Khamis, 21 April 2011

ANTARA - Peristiwa

ANTARA - Peristiwa


Pemerintah Berlakukan Status Siaga Satu Amankan Paskah

Posted: 21 Apr 2011 06:18 AM PDT

Djoko Suyanto. (ANTARA)

"Presiden dalam rapat kerja di Bogor dan hari ini telah memerintahkan seluruh jajaran TNI/Polri dan segenap masyarakat untuk peduli, untuk bekerja sama, bersinergi melakukan pengamanan serentak di seluruh Indonesia."

Berita Terkait

Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah mengumumkan status pengamanan siaga satu untuk mengantisipasi gangguan keamanan pada perayaan Paskah di seluruh Indonesia.

Usai rapat kabinet terbatas bidang politik dan keamanan di Kantor Kepresidenan di Jakarta, Kamis, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Djoko Suyanto, mengatakan bahwa status siaga satu itu berlaku sejak Kamis malam sampai Sabtu (23/4).

"Presiden dalam rapat kerja di Bogor dan hari ini telah memerintahkan seluruh jajaran TNI/Polri dan segenap masyarakat untuk peduli, untuk bekerja sama, bersinergi melakukan pengamanan serentak di seluruh Indonesia. TNI dan Polri mulai pagi ini sudah dalam keadaan siaga satu di semua tempat-tempat yang sudah ditentukan," jelas Djoko.

Menurut dia, status pengamanan siaga satu itu berlaku di seluruh tempat peringatan dan kegiatan ibadah, tempat-tempat keramaian, wisata, serta tempat berkumpulnya wisatawan asing di seluruh Indonesia.

Presiden juga menginstruksikan seluruh aparat intelijen pada setiap tingkatan untuk melakukan koordinasi terpadu dan bekerja sama secara intensif di semua daerah.

Para kepala daerah juga diminta oleh Kepala Negara untuk berkoordinasi secara intensif guna meningkatkan pengawasan dan antisipasi terhadap ancaman gangguan keamanan wilayah di masing-masing.

"Harus terpadu aparat intelijen dan pemerintah di daerah. Tokoh-tokoh mayarakat, agama, dan lembaga swadaya masyarakat, maupun komunitas-komunitas lain. Media massa untuk bersatu padu bersama melakukan deteksi dini dan aksi dini untuk menangkap aksi terorisme," ujar Djoko.

Pemberlakuan status siaga satu itu, menurut dia, semata untuk kenyamanan umat Kristiani dalam menjalankan ibadah pada rangkaian peringatan Hari Paskah.

Rapat kabinet terbatas yang dihadiri juga oleh Wakil Presiden Boediono, Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, serta jajaran menteri polhukam Kabinet Indonesia Besatu II digelar secara mendadak oleh Presiden Yudhoyono karena sebelumnya tidak dijadwalkan dalam agenda harian Kepala Negara.

Menurut Djoko, rapat itu dilakukan untuk merespon aksi-aksi terorisme yang saat ini kembali terjadi. Dalam rapat tersebut, Presiden menerima laporan terkini dari Kapolri tentang penanganan kasus-kasus terorisme.

Djoko pun kembali mengimbau masyarakat membantu pihak kepolisian dalam menjaga keamanan wilayah masing-masing dengan cepat melaporkan hal-hal mencurigakan kepada pihak keamanan tedekat.
(T.D013*F008/R014)

Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Anak Kecil Pacaran Lantaran Cari Figur

Posted: 21 Apr 2011 06:08 AM PDT

(ANTARA News/Zabur Karuru)

"Sekarang bukan saatnya untuk saling menyalahkan, tetapi mari mencari solusi dan itu semua tergantung pada perempuan sebagai ibu dalam keluarga."

Berita Terkait

Tabanan (ANTARA News) - Psikiater dari Universitas Udayana (Unud) Bali, Prof Dr dr Luh Ketut Suryani SpKJ, mengemukakan bahwa munculnya fakta anak kecil sudah berpacaran lantaran mereka ingin mencari figur orang tua yang tidak ditemukan di rumahnya.

"Anak-anak itu ingin mencari teman berbicara, bertukar pikiran dan mencari figur ayah dan ibunya yang tidak ia temukan di rumah," katanya pada dialog perempuan lintas generasi dan iman untuk memperingati Hari Kartini, di Gedung Mario, Tabanan, Kamis.

Ia mengemukakan bahwa dari penelitian di "Suryani Institue for Mental Health" yang dipimpinnya ditemukan fakta anak kelas III sekolah dasar telah berpacaran dan melakukan hubungan seks. Hal itu dilakukan karena berawal dari kurangnya komunikasi antara anak dengan orang tua.

Menurut dia, saat ini banyak orang tua yang tidak memiliki waktu untuk berkomunikasi dengan buah hatinya. Oleh karena itu, menurut dia, kemudian ada jarak antara orang tua dengan anak-anaknya. Kondisi ini jika dibiarkan berlarut-larut akan berbahaya bagi kelangsungan generasi penerus bangsa.

"Ketika ia dewasa, kebiasaan ini akan berkembang menimbulkan perselingkuhan. Keinginan untuk mencari figur pengayom itu terus tertanam dalam memori anak tersebut. Ayah dan ibu boleh bekerja keduanya, tetapi hendaknya pintar-pintar membagi diri," ucapnya.

Fenomena anak-anak yang lebih suka memanfaatkan layanan pesan singkat (short message services/SMS) di telepon seluler (ponsel) dan chating di Internet, menurut Suryani, juga disebabkan hal yang sama. Orang tua dipandang tak cukup menampung keluh kesah si anak. Kebiasaan ini, akibatnya lama-lama menimbulkan gangguan komunikasi verbal pada anak.

"Sekarang bukan saatnya untuk saling menyalahkan, tetapi mari mencari solusi dan itu semua tergantung pada perempuan sebagai ibu dalam keluarga," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti, yang juga hadir dalam dialog itu mengingatkan kaum perempuan di Bali yang banyak mengejar kesuksesan agar tidak sampai menelantarkan keluarga.

"Tak akan ada artinya kesuksesan perempuan, jika keluarganya ditelantarkan," ucapnya.

Menurut dia, dari keluarga yang baik dan harmonis akan tercipta sumber daya manusia yang berprestasi dan siap menghadapi segala tantangan zaman demi suksesnya pembangunan. Dalam menciptakan keluarga yang baik, tak terlepas dari peranan perempuan dalam keluarga.

"Perempuan boleh menggantungkan cita-cita setinggi langit tetapi jangan sampai lupa kodratnya dalam keluarga," kata bupati perempuan pertama di Bali ini.

Untuk itu bupati mengajak para wanita di Pulau Dewata agar dapat memanaj waktu dengan baik antara keluarga dan pekerjaan. Perempuan diharapkan memiliki sikap percaya diri karena perempuan mempunyai kesempatan berkiprah dalam pembangunan. (*)

Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Komen