Sabtu, 12 Mac 2011

KOMPAS.com - Internasional

KOMPAS.com - Internasional


Reaktor Kedua PLTN Fukushima Mungkin Hancur

Posted: 13 Mar 2011 03:57 AM PDT

Tsunami Jepang

Reaktor Kedua PLTN Fukushima Mungkin Hancur

Penulis: Hindra Liu | Editor: Heru Margianto

Minggu, 13 Maret 2011 | 10:57 WIB

IWAKI, KOMPAS.com — Juru Bicara Pemerintah Jepang Yukio Edano, Minggu (13/3/2011), menyatakan, reaktor kedua di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daiichi yang dioperasikan Tokyo Electric Power Co (Tepco) diduga dapat mengalami kehancuran parsial setelah diguncang gempa berkekuatan 8,9 skala Richter pada Jumat lalu.

Pemerintah Jepang telah mempersiapkan langkah antisipasi dini terhadap ancaman radiasi yang ditimbulkan. "Kehancuran parsial sangat mungkin terjadi. Kami memang tidak dapat secara langsung memeriksa bagian dalam reaktor, namun kami telah mengambil langkah-langkah dengan asumsi reaktor tersebut mengalami kehancuran parsial," kata Edano kepada wartawan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi potensi tingkat radiasi yang ditimbulkan akibat kemungkinan terjadinya kerusakan parsial tersebut. Belum ada informasi pula terkait adanya peningkatan pengosongan wilayah di sekitar PLTN.

Hingga saat ini, 170.000 orang pada wilayah dalam radius 20 kilometer telah dievakuasi. Pakar nuklir Rusia, Yaroslov Shtrombakh, mengatakan, kebocoran reaktor nuklir itu dipastikan tidak akan separah yang pernah terjadi di Chernobyl, Rusia, pada tahun 1986. 

Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by

Kirim Komentar Anda

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Pulau Honshu Bergeser 2,4 Meter

Posted: 13 Mar 2011 03:39 AM PDT

Gempa Jepang

Pulau Honshu Bergeser 2,4 Meter

Penulis: Hindra Liu | Editor: A. Wisnubrata

Minggu, 13 Maret 2011 | 10:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Gempa berkekuatan 8,9 skala Richter yang mengguncang Jepang telah menggeser Pulau Honshu sejauh delapan kaki atau sekitar 2,4 meter dari posisinya semula. Demikian disampaikan US Geological Survey (USGS), Sabtu (12/3/2011).

"Itu adalah angka yang masuk akal," ujar ahli seismologi dari USGS, Paul Earle. Dikatakan Earle, pergeseran juga seharusnya terjadi di pulau-pulau di Indonesia dan Cile yang terkena imbas tsunami Jepang.

Lazimnya, lempengan Pasifik bergeser sekitar 83 milimeter setiap tahunnya. Namun, gempa besar dapat menggeser lempengan Pasifik secara drastis, yang disusul dengan konsekuensi katastropik.

Gempa bumi yang diikuti tsunami telah memorak-porandakan kota-kota yang berada di wilayah timur laut Jepang. Perdana Menteri Naoto Kan mengatakan, gempa kali ini merupakan bencana nasional yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Gempa juga menyebabkan kebocoran pada bangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi yang dioperasikan Tokyo Electric Power Co atau Tepco, Sabtu. Hingga kini, warga yang berada pada radius 20 kilometer telah diungsikan.

Sent Using Telkomsel Mobile Internet Service powered by

Kirim Komentar Anda

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Komen