Khamis, 28 April 2011

Republika Online

Republika Online


Nasi Goreng Rendang Ala William Wongso

Posted: 28 Apr 2011 08:13 PM PDT

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA — Nasi Goreng boleh diboleh dibilang merupakan masakan favorit sebagian besar masyarakat Indonesia.  Maka jangan heran, nasi goreng bisa ditemukan mulai dari pedagang kaki lima hingga hotel sekelas bintang lima.

Bagaimana mengolah nasi goreng yang nyamnyam? "Nasi goreng yang enak itu nasi goreng dengan porsi yang sedikit. Tidak enak dibuat porsi banyak," papar pakar Kuliner, William Wongso saat berbagi tips memasak nasi goreng, dalam acara acara Electrolux Integrated Cooking Appliances yang berlangsung di Gran Melia, Jakarta, Kamis (28/4).

Dijelaskan Om Will, sapaan akrabnya, dia gemar sekali menggunakan bumbu sisa rendang untuk dijadikan nasi goreng. Menurut dia, nasi goreng merupakan masakan praktis yang bisa dibuat dengan bahan-bahan sederhana yang berasal dari sisa-sisa bahan-bahan masakan yang sayang untuk dibuang.

Meski  terbilang sisa, Om Wil menjamin nilai gizinya tidak akan berubah. "Sayangkan ada nasi sisa dibuang, terus kebetulan menyimpan bumbu rendang, ya sudah jadikan nasi goreng rendang saja," kata dia.

Menurut dia, inti dari kenikmatan nasi goreng itu terletak pada keraknya. Celakanya, kata dia,  sebagian masyarakat cenderung membuang kerak itu.

"Keraknya itu jangan dibuang. Kereknya itu membuat nasi goreng lebih enak.  Dengan melihat keraknya, kita bisa tahu kalau masih basah, berarti nasi gorengnya belum jadi. Jadi tidak heran, kalau buat nasi goreng dalam jumlah banyak maka rasanya tidak enak. Lha, keraknya itu tidak ada," kata dia sembari tersenyum.

Tips lainnya, kata Om Will, kalau ingin menambahkan telur, masukan pada bagian akhir. Ketika telur dimasukan, kata Om Will, maka seseorang harus pandai-pandai bermain api.

Kebanyakan, kata dia, sebagian masyarakat yang memasak lupa keasyikan sehingga masakan tiba-tiba gosong. "Jadi, kalau lihat restoran China yang memasak nasi goreng maka antrinya bukan main. Selain karena harus membuat satu per satu, mereka cukup lama memainkan api agar bumbu merata dan masakan tidak gosong," pungkas dia.

Berikut resep nasi goreng rendang ala William Wongso

Bahan:

Nasi  satu porsi,  
Daun bawang secukupnya
Cabe secukupnya
Bumbu rendang  dua sendok makan atau sesuai selera
Telur  satu butir,
Daging sesuai selera
Sayuran (sawi atau bisa digantikan yang lain)  
Garam

Cara memasak:

Masukan minyak goreng, lalu masukan daun bawang, cabai, sayuran, daging dan bumbu rendang, setelah menyatu, masukan nasi. Lalu aduk hingga bumbu rata. Tambahkan garam. Aduk kembali. Kemudian masukan  telur. Aduk-aduk hingga rata.

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Waspadai Meningitis, Si Kecil 2-10 Tahun Paling Rentan Terserang

Posted: 28 Apr 2011 06:07 AM PDT

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Penyakit infeksi selaput otak dan sumsum tulang belakang meningitis paling rentan menyerang anak usia 2-10 tahun. Meski kasus di Indonesia kebanyakan penderita adalah mereka yang telah dewasa.

"Di Indonesia yang banyak ke luar negeri adalah orang dewasa. Namun menjadi berbahaya jika kembali ke Indonesia dan menularkannya pada anak," kata Kepala Komite Penasehat Ahli Imunisasi Nasional Prof Dr.dr. Sri Rezeki Hadinegoro, Sp.A(K) dalam media briefing "Mari Lindungi Bangsa, Cegah Meningitis" di Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis (28/4).

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat kurang lebih 5-10 persen orang yang terkena penyakit meningitis meningokokus akan meninggal. Bahkan kematian terjadi pada mereka yang didiagnosis dan mendapat perawatan.

Setiap tahun, rata-rata 500.000 kasus penyakit meningokokus terjadi di dunia yang mengakibatkan 50.000 kematian. Semantara di antara mereka yang selamat, satu diantara lima orang akan menderita komplikasi berkepanjangan seperti kerusakan otak, kesulitan belajar, hilangnya pendengaran dan kehilangan anggota tubuh.

Profesor Sri Rezeki menyebut bakteri penyebab penyakit meningitis itu tidak terdapat di Indonesia. Namun bukan berarti masyarakat Indonesia terlepas dari ancaman penyakit itu karena banyaknya warga yang melakukan perjalanan ke luar negeri termasuk ke negara-negara endemi meningitis seperti di "Sabuk Meningitis Afrika".

"Di Indonesia tidak ada kuman meningitis ini, umumnya dapat impor, ada yang pergi ke lokasi endemis dan menjadi sakit atau jadi "carrier" (pembawa kuman)," kata Sri.

Sementara itu, Wakil Ketua Komite Penasehat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI) dan Ketua Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI-IDI Prof Dr.dr. Samsuridjal Djauzi, Sp.PD-KAI menyebut cara pencegahan paling efektif terhadap meningitis adalah melalui vaksinasi.

"Vaksinasi paling efektif karena mampu menyiapkan sistem kekebalan sebelum terkena kuman dan meningkatkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi ketika terjadi," ujar Samsuridjal.

Beberapa negara telah menetapkan persyaratan siapa pun yang memasuki negaranya harus sudah divaksinasi meningitis untuk mencegah penularan seperti negara Arab Saudi yang menjadi negara tujuan jemaah haji.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan dr Taufik Tjahjadi, SpS menyebut pemberian vaksin harus dilakukan minimal 10 hari sebelum keberangkatan untuk memastikan perlindungan yang optimal dari vaksin tersebut.

"Oleh karena itu, sangat penting bagi semua orang yang akan berangkat ke Mekkah untuk mendapatkan imunisasi minimal 10-14 hari sebelum berangkat," katanya.

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Komen