gas beracun oleh orang-orang ayah mereka.

Ketika mereka berangkat dewasa, ayah mereka meminta mereka untuk mau melakukan misi bunuh diri. Omar memprotes dan Osama menjawab, "Tempatmu di hatiku tak beda dengan lelaki atau anak lelaki mana pun di seluruh negeri. Itu berlaku bagi semua putraku."

Omar akhirnya menolak jalan hidup ayahnya dan meninggalkan kamp pelatihan di Afganistan beberapa bulan sebelum serangan 11 September.

Omar menceraikan istri pertamanya, yang memberinya seorang putra, setelah bertemu dengan Jane Felix-Browne, perempuan Inggris yang telah enam kali menikah dan 25 tahun lebih tua. Ibu tiga anak itu masuk Islam, menjadi Zaina, dan pasangan itu menikah akhir 2006. Mereka berpisah tahun lalu setelah Omar dirawat di rumah sakit jiwa dengan skizofrenia. (AFP/Reuters/DI)

Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Komen