Selasa, 5 April 2011

ANTARA - Berita Terkini

ANTARA - Berita Terkini


Kinerja BNPT Kurang Memuaskan

Posted: 05 Apr 2011 07:28 PM PDT

(ANTARA Foto/Maril Gafur)

"Apakah sehebat itu aksi terorisme di Indonesia, sehingga membuat BIN, BNPT, dan Densus 88 belum mampu maksimal dan terkesan kewalahan."

Berita Terkait

Video

Jakarta (ANTARA News) - Anggota Komisi I DPR, Muhammad Syahfan Badri Sampurno, menyatakan kurang puas terhadap kinerja Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam menanggulangi masalah terorisme karena terkesan normatif dan tidak memberi gambaran lengkap terkait upayanya memerangi terorisme.

"Terus terang saya kecewa dengan paparan BNPT. Seolah terorisme di Indonesia benar-benar sulit ditanggulangi," ujarnya di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, BNPT terkesan normatif dan kurang memberikan gambaran adanya langkah-langkah taktis maupun strategis dalam memerangi terorisme di Indonesia, khususnya aksi-aksi teror belakangan ini (teror bom buku).

Syahfan juga mempertanyakan apakah sudah demikian canggihnya praktik terorisme di Indonesia, sehingga beberapa lembaga yang menangani masalah terorisme seperti BIN, BNPT, Densus 88 belum juga memberikan hasil maksimal dalam menanggulangi aksi terorisme.

"Apakah sehebat itu aksi terorisme di Indonesia, sehingga membuat BIN, BNPT, dan Densus 88 belum mampu maksimal dan terkesan kewalahan menanggulangi masalah terorisme," ujarnya.

Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) itu meminta BNPT mengevaluasi langkah-langkah yang telah dan akan direalisasikan dalam pemberantasan terorisme di Indonesia.

"Saya pikir BNPT perlu melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap langkah-langkah yang telah dan akan dilakukan," ungkapnya.

Berkaitan dengan teror bom buku ke sejumlah sasaran yang tokoh publiki, dia juga mempertanyakan, apakah hal itu murni aksi terorisme atau adanya upaya pengalihan isu.

Syahfan mengatakan bahwa semestinya BNPT dan Badan Intelijen Negara (BIN) memberikan penjelasan ke publik minimal alur besarnya saja, agar tidak menimbulkan perspektif negatif dan untuk menjawab banyaknya spekulasi yang berkembang pasca teror bom buku.

"Padahal, ini yang kami tunggu dan juga masyarakat perlu kejelasan. Kalaupun dikhawatirkan informasi tersebut akan mengganggu jalannya penyelidikan, paling tidak alur cerita besarnya harus diberitahukan kepada masyarakat, agar tidak berkembangnya spekulasi yang liar," katanya.

Ia menambahkan, "Jangan pula lantas disimplifikasi bahwa pelaku terorisme di Indonesia dilakukan karena adanya ideologi kekerasan dalam agama tertentu."
(T.D011/A011)

Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Korban Ledakan Dirawat di RS Sumenep

Posted: 05 Apr 2011 07:21 PM PDT

"Korban masuk ke RSD sekitar pukul 07.00 WIB dan langsung dibawa ke ruangan UGD."

Berita Terkait

Sumenep (ANTARA News) - Korban ledakan bahan yang diduga obat mercon atau petasan di Desa Guluk Guluk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Muhlis, dirawat di ruangan Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Daerah H Moh Anwar.

"Secara kasat mata kondisinya cukup parah. Saat ini, korban masih dirawat intensif di ruangan Unit Gawat Darurat (UGD)," kata Direktur Rumah Sakit Daerah (RSD) Moh Anwar Sumenep, Dr S. Susianto, Rabu.

Muhlis menjadi korban atas ledakan bahan yang diduga obat mercon di rumahnya di Dusun Kandibas, Guluk Guluk, sekitar pukul 05.30 WIB.

"Korban masuk ke RSD sekitar pukul 07.00 WIB dan langsung dibawa ke ruangan UGD," ujar Susianto menambahkan.

Sejumlah anggota Polres Sumenep, baik yang berpakaian dinas maupun sipil, berada di ruangan UGD RSD yang menjadi tempat Muhlis mendapat perawatan medis.

Ledakan bahan yang diduga obat mercon itu merusak rumah milik korban.

Sebagian genteng dan kaca di rumah korban jatuh berhamburan dan pecah serta dinding rumah retak.

Polisi langsung memasang garis polisi di sekeliling rumah korban untuk kepentingan penyelidikan sekaligus mencegah warga masuk ke tempat kejadian perkara (TKP).

Untuk sementara, polisi belum menyimpulkan secara pasti jenis bahan yang meledak di rumah korban dan baru menduga itu adalah obat mercon atau petasan. (*)

Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Komen