Selasa, 3 Mei 2011

ANTARA - Mancanegara

ANTARA - Mancanegara


Intelijen AS: Gaddafi Masih Hidup

Posted: 03 May 2011 07:53 PM PDT

Pemimpin Libya Muammar Gaddafi. (FOTO ANTARA/REUTERS/Louafi Larbi)

Berita Terkait

Video

Washington (ANTARA News) - Para pejabat intelijen Amerika Serikat yakin pemimpin Libya Muamar Gaddafi, yang telah tidak tampak di depan umum sejak serangan rudal NATO yang menurut laporan telah menewaskan anak laki-lakinya, masih hidup, kata Direktur CIA Leon Panetta pada televisi NBC.

"Data intelejen terbaik yang kami miliki adalah bahwa ia masih hidup," kata Panetta dalam wawancara dengan NBC News, Selasa.

Gaddafi, yang merebut kekuasaan dalam kudeta 1969, tidak terlihat di depan umum sejak serangan rudal NATO Sabtu yang menghantam sebuah rumah di kompleksnya di Tripoli. Para pejabat Libya mengatakan Gaddafi selamat, tapi putra bungsunya dan tiga cucunya tewas.

NATO tidak dapat mengkonfirmasi laporan bahwa anak laki-laki Gaddafi, Seif al-Arab Gaddafi, telah tewas.

Lebih dari sebulan setelah negara-negara Barat memulai serangan udara terhadap Libya, pertempuran telah berlarut-larut antara pasukan yang setia pada Gaddafi dan pemberontak yang kurang dipersenjatai yang mengharapkan untuk memaksa Gaddafi secara cepat turun dari kekuasaan.

Beberapa pengkritik menyatakan NATO telah melampaui mandatnya dengan serangan Sabtu malam terhadao rumah di Tripoli itu. NATO bersikeras mereka hanya menyerang instalasi militer dan tidak berupaya untuk pemimpin Libya.
(*)

Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Bush Tolak Undangan ke Ground Zero

Posted: 03 May 2011 07:44 PM PDT

Mantan Presiden AS, George W Bush. (REUTERS.com)

Berita Terkait

Washington (ANTARA News) - Mantan presiden AS George W. Bush, yang masa jabatannya diwarnai oleh serangan 11 September, menolak undangan untuk bergabung dengan penggantinya Barack Obama di New York, kata beberapa pejabat Selasa (3/5).

Obama dijadwalkan mengunjungi Ground Zero, lokasi yang pernah jadi tempat World Trade Center di New York, Kamis, cuma beberapa hari setelah pasukan khusus AS pada akhir pekan lalu menyerbu tempat tinggal Osama bin Laden di Pakistan sehingga menewaskan pemimpin Al-Qaida dan "perencana" serangan tersebut.

Tapi pemimpin Al Qaida itu tidak bersenjata ketika pasukan khusus Amerika Serikat menyerang tempat tinggalnya di Abbottabad, Pakistan, "meskipun ia melawan sebelum ditembak", kata juru bicara Gedung Putih Jim Garner, Selasa.

Garney menolak memberikan perincian lain mengenai tindakan Osama bin Laden pada saat serangan itu.

"Perlawanan tidak (selalu) membutuhkan senjata api," katanya.

Meskipun Bush diundang untuk datang ke New York guna menghadiri acara itu, ia memutuskan untuk tak hadir, kata juru bicaranya.

"Mantan presiden Bush takkan hadir pada Kamis. Ia menghargai undangan tersebut, tapi telah memilih untuk, setelah masa jabatannya, menjauh dari tempat itu," kata juru bicara David Sherzer. "Ia terus merayakan bersama semua warga Amerika kemenangan penting ini dalam "perang melawan teror"."

Seorang pejabat Gedung Putih mengkonfirmasi Bush "diundang tapi tak bisa datang, yang tentu saja kami pahami".

Selama kunjungannya ke New York, Obama dijadwalkan bertemu dengan keluarga mereka yang tewas pada 11 September 2001, ketika Al-Qaida menabrakkan pesawat yang dibajak ke menara kembar World Trade Center, yang terkenal, kata beberapa pejabat Gedung Putih.
(*)

Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Komen