Selasa, 26 April 2011

detikcom

detikcom


Kisah TKI di Kapal Labobar, dari Melahirkan Hingga Mabuk Laut

Posted: 26 Apr 2011 11:32 AM PDT

Rabu, 27/04/2011 01:32 WIB
Kisah TKI di Kapal Labobar, dari Melahirkan Hingga Mabuk Laut 
Lia Harahap - detikNews

Jakarta - Sebanyak 2.349 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang izin tinggalnya telah habis dan bermasalah di Jeddah sedang dalam perjalanan pulang menuju pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Banyak cerita yang terjadi di kapal selama perjalanan. Mulai dari TKI yang melahirkan sampai mabuk laut.

Berikut cerita bahagia sampai duka para TKI selama di kapal yang disampaikan oleh Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat dalam rilis yang diterima detikcom, Rabu (27/4/2011).

Setelah pada hari Minggu (24/4) lalu pukul 09.30 waktu setempat seorang TKI bernama Nurdiana Binti Dirus melahirkan  bayi laki-laki, hari Selasa (26/4) kemarin, seorang TKI bernama Maryam Binti Zuheri Karna (35) juga melahirkan bayi perempuan pada pukul 10.45 waktu setempat. Saat itu posisi kapal sedang berada di lautan bebas Samudera Hindia.

Bayi mungil itu lahir dengan selamat, beratnya 3 kilogram dengan panjang 50 sentimeter. Dia diberi nama Annisa Meganur Labobarina.

Kabar bahagia itu didapat Jumhur dari  petugas pendataan WNI/TKI BNP2TKI, Imam Bukhori, yang menyertai para TKI di dalam KM Labobar. Namun, sang bayi sempat mengalami kesulitan nafas dan tidak dapat menangis selama satu jam, untungnya keadaan itu tidak berlangsung lama.

Proses persalinan Maryam saat itu ditangani oleh dokter Sucahyo dan dokter Agung Setyawan serta sejumlah perawat dari Kementerian Kesehatan. Maryam adalah TKI asal Koja, Jakarta Utara.

"Maryam sudah bekerja empat tahun dengan perpanjangan kontrak, sehingga masa kerjanya telah habis dan mengalami overstay atau melanggar batas izin tinggal di Aarab Saudi," ujar Jumhur.

Tak hanya cerita bahagia, beberapa TKI juga mengalami kisah duka. Mereka banyak yang mengalami mual akibat mabuk laut, terlebih saat kapal baru mulai berjalan.

"Tentu saja mabuk laut ini dirasakan berat karena berakibat pusing dan rasa mual bagi para TKI. Bahkan, para petugas yang mengikuti WN/TKI di atas KM Labobar juga ikut mabuk sehingga tidak dapat bekerja untuk menangani WNI/TKI," tambahnya.

Untungnya, memasuki hari keempat para TKI mulai beradaptasi dengan goncangan yang terjadi di kapal. Walupun masih ada sesekali yang merasa pusing.

Kapal ini rencananya akan tiba di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada tanggal 3 Mei 2011 pukul 07.00 WIB. Ada pun rincian TKI yang diangkut di antaranya WNI eks umroh, TKI bermasalah, 29 TKI laki-laki, 169 anak-anak dan balita, termasuk 87 wanita dalam keadaan hamil 1-8 bulan lebih.

KM Labobar ini dikawal 46 TNI/Polri terdiri 14 anggota Marinir Batalyon Intai Amfibi, 6 personel Kopassus, serta 26 aparat kepolisian yang sebagain polisi wanita. Rombongan penumpang KM Labobar dipimpin Kolonel Laut (P) Nugroho Mujiyanto, yang juga Kepala Bidang Hubungan Multilateral Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Kemenkopolhukam.

(lia/mad)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Tutup

  Share to Facebook:

You are redirected to Facebook

  Share via Email:

Share via Email


loadingSending your message

Message has successfully sent


Redaksi: redaksi[at]staff.detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Elin Ultantina di iklan[at]detiknews.com,
telepon 021-7941177 (ext.524).

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Hatta Soal Pemilu 2014: Kita Ingin yang Terbaik Untuk Bangsa

Posted: 26 Apr 2011 11:00 AM PDT

Rabu, 27/04/2011 01:00 WIB
Hatta Soal Pemilu 2014: Kita Ingin yang Terbaik Untuk Bangsa 
Suci Dian Firani - detikNews

Jakarta - Setelah acara pertunangan Aliya Rajasa dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) spekulasi beraroma politis pun merebak. Di Pemilu 2014 nanti, hubungan PAN dan Demokrat diprediksi semakin lengket. Benarkah?

Ketua umum PAN Hatta Rajasa selaku ayahanda Aliya tak mau berkomentar banyak soal rumor ini. Termasuk kemungkinan adanya 'merger' politik dengan Demokrat, dimana SBY sebagai ketua Dewan Pembina.

"Kami inginkan yang terbaik untuk bangsa ini," ucap Hatta singkat di kediamannya di Fatmawati Golf Mansion, Jakarta Selatan, Selasa (27/4/2011).

Juru bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul sebelumnya memberikan sinyal adanya kemungkinan PAN dan Demokrat bergabung seiring dengan rencana pernikahan Ibas dan Aliya.  Menurut dia kedua partai ini sudah sama-sama biru.

"Kalau saya rasa seharusnya begitu. Kalau perlu udah sama-sama biru gabung aja dengan Demokrat (ketawa). Ya kan sama-sama biru apa salahnya satu. Kita tunggu UU mengenai 5 persen parliamentary treshold," kata Ruhut.

Pertunangan Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas dan Siti Ruby Aliya Hatta dilakukan setelah keduanya 4 tahun pacaran. Mereka kemungkinan besar menikah di bulan November.

(mad/lia)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Tutup

  Share to Facebook:

You are redirected to Facebook

  Share via Email:

Share via Email


loadingSending your message

Message has successfully sent


Redaksi: redaksi[at]staff.detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Elin Ultantina di iklan[at]detiknews.com,
telepon 021-7941177 (ext.524).

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Komen