Sabtu, 30 April 2011

ANTARA - Hiburan

ANTARA - Hiburan


Kiat Sukses Buat Film ala Hanung

Posted: 30 Apr 2011 03:35 AM PDT

Jakarta (ANTARA News) - "Film itu harus punya visi," kata sutradara Hanung Bramantyoketika menjadi pembicara dalam pelatihan  L.A Indie Movie 2011 di Jakarta  akhir pekan ini.

Hanung mengatakan visi adalah pesan, target atau poin yang ingin disampaikan sutradara kepada penonton lewat setiap shot adegan filmnya dan visi ini adalah sebuah unsur untuk mengukur sebuah film itu bagus atau tidak.

"Visi akan membuat setiap frame film jelas, jika tidak ada visi maka akan bingung mau dibawa film itu," katanya.

Dalam kesempatan itu, Hanung mencoba kepiawaiannya dalam membuat sebuah video pendek, dia selaku sutradara dengan dua orang pemerannya yaitu Tora Sudiro (Aktor) dan Laura Basuki (Aktris). Hanung menerangkan cara membuat film secara rincin dari pencahayaan, tata letak hingga gaya yang harus diperankan seorang aktor kepada para peserta pelatihan.

"Visi itu abstrak dan film itu konkrit, nah tugas seorang aktor adalah membuat visi yang abstrak itu menjadi konkrit melalui film," katanya.

Kemudian apa yang harus dilakukan sutradara film ketika sudah menemukan visi. Hanung mengatakan ada tiga atau empat hal, pertama, seorang sutradara harus mengetahui dan mengatur letak kamera seperti full shot, medium shot dan close-up. Kedua, blocking si pemain. Ketiga, pengaturan antara seberapa dialog dan suara. Terakhir, action dan cut.

Hanung menekankan unsur lain kesuksesan sebuah film adalah kreatifitas, disiplin, fokus dan kerjasama antara kru. Film adalah seperti tim kerja antara sutradara, produser, penulis skenario, pemain dan semua krue film harus saling mengait.

"Jangan sampai keterbatasan alat, dana dan dll menghalangi kita untuk berkreasi, hal itu menguji sejauh mana kreatifitas kita," katanya.

Hanung menambahkan, "Acara ini adalah kesempatan yang bagus untuk mentransfer ilmu karena kegiatan seperti ini tidak ada ketika saya kuliah dulu."

Setiawan Hanung Bramantyo adalah seorang sutradara asal Indonesia. Dia berhasil menyabet penghargaan tertinggi perfilman Indonesia (FFI) untuk kategori sutradara terbaik dalam film Brownies (2004) dan Get Married (2007).
(Adm/A038)

Editor: Aditia Maruli
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

L.A Indie Movie 2011 Sebarkan Cinta dan Hasrat

Posted: 30 Apr 2011 02:50 AM PDT

Jakarta (ANTARA News) - LA Lights Indie Movie kembali hadir di Indonesia dengan mengusung tema "Love and Passion" dan sejumlah pelatihan film di berbagai tempat di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya.

Garin Nugroho, penyelenggara LA Lights Indie Movie dan perwakilan dari SET Film Workshop Production mengatakan tema Love and Passion  mengajak para peserta untuk mendeskripsikan cinta dengan karakter ceritanya masing-masing yang bisa dikemas dalam wajah roman, komedi, horror dan tragedi.

"Cinta adalah seperti 'manusia dan kemanusiaan' tidak pernah habis ditafsir dan dihidupkan di layar," katanya ketika jumpa pers L.A Indie Movie 2011 , akhir pekan ini.

Acara yang sudah terselenggara selama lima tahun itu juga akan memberikan ruang bekarya dan pendanaan produksi film pendek bagi kelompok peserta terbaik di empat kota.

"Nantinya arah L.A Indie Movie bukan hanya ke layar lebar tapi juga sinetron," katanya.

Pelatihan film indie pertama yaitu "Think in Film Language: Show Your Love Don't Tell it" menawarkan praktik langsung para pembicara dalam membuat film pendek yang berdurasi kurang dari dua menit termasuk In-Camera Editing. Sesi kedua dengan tema "Heartbreaking Details" membantu para peserta bagaimana cara memaparkan ide cerita menjadi bahasa visual yang detail.

Para pembicara pelatihan itu terdiri dari Hanung Bramantyo (Sutradara Film), Tora Sudiro (Aktor Film), Laura Basuki (Aktris) dan German Mintapraja (Director of Photography).

"Indie adalah kebebasan, bebas atau sadar melakukan sesuatu dengan apa yang kita punya saat ini," kata Hanung yang baru menyelesaikan film "?".

Program kedua yaitu Meet The Producers, 50 peserta dengan ide cerita terbaik dapat mempresentasikan ide cerita karyanya dan berdiskusi langsung ke pakar film nasional seperti Arturo G.P, John De Rantau, Lola Amaria hingga Luna Maya.

Proses pengembangan naskah, produksi dan paska produksi film pendek dari sinopsis terpilih akan diadakan di program Creative Shorts Making. Program itu terbagi dua yaitu "Film Gue Cara Gue" dan "Bikin Film Bareng Artis".
(Adm/A038)

Editor: Aditia Maruli
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Komen