Khamis, 21 April 2011

ANTARA - Hiburan

ANTARA - Hiburan


Christine Hakim Jadi Duta Festival Kebudayaan Prancis

Posted: 21 Apr 2011 05:21 AM PDT

Jakarta (ANTARA News) - Aktris senior Christine Hakim didaulat menjadi duta bagi Festival Kebudayaan Prancis pada 7 Mei hingga 24 Juli 2011.

Terhadap "tugas" barunya itu, Christine mengaku bangga dan berharap agar bangsa Indonesia dapat meniru Prancis dalam hal pelestarian budaya bangsa.

"Bangsa Prancis benar-benar berupaya mempertahankan budayanya, Indonesia harusnya belajar dari Prancis untuk melestarikan budaya kita yang sangat beragam," ujarnya dalam jumpa pers yang digelar Pusat Kebudayaan Prancis (CCF) di Jakarta, Kamis.

Christine menyebut Prancis memiliki kebudayaan yang sangat tinggi dan tua namun Indonesia juga tidak kalah karena memiliki jenis kebudayaan yang beranekaragam dan memiliki latar belakang yang juga sangat tua.

"Setelah mempelajari Budaya Prancis lebih dalam, saya semakin bangga dengan budaya Indonesia. Tapi sayang banyak orang Indonesia yang belum bangga dengan budayanya sendiri," katanya.

Salah satu penyebab disebut Christine adalah karena orang Indonesia masih menganggap kekayaan itu hanya yang berupa materi seperti emas atau minyak dan tidak banyak yang melihat bahwa kebudayaan merupakan salah satu kekayaan bangsa juga.

"Mudah-mudahan (Festival Budaya Prancis) bisa menginspirasi masyarakat kita untuk mencintai budayanya," kata Christine.

Prancis memiliki hubungan khusus dengan Christine Hakim yang pernah mendapatkan penghargaan bidang seni dan kesusasteraan "Commandeur dans L`Ordre des Arts et des Lettres" dari pemerintah Prancis atas jasanya mengembangkan dunia perfilman di Indonesia.

Selain piawai berakting, Christine Hakim juga menjadi produser dan meraih sukses lewat filmnya Daun di Atas Bantal.

Sementara itu, Festival Budaya Prancis yang digelar untuk ketujuh kalinya itu akan dapat dinikmati warga Jakarta di berbagai lokasi seperti Galeri Nasional, Teater Salihara, Taman Ismail Marzuki (TIM), Erasmus Huis, Gedung Kesenian Jakarta, Plasa Indonesia, Goethe Haus, Cemara 6 Galeri dan Hotel Le Meridien mulai 7 Mei hingga 24 Juli 2011.

Selain pameran foto dan seni instalasi, festival kebudayaan Prancis itu juga akan menampilkan berbagai bentuk kesenian antara lain konser musik, tari, gastronomi termasuk festival makanan.

Untuk konser musik, enam musisi telah dijadwalkan untuk tampil yakni penyanyi asal Maroko Sophia Charai, penyanyi Belle du Berry dari grup Paris Combo, musisi klasik Nicolas Stavy, Eric Legnini Trio dan grup rock Merzhin serta duo DJ Prancis Acid Washes.

Selain itu, mengikuti sukses tahun-tahun sebelumnya, Festival itu akan mempertahankan unsur "French Touch" yang sudah dikenal publik Indonesia seperti pameran foto Fashion Story(ies) dengan fokus kegiatan dibalik layar dari haute couture Paris, hip hop dengan grup terkemuka Prancis Kafig, sirkus kontemporer Chabatz d`entrat, peluncuran buku sejarah Perancis dan diakhiri dengan gastronomi Perancis dalam rangka perayaan 100 tahun balap sepeda Tour de France di Hotel Le Meridien.
(A043)

Editor: Bambang
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Franky Sahilatua Maestro Musik Indonesia

Posted: 21 Apr 2011 01:07 AM PDT

Franky Sahilatua bersama Garin Nugroho (budayawan). ((ANTARA/Agus Bebeng))

Kalimat Franky yang pertama,..Dharma, kau harus sehat yaaa..."

Berita Terkait

Jakarta (ANTARA News) - Ketua Umum DPP Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Penata Musik Rekaman Indonesia, Dharma Oratmangun mengatakan, Franky Sahilatua adalah maestro di dunia musik Indonesia.

"Lebih dari itu, bung Franky sahabat sejati yang jujur dalam berkarya. Kami di DPP Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Penata Musik Rekaman Indonesia benar-benar sangat kehilangan seorang teladan," katanya kepada ANTARA, Kamis.

Dharma Oratmangun menuturkan, beberapa waktu lalu, ketika mulai dirawat di Singapura, ia sempat menelepon dan berbincang dengan Franky Sahilatua tentang upaya perlindungan karya cipta musik Indonesia

"Selama ini, kami selalu bersinergi untuk perjuangan bagi perlindungan karya cipta musik Indonesia. Kita amat klop. Padahal saya pernah bersaing dengan Franky untuk menjadi Ketua Umum PAPPRI," ujarnya.

Ketika itu dua kali ia memenangkan pemilihan Ketum PAPPRI, Franky tetap mendukung kepemimpinannya dengan ksatria.

"Dia itu amat menghormati nilai-nilai demokrasi. Setia berkawan. Dan Franky konsisten mendorong pembenahan keorganisasian PAPPRI dengan kritik-kritik dan saran yang baik untuk lebih mengangkat harkat dan martabat seniman musik Indonesia," tuturnya.

Ketika ia menelepon Franky Sahilatua yang tengah dirawat di Singapura itu, terjadi dialog penuh haru.

"Kalimat Franky yang pertama,..Dharma, kau harus sehat yaaa...Kesehatan itu Rahmat Tuhan, harus dirawat dan dijaga dengan baik .... Kesehatan itu mahal," kata Dharma Oratmangun seraya meneteskan air mata mengenang pembicaraan dua sahabat ini.

Ia menambahkan, Franky Sahilatua sempat menanyakan eksistensi organisasi PAPPRI sebagai wadah perjuangan para insan musik Indonesia.

"Termasuk statuta Yayasan Karya Cipta Musik Indonesia, kaitannya dengan pembagian royalti khususnya di sektor Ring Back Tone (RBT) yang sedang marak di Indonesia," tukas Dharma.

Dia menyebut Franky Sahilatua, "seorang kawan dan sahabat sejati". "Selamat Jalan Franky ..... Kemesraan ini ingin kukenang selalu ...," ujar Dharma.(*)
M036/Z002

Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Komen