Isnin, 25 April 2011

ANTARA - Peristiwa

ANTARA - Peristiwa


Demokrat Bentuk TPF Kasus Pedofilia Jalaluddin

Posted: 25 Apr 2011 07:31 AM PDT

Surabaya (ANTARA News) - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Jawa Timur akan menurunkan tim pencari fakta atas dugaan tindak pelecehan seksual terhadap anak-anak (pedofilia) yang dilakukan kader partai itu, Jalaluddin Alham.

"Hari ini tim sudah mulai bekerja untuk mendapatkan fakta yang sebenarnya atas perbuatan pedofilia yang dilakukan kader kami," kata Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Jatim Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK), Suhartoyo, di Surabaya, Senin.

Kata Suhartoyo, pihaknya telah mematangkan konsep interogasi termasuk materi pertanyaan yang kami ajukan kepada beberapa pihak terkait kasus itu.

"Jangan sampai nanti ada pertanyaan yang justru memihak dan menghakimi. Kami ingin kasus ini diselesaikan secara adil," kata Suhartoyo yang bertindak selaku Koordinator TPF.

Korban berinisial R telah melaporkan perbuatan cabul yang dilakukan anggota Komisi D DPRD Jatim, Jalaluddin Alham, ke kantor DPD Partai Demokrat Jatim.

Gadis berusia 14 tahun asal Dukuh Kupang, Kota Surabaya, itu melapor secara tertulis ke kantor DPD Partai Demokrat Jatim dengan diantar ibundanya.

"Tapi, kami masih perlu meminta keterangan kepada korban, termasuk saksi-saksinya untuk memperkuat laporan. Demikian juga dengan pelaku, akan kami mintai keterangan," kata Suhartoyo.

Hasil penyelidikan tim pencari fakta itu selanjutnya akan dibahas dalam rapat pleno di DPD Partai Demkokrat.

"Hasilnya seperti apa, nanti ditentukan dalam rapat pleno. Jika ada pelanggaran, kami telah menyiapkan sanksinya," katanya.

Selain dibahas dalam rapat pleno, hasil penyelidikan itu juga akan disampaikan kepada Badan Kehormatan (BK) DPP Partai Demokrat dan BK DPRD Jatim.

"Kalau ternyata tidak ditemukan unsur pelanggaran, maka harus ada upaya klarifikasi," katanya.

Suhartoyo enggan berkomentar mengenai kasus yang melibatkan Jalaluddin itu dikaitkan dengan pencalonannya dalam Muscab DPC Partai Demokrat Kabupaten Sidoarjo.

"Yang penting keputusan apa pun nanti harus benar-benar adil dan tidak menghakimi," katanya.

Selain meminta keterangan dari korban, saksi-saksi, dan pelaku, tim tersebut juga menunggu hasil penyidikan dari Polda Jatim.

Sebelum melapor ke DPD Partai Demokrat Jatim, korban dan orang tuanya terlebih dulu melaporkan tindak asusila yang dilakukan mantan Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo itu ke Polda Jatim.

(M038/I007/S026)

Editor: Suryanto
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

111 Siswa di Bekasi Tidak Ikut UN

Posted: 25 Apr 2011 07:21 AM PDT

Bekasi (ANTARA News) - Sebanyak 111 siswa SMP dan Madrasah Tsanawiyah di Kota Bekasi, Jawa Barat, tidak ikut ujian nasional pada hari Senin (25/4) untuk mata pelajaran bahasa Indonesia, 56 diantaranya bahkan tidak memberi kabar atas ketidakhadiran tersebut.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Zunarsih, Senin mengatakan, pihaknya membutuhkan waktu dua hingga tiga hari untuk menelusuri ketidakhadiran serta memutuskan apakah diperkenankan ikut UN susulan atau tidak.

"Kita harus tahu alasan yang mendasari ketidakhadiran mereka. Bisa saja pada hari pertama, mereka terkendala oleh sesuatu hal sehingga akan dilihat kehadiran pada UN hari Selasa (26/4) untuk mata pelajaran matematika," ujarnya.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 54 siswa yang tidak hadir memberikabar bahwa mereka dalam keadaan sakit sebagian disertai surat keterangan dokter, satu siswa pindah mengikuti orang tua ke daerah lain. Peserta UN di Kota Bekasi mencapai 31.512 orang.

Ia mengatakan, pemerintah sudah memiliki prosedur yaitu UN susulan pada minggu depan namun itu diperuntukkan bagi yang gagal serta tidak datang dengan alasan yang bisa dibenarkan.

Untuk pelaksanaan ujian pada hari pertama, menurut Zunarsih berjalan lancar tanpa ada kendala begitu juga dengan distribusi soal, pengawasan, sarana serta kesiapan siswa.

"Sebagian besar siswakan sudah mempersiapkan diri dengan baik termasuk mengerjakan soal-soal terkait UN sehingga mereka bisa menyelesaikan dengan baik," tegasnya.

Begitu juga dengan guru dan pengawas sudah diwanti-wanti agar tidak melakukan kecurangan dengan membantu siswa karena akan ada sanksi berat bahkan berujung pada pemecatan.

Wakil walikota Bekasi Rahmat Effendi disela-sela sidak didampingi pejabat Dinas Pendidikan juga menyatakan pelaksanaan UN berjalan lancar dan pihaknya belum menemukan adanya bocoran soal.

Untuk memantau kegiatan UN tersebut Dinas Pendidikan setempat menurunkan 2.874 pengawas mereka juga dibantu oleh 576 pengawas dari kalangan akademisi.

Peserta UN di Kota Bekasi berasal dari 38 SMP Negeri, sembilan SMP terbuka, 176 SMP Swasta dan 72 madrasah tsanawiyah.

Pelaksanaan UN dilakukan di 38 SMP negeri, sembilan SMP terbuka dan 174 SMP swasta dan 72 madrasah tsanawiyah dan 35 sekolah bergabung ujian di sekolah lain.

Rincian jumlah siswa adalah 13.522 SMP negeri, 13.050 siswa SMP swasta dan 4.938 madrasah tsanawiyah.

"Pada 2010 lalu tingkat kelulusan mencapai 98,71 persen dan kita harapkan sekarang bisa lebih meningkat lagi," ujarnya.

(ANTARA/S026)

Editor: Suryanto
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Komen