Rabu, 16 Mac 2011

Sindikasi news.okezone.com

Sindikasi news.okezone.com


Polisi Jaga Tempat-Tempat Rentan Teror Bom

Posted: 16 Mar 2011 11:20 PM PDT

JAKARTA - Beberapa hari lalu, Indonesia kembali dikejutkan dengan ditemukannya bom di tiga titik yang terbungkus dalam paket berupa buku. Sejak saat itu, ancaman bom di berbagai daerah pun kembali marak.
 
Terkait hal tersebut, Menko Polhukam Joko Suyanto mengatakan bahwa polisi telah melakukan tindakan antisipasi dengan melakukan penjagaan di tempat-tempat yang dianggap rentan dengan ancaman teror.
 
"Ya saya kira pasti lah, kepolisian sudah mewaspadai itu, kepolisian tidak harus mengatakan saya akan mengamankan siapa saja, di mana saja, secara otomatis akan dilakukan," ungkapnya di Kompleks Istana Kepresiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (17/3/2011).
 
Joko menambahkan bahwa memang sudah ada laporan dari Badan Intelijen Negara (BIN) ke pihak kepolisian. "Saya tidak ingin laporan intelijen kok dibuka, ya ada pasti disampaikan ke polisi, nggak mungkin disampaikan ke media," ucapnya.
 
"Analisa-analisa itu banyak sekali, sekali lagi saya tidak ingin menganalisa menurut pemahaman saya. Kepolisian, Kementrian Polhukam, pasti akan menganalisa berdasarkan fakta yang ditemukan di lapangan. Cari bukti kuat, informasi kuat, baru disimpulkan. Tidak usah kita menganalisa yang cukup luas, kita nggak bisa fokus nanti. Kalau belum terbukti apa, siapa yang melakukan motif apa, saya tidak ingin berandai-andai," tegasnya.

(lam)

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

BK DPR Segera Klarifikasi Pelapor Elite PKS

Posted: 16 Mar 2011 11:13 PM PDT

JAKARTA - Anggota Badan Kehormatan (BK) DPR Salim Mengga memastikan akan segera mempelajari aduan mantan pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yusuf Supendi yang melaporkan elite PKS.

Salim mengatakan aduan terhadap elite PKS yakni Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq (anggota Komisi I DPR), Sekjen PKS Anis Matta (Wakil Ketua DPR) dan Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin sudah masuk ke BK sebulan lalu.

"Jadi kita pelajari dulu laporannya, karena kan kasihan nama baik dia, keluarganya (pihak terlapor). Kita tidak mau memberikan predikat orang ini salah atau benar," kata Salim kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (17/3/2011).

Anggota Fraksi Partai Demokrat ini mengatakan, pihaknya juga secara langsung akan mengklarifikasi pelapor yakni Yusuf Supendi.

"Jadi ini yang harus diklarifikasi, kita akan tanya si pelapor, tapi kalau laporannya nggak benar ya kita buang ketempat sampah. Kita nilai nantinya apakah laporan tersebut itu benar atau tidak," sambungnya.

Seperti diketahui Yusuf mengadukan elite PKS atas beberapa dugaan pelanggaran. Lutfhi enggan mengomentari laporan ini, sementara Wakil Sekjen PKS Mahfudz Siddiq menilai laporan Yusuf adalah ekspresi kekecewaan belaka.

"Dia (Yusuf Supendi) sudah setahun lalu dipecat dari keanggotaan PKS karena sejumlah pelanggaran dan kode etik yang dilakukannya," kata Mahfudz saat dihubungi.

Sementara hingga kini Ustadz Hilmi Aminuddin belum menjawab pertanyaan wartawan seputar aduan Yusuf. Sambungan telepon tidak dijawab, pesan singkat yang dikirim pun hingga kini tidak dibalas.
(hri)

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Komen