Jumaat, 25 Mac 2011

ANTARA - Peristiwa

ANTARA - Peristiwa


Tanggulangi Gempa, TNI Tunggu Konfirmasi Haiti

Posted: 25 Mar 2011 06:47 AM PDT

Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono. (ANTARA)

"Ini menunjukkan kepercayaan internasional terhadap kemampuan dan reputasi TNI."

Berita Terkait

Video

Jakarta (ANTARA News) - Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Laksamana TNI Agus Suhartono, mengatakan, pihaknya masih menunggu konfirmasi kebutuhan penanggulangan bencana gempa di Haiti, sebelum memberangkatkan pasukannya ke negara itu.

Usai Dialog Pertahanan Internasional di Jakarta, Jumat, ia mengatakan, pihaknya telah menyiapkan kompi zeni untuk membantu rekonstruksi pascagempa Haiti, Januari lalu.

"Kita masih menyesuaikan kebutuhan mereka dan kemampuan TNI," kata mantan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) tersebut..

Haiti dilanda gempa 7 skala Richter pada 12 Januari 2010 lalu. Pemerintah Haiti menyatakan, bencana itu menyebabkan sekira 316.000 orang tewas, 300.000 orang terluka, dan sekitar sejuta orang kehilangan tempat tinggal.

"Kita tunggu, konfirmasi. Setelah itu baru bisa ditentukkan jumlah personel, dan berapa lama akan ditugaskan," ujarnya.

Ia mengatakan, kini Indonesia berada di peringkat ke-17 negara penyumbang personel terbanyak bagi misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Jumlah personil yang telah dikirim Indonesia mencapai 1.618 orang. "Ini menunjukkan kepercayaan internasional terhadap kemampuan dan reputasi TNI," ucapnya.

Dengan prinsip saling menghormati dan saling percaya, Indonesia terlibat aktif dalam sejumlah misi perdamaian PBB, antara lain di Kongo, Liberia, Sudan, Nepal, dan Libanon.

Partisipasi TNI dalam misi PBB, kata Agus, adalah perwujudan pembukaan Undang-undang Dasar 1945, yang menyebutkan bangsa Indonesia melaksanakan ketertiban dunia, berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
(T.R018/B013)

Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Gerindra Tetap Tidak Setuju Pembangunan Gedung DPR

Posted: 25 Mar 2011 06:41 AM PDT

Prabowo Subianto. (ANTARA News)

"Kalau kebutuhan belum sangat mendesak, kenapa harus memaksakan membangun gedung baru."

Berita Terkait

Video

Jakarta (ANTARA News) - Partai Gerindra tetap tidak menyetujui pembangunan gedung baru DPR RI, meskipun Sekretariat Jenderal DPR RI sudah mulai melakukan proses lelang tender.

"Sikap Partai Gerindra sudah jelas. Kami imbau pembangunan gedung baru DPR RI tidak usah diteruskan, karena gedung lama masih baik," kata Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, usai melantik Pengurus Badan Khusus Wanita Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), di Jakarta, Jumat.

Prabowo menjelaskan, ada gagasan dari pemerintah untuk memindahkan ibukota negara dari Jakarta ke Kalimantan Tengah.

Jika gagasan itu direalisasikan, menurut dia, maka pembangunan gedung baru DPR RI dengan pagu anggaran Rp1,138 triliun akan menjadi mubazir.

"Apalagi, sebagian rakyat Indonesia saat ini masih hidup miskin," katanya.

Prabowo mengusulkan, anggaran Rp1,138 triliun tersebut lebih baik dialokasikan untuk membantu masyarakat miskin agar hidupnya lebih layak.

Ketua Umum HKTI tersebut mencontohkan, jika anggaran Rp1,138 triliun dialokasikan untuk pengadaan sawah baru, maka dana tersebut bisa diwujudkan menjadi sawah seluas sekitar 20.000 hektar.

"Sawah itu bisa mata pencarian rakyat yang berprofesi sebagai petani dan bisa memberikan makan banyak rakyat," katanya.

Prabowo menyatakan, akan menginstruksikan kepada anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra untuk mengingatkan anggota DPR RI dari fraksi lainnya agar tidak melanjutkan pelaksanaan pembangunan gedung baru.

Pelaksanaan pembangunan gedung baru, kata dia, harus melihat pada skala prioritas pembangunan, apakah keburuhannya sudah sangat mendesak.

"Kalau kebutuhan belum sangat mendesak, kenapa harus memaksakan membangun gedung baru," katanya.

DPR RI saat ini sedang mempersiapkan pembangunan gedung baru 36 lantai dengan nilai proyek Rp1,138 trilun.

Sekjen DPR RI, Nining Indra Saleh, mengatakan bahwa peletakan batu pertama pembangunan gedung baru DPR sekitar Juni 2011.

Menurut dia, saat ini panitia lelang tender sedang akan melakukan evaluasi terhadap para peserta tender yakni sebanyak 11 perusahaan kontraktor.

Evaluasi dilakukan pada 28 Maret hingga 1 April 2011, kemudian pengumuman pemenang tender akan diumumkan pada 6 Maret 2011.
(T.R024/B013)

Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Komen