Sabtu, 14 Mei 2011

detikcom

detikcom


Gedung Baru DPR Harusnya Bisa Kurang dari Rp 777 M

Posted: 14 May 2011 11:09 AM PDT

Minggu, 15/05/2011 01:09 WIB
Gedung Baru DPR Harusnya Bisa Kurang dari Rp 777 M 
Moksa Hutasoit - detikNews

Jakarta - Berdasarkan hasil evaluasi Kementerian Pekerjaan Umum (PU), pembangunan gedung baru DPR yang semula Rp 1,1 triliun bisa ditekan menjadi Rp 777 miliar. Angka itu bahkan dinilai masih bisa ditekan lebih rendah lagi.

"Saya yakin itu masih bisa ditekan lagi," kata pengamat kebijakan publik, Andrinof Chaniago kepada detikcom, Sabtu (14/5/2011).

Andrinof berharap, ada kajian mendalam dan transparan mengenai estimasi harga dengan melibatkan banyak pihak.

"Libatkan orang yang ahli dalam estimasi harga bangunan, hitung mengenai kebutuhan yang wajar," urai Andrinof yang juga berprofesi sebagai staf pengajar di
UI.

Oleh sebagian orang, mungkin pengurangan drastis angka itu sudah dianggap wajar. Namun bagi Andrinof, angka sebesar itu masih sangatlah fantastis. Ia juga menilai penurunan angka itu tidak lain sebagai upaya untuk meredam kritik publik.

"Angka itu wajar bagi orang-orang yang berkepentingan saja," tutupnya.

(mok/mok)

Follow twitter @detikcom dan gabung komunitas detikcom di facebook


Resort Nyaman DiBandung 350rb - Rp 350.000,- Beli

Tutup

  Share to Facebook:

You are redirected to Facebook

  Share via Email:

Share via Email


loadingSending your message

Message has successfully sent


Redaksi: redaksi[at]staff.detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Elin Ultantina di iklan[at]detiknews.com,
telepon 021-7941177 (ext.524).

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tetap Banyak Kejanggalan, Pembangunan Gedung Baru Harus Dihentikan

Posted: 14 May 2011 10:14 AM PDT

Minggu, 15/05/2011 00:14 WIB
Tetap Banyak Kejanggalan, Pembangunan Gedung Baru Harus Dihentikan 
Suci Dian Firani - detikNews

Jakarta - Proyek pembangunan Gedung DPR terus berjalan meski menuai kritik dari berbagai pihak. Indonesia Corruption Watch (ICW) merupakan salah satu pihak yang menentang keras pembangunan Gedung DPR. ICW menilai banyak kejanggalan dari proyek tersebut.

"Penurunan dana pembangunan Gedung DPR kan berdasarkan kajian dari Kementerian PU, itu menunjukan bahwa di level perencanaan saja sudah tidak baik dan banyak terjadi persoalan. Dari awal kami sudah menduga banyak yang janggal karena anggarannya selalu berubah-ubah," kata Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW, Abdullah Dahlan saat dihubungi detikcom, Sabtu (14/5/2011).

Menurutnya, saat ini belum tepat jika DPR ingin membangun gedung baru. Jika hanya untuk menampung staf ahli tambahan, gedung yang lama bisa ditata ulang atau direnovasi dengan jumlah anggaran yang jauh lebih sedikit.

"Secara substansi, dilihat dari dimensi yang bermasalah, maka pembangunan gedung baru DPR layak dihentikan. DPR belum tepat membangun gedung baru. Ruang masih banyak untuk bisa dimaksimalkan. Kalau alasannya untuk memenuhi kebutuhan staf ahli tambahan harusnya gedung tersebut ditata ulang agar bisa menampung keseluruhan staf tersebut atau direnovasi saja. Berdasarkan perhitungan ICW, renovasi gedung baru DPR hanya memerlukan biaya 72 miliar," imbuhnya.

Abdulah menambahkan, pembangunan gedung baru DPR hanya untuk mengejar rente serta demi kepentingan beberapa pihak saja dan jika pembangunan gedung terus dilanjutkan, maka status DPR sebagai wakil rakyat tidak pantas disandang lagi.

"Dari awal kami sudah melihat bahwa ada yang tidak beres dengan prosesnya yang tertutup dan perencanaannya yang tidak akurat, tetapi pimpinan BURT malah tetap memaksakan. Ini kan sebenarnya ada motif tersendiri, memburu rente. Di DPR juga sudah ada beberapa fraksi yang menolak, artinya memang ada pihak-pihak yang berkepentingan yang akan mendapat untung dari proyek tersebut. Jika pembangunan gedung baru terus dilanjutkan, maka status DPR sebagai wakil rakyat sudah putus," tandasnya.

(mok/mok)

Follow twitter @detikcom dan gabung komunitas detikcom di facebook


Resort Nyaman DiBandung 350rb - Rp 350.000,- Beli

Tutup

  Share to Facebook:

You are redirected to Facebook

  Share via Email:

Share via Email


loadingSending your message

Message has successfully sent


Redaksi: redaksi[at]staff.detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Elin Ultantina di iklan[at]detiknews.com,
telepon 021-7941177 (ext.524).

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Komen