Isnin, 14 Mac 2011

KOMPAS.com - Internasional

KOMPAS.com - Internasional


Obama Batal Telepon SBY karena WikiLeaks

Posted: 15 Mar 2011 03:48 AM PDT

JAKARTA, KOMPAS.com - Satu rencana pembicaraan via telepon antara Presiden AS, Barack Obama, dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), cepat-cepat dibatalkan setelah kawat-kawat diplomatik AS yang melaporkan kepada Washington bahwa SBY dan keluarganya terlibat korupsi terkuak di media.

Harian Australia, The Sydney Morning Herald, Selasa (15/3/2011) melaporkan, rencana pembicaraan telepon tersebut telah diatur sebelum harian yang sama dan koran Australia lainnya, yaitu The Age, menerbitkan tuduhan-tuduhan dalam kawat-kawat diplomatik AS, Jumat lalu, yang diperoleh dari WikiLeaks. Tuduhan-tudahan dalam kawat itu telah dibantah oleh SBY dan sejumlah orang yang dikutip kawat-kawat itu sebagai sumber.

Obama seharusnya menelepon SBY pada hari Jumat tetapi "ketika kasus WikiLeaks tersebut mencuat, pembicaraan itu pun tidak terjadi" kata sumber terpecaya harian tersebut. Masih menurut sumber itu, tujuan awal pembicaraan telepon itu adalah untuk membahas KTT Asia Timur yang akan datang, yang akan diselenggarakan di Indonesia.

Pihak AS membatalkan rencana telepon setelah berdiskusi dengan para pejabat dari istana Presiden. Sydney Morning Herald mengutip Juru Bicara Presiden,  Teuku Faizasyah, yang memastikan tidak adanya telepon itu, tetapi Teuku mengecilkan maknanya dengan mengatakan "penjadwalan untuk telepon-telepon semacam itu selalu cair".

Meskipun demikian, hubungan AS-Indonesia telah tegang menyusul terbitnya kawat-kawat dan laporan-laporan bahwa SBY telah memerintahkan untuk menghentikan upaya penyelidikan korupsi terhadap, Taufik Kiemas -suami mantan Presdien Megawati Soekarnoputri -,  menggunakan badan intelijen untuk memata-matai saingan dan menerima dana dari pengusaha Tomy Winata yang kontroversial melalui seorang perantara.

Tak hanya itu, kawat-kawat tersebut juga mengatakan, Kristiani Herawati, istri SBY, menggunakan perannya "demi keuntungan pribadi dengan bertindak sebagai broker atau fasilitator untuk usaha bisnis'.

Pemerintah telah menyatakan bahwa tuduhan-tudahan dalam kawat-kawat itu sama sekali tak berdasar.

Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Hahaha, Ular Kalah Beracun dari Payudara

Posted: 15 Mar 2011 02:50 AM PDT

Hahaha, Ular Kalah Beracun dari Payudara

Penulis: Jimmy Hitipeuw | Editor: Jimmy Hitipeuw

Selasa, 15 Maret 2011 | 09:50 WIB

KOMPAS.com — Seharusnya sesi pengambilan foto ini menjadi momen penuh adegan syur antara seorang model seksi dan seekor ular. Namun, di luar dugaan Orit Fox, ular boa yang melilit tubuhnya berubah menjadi buas dengan menggigit payudaranya setelah model Israel ini mencoba berpose lebih intim dengan reptil merayap itu.

Uniknya, justru makhluk buas yang terkenal ganas dengan bisanya itu yang mengalami nasib lebih naas. Sang model yang belum menanjak namanya itu hanya mendapatkan perawatan berupa suntikan tetanus di rumah sakit. Sementara sang ular tewas akibat keracunan silikon yang berasal dari payudara Fox.

Peristiwa ini bermula saat Fox yang berbalut busana berwarna strip merah dan putih mencoba berpose liar dengan menjilati wajah ular. Saat menjalankan manuvernya, model ini mengendurkan genggaman tangannya terhadap leher ular yang bereaksi buas setelah dijilati.

Rupanya ular ini tak ingin kalah liar dari sang model. Reptil ini menenggelamkan kepalanya ke arah payudara Fox dan menancapkan gigitan di payudara bagian kiri.

Fox menjerit kesakitan dan seorang kru sesi pengambilan foto bergegas menghampirinya untuk menarik ular yang tak lama kemudian melepaskan cengkeramannya.

Model yang mencat rambutnya dengan warna pirang ini segera dilarikan ke rumah sakit terdekat dan mendapatkan suntikan tetanus. Namun, si ular tampaknya kurang beruntung karena harus meregang nyawa akibat keracunan silikon.

Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by

Kirim Komentar Anda

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Komen