Selasa, 5 April 2011

Republika Online

Republika Online


Polri Periksa Dua Kepala Kasir Citibank

Posted: 05 Apr 2011 11:37 PM PDT

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Penyidik Badan Reserse dan Kriminal Polri memeriksa dua kepala teller di Citibank terkait dengan kasus Inong Malinda Dee. "Dari hasil koordinasi dengan penyidik, kami memeriksa head teller Citibank berinisial W dan N hari ini," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam di Jakarta, Rabu.

Pemeriksaan selanjutnya dilakukan Kamis (7/4) dengan melakukan rekonstruksi di Citibank Landmark, bagaimana tersangka Inong Malinda Dee membobol uang nasabahnya, ujarnya.

"Rekonstruksi juga untuk mengetahui standar operasi Citibank serta apakah Malinda melanggar apa tidak," kata Anton. Kadiv Humas mengatakan bahwa sampai hari ini nasabah yang melapor melalui Citibank karena dananya dibobol Malinda baru tiga orang.

Tersangka Malinda yang menjabat sebagai Senior Relationship Manager di Citibank ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri. Modus operandi yang dilakukan pelaku sebagai karyawan bank adalah dengan sengaja melakukan pengaburan transaksi dan pencatatan tidak benar terhadap beberapa slip transfer penarikan dana pada rekening nasabah untuk memindahkan sejumlah dana milik nasabah tanpa seizin nasabah ke beberapa rekening yang dikuasai oleh pelaku. Malinda Dee langsung mengalirkan dananya ke 30 rekening dari berbagai bank.

Salah satu rekening atas nama tersangka saat ini sudah dibuka dengan total nilai sebesar Rp 11 miliar. Sementara rekening lain masih diblokir dan masih dalam proses izin untuk membukanya.

Penyidik menyita sejumlah barang bukti di antaranya 29 formulir transfer yang disalurkan ke beberapa rekening.

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

SOS: Komite Normalisasi Harus Transparan

Posted: 05 Apr 2011 11:35 PM PDT

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Save Our Soccer (SOS) mendesak Komite Normalisasi untuk menerapkan prinsip transparansi pada setiap proses tahapan hingga Kongres Pemilihan Pengurus PSSI Periode 2011-2015. Hal itu agar proses berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan masyarakat.

Aktivis antikorupsi yang tergabung dalam SOS, Apung Widadi, mengatakan bahwa rentang waktu hingga tenggat penyelenggaraan kongres yang ditetapkan FIFA pada 21 Mei mendatang itu memang pendek. Karena itu, Komite yang dipimpin Ketua Dewan Kehormatan PSSI, Agum Gumelar, pun harus memanfaatkan waktu semaksimal mungking untuk bekerja keras.

"Komite harus jelas setiap tahapan demi tahapan, transparan ke publik, dan progresif," kata Apung di depan kantor PSSI Senayan, Jakarta, Rabu (6/4).

Badan sepak bola dunia (FIFA) sebelumnya secara resmi telah membentuk Komite Normalisasi yang akan mengambil alih tugas dan wewenang Komite Eksekutif PSSI.

Komite Normalisasi bentukan FIFA ini memiliki beberapa misi. Pertama, Komite Normalisasi mengorganisasikan pemilihan pengurus baru PSSI sesuai dengan electoral code FIFA dan Statuta PSSI sebelum tanggal 21 Mei 2011. Misi kedua adalah merangkul Liga Primer Indonesia (LPI) di bawah naungan PSSI atau menghentikan LPI segera. Ketiga, Komite menjalankan aktivitas PSSI sehari-hari dengan semangat rekonsiliasi demi masa depan sepakbola Indonesia yang lebih baik.

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Komen