Jumaat, 18 Mac 2011

Republika Online

Republika Online


Polisi Perketat Pengamanan Keluarga Presiden di Pacitan

Posted: 19 Mar 2011 06:17 AM PDT

REPUBLIKA.CO.ID, PACITAN -  Pihak kepolisian dibantu jajaran terkait saat ini terus meningkatkan pengamanan terhadap keluarga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kabupaten Pacitan.

Informasi yang diperoleh dari sumber internal kepolisian, Sabtu, menyebutkan bahwa pengamanan lebih dilakukan dengan cara tertutup, mulai dari pengawasan langsung di sekitar area kompleks rumah keluarga presiden di Kelurahan Ploso, Kecamatan Pacitan hingga kerja sama dengan pihak PT Pos Indonesia.

"Pengawasan ditujukan untuk mengantisipasi adanya paket berisi bom yang dikirim melalui kurir langsung ataupun menggunakan jasa pos/ekspedisi," kata sumber kepolisian yang tidak mau disebut namanya.

Sementara itu, Kapolres Pacitan, AKBP Gatot Haribowo tidak secara lugas menanggapi informasi yang menyebut adanya peningkatan kualitas maupun kuantitas pengamanan "tertutup" terhadap keluarga Presiden SBY di wilayah tugasnya saat ini.
Hanya, secara implisit ia mengakui telah memerintahkan para anggotanya untuk proaktif dan siaga mencermati perkembangan keamanan di wilayah-wilayah masing-masing.

"Kami sudah sampaikan pada seluruh anggota agar pasang mata dan telinga bila mengetahui ada kegiatan-kegiatan yang mencurigakan di tengah masyarakat," kata Gatot.

Namun, mendeteksi setiap gerakan teror bukanlah pekerjaan mudah. Karena itu wajar jika saat ini aparat keamanan meningkatkan kewaspadaan. Apalagi, ancaman teror melalui paket "bom buku" mulai marak. "Tanpa peran aktif masyarakat dalam melawan teror, usaha (keamanan) yang digalang polisi tidak akan bisa maksimal," ujarnya.

Karena itu Kapolres mengimbau kepada masyarakat untuk juga ikut berpartisipasi mencegah meluasnya aksi teror, di antaranya ialah dengan melaporkan segera jika menemukan/mengetahui ada benda-benda yang mencurigakan.

Sebab, bukan tidak mungkin modus pelaku teror akan berkembang di daerah, termasuk di Pacitan.
Lebih lanjut Kapolres mengungkapkan dalam waktu dekat ini jajarannya juga akan mengintensifkan koordinasi dengan perusahaan jasa pengiriman barang.
Salah satunya adalah bekerja sama dengan PT Pos Indonesia untuk memantau setiap pengiriman paket pos yang dicurigai berisi bom buku ataupun bentuk teror-teror lainnya.

"Pengawasan terhadap lalu lintas kiriman paket barang dari maupun keluar Pacitan sudah kami tingkatkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," kata Kepala PT Pos Indonesia di Pacitan, Totok Sumanto.

Peningkatan pengawasan itu sesuai dengan surat edaran dari Kepala Kantor Divisi Regional VII Jawa Timur PT Pos Indonesia (Persero), Junaidi. Dalam edaran bernomor 441/MAIL/0311 itu ada enam butir instruksi, di antaranya, setiap pegawai harus lebih teliti dan jeli dalam mengawasi isi paket dan pengirim juga wajib mengisi formulir jenis barang. Tidak itu saja, jika dalam paket tersebut ditemukan benda-benda yang mencurigakan, harus segera berkoordinasi dengan pihak keamanan.

Totok menjelaskan, pengawasan dan perhatian ekstra diberikan atas paket-paket dari luar kota. Utamanya yang ditujukan kepada keluarga Presiden SBY di Kelurahan Ploso, Kecamatan Kota Pacitan.

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Fadel Muhammad: Kapal Asing Sitaan Dihibahkan pada Nelayan

Posted: 19 Mar 2011 05:59 AM PDT

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN - Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad menyatakan akan mengupayakan puluhan unit kapal penangkap ikan berbendera asing sitaan negara yang selama ini berada di sekitar Pelabuhan Belawan Medan agar dihibahkan kepada nelayan setempat.

"Namun, sebelum kapal-kapal ikan asing itu dihibahkan, kami akan berkoordinasi dengan instansi pemerintah terkait, di antaranya Polri dan Kejaksaan Agung," katanya, pada acara dialog dengan kelompok nelayan di dermaga PT Alpha Gabion Belawan Medan, Sabtu.

Kementerian Kelautan dan Perikanan, menurut dia, telah mengusulkan kepada DPR-RI dan beberapa lembaga penegak hukum agar kapal ikan asing yang disita negara karena masuk ke perairan Indonesia tanpa izin tidak dilelang, tetapi diserahkan kepada koperasi atau kelompok usaha nelayan.

"Kalau dulu kapal asing yang disita akan dilelang, sehingga pemiliknya bisa membeli kembali kapalnya dengan harga yang murah. Sekarang, saya tidak ingin praktik itu dipakai lagi. Saya ingin kapal itu diserahkan kepada nelayan Indonesia," kata Fadel.

Terkait dengan rencana hibah kapal ikan asing sitaan kepada nelayan Belawan, lanjut dia, pihak KKP akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Medan guna selanjutnya dihibahkan kepada koperasi atau kelompok usaha nelayan yang dinilai layak mengelola kapal tersebut.

Rencana hibah kapal-kapal ikan asing kepada nelayan di kawasan pesisir utara Kota Medan tersebut diharapkan bisa terealisasi sebelum akhir tahun 2011.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Medan, Zulfahri Siagian mengatakan, pihaknya menyambut positif komitmen Menteri Kelautan dan Perikanan untuk menghibahkan puluhan unit kapal ikan asing sitaan negara yang hingga kini masih dijadikan barang bukti oleh institusi penegak hukum.

"Kami berterima kasih atas tekad dan komitmen Pak Fadel untuk memperjuangkan agar kapal-kapal nelayan asing yang disita negara di Belawan sekarang ini dihibahkan untuk nelayan," ujarnya.
Koperasi HNSI Medan, kata Zulfahri, siap mengelola kapal-kapal ikan asing sitaan itu untuk meningkatkan hasil tangkapan para nelayan tradisional di pesisir Belawan dan sekitarnya.

Selama ini, katanya, para nelayan tradisional di pesisir Belawan sulit meningkatkan volume hasil tangkapan ikan karena kapal pukat yang mereka operasikan hanya mengandalkan mesin berkapasitas di bawah 10 Gross Ton (GT).

Sedangkan, kapal ikan asing yang disita negara itu memiliki kapasitas mesin di atas 30 GT dan dilengkapi perangkat teknologi penangkap ikan yang relatif modern.

Disebutkannya, jumlah kapal ikan asing sitaan di Belawan hingga saat ini diperkirakan mencapai 30 unit dan sekitar 10 unit di antaranya sudah dalam kondisi rusak parah dan tidak layak pakai.
Kapal motor ikan yang dirampas negara tersebut di antaranya berbendera Malaysia, Thailand, Vietnam dan India.

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Komen