Isnin, 14 Mac 2011

ANTARA - Peristiwa

ANTARA - Peristiwa


KBRI Tokyo Evakuasi Sepuluh WNI dari Sendai

Posted: 14 Mar 2011 07:07 AM PDT

Jakarta (ANTARA News) - Tim relief Kedutaan Besar RI Tokyo, Senin, mengevakuasi sepuluh WNI terdiri atas tujuh tenaga kerja Indonesia perawat dan tiga pelajar dari Sendai, ibu kota provinsi Miyagi yang terkena dampak gempa dan tsunami pada Jumat (11/3).

Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat menyebutkan, berdasarkan informasi dari KBRI Tokyo, ke tujuh TKI perawat yang dievakuasi dari Sendai ke Tokyo adalah Mugiyati, Desi Subarkah, Jajang Rahmat, Emey Wahyudi, Siti Nur Lailiyah, Wihel Mariadewi, dan Wisita Permanasari.

Mugiyati (pengasuh jompo, tahun penempatan 2010) berasal dari Tukinggedong RT 03/11 Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen, Jateng; Desi Subarkah (pengasuh jompo, 2010) beralamat di Dusun Klepusari RT 03/08, Tambaksari, Kedungreja, Kabupaten Cilacap, Jateng; Jajang Rahmat (pengasuh jompo, 2010) beralamat di Kampung Pasir Batu RT 02/02 Dusun Sukahaji, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, Jabar.

Lalu Emey Wahyudi (pengasuh jompo, 2009) beralamat di Taman Tytyan Indah Blok B2 Nomor 12B, Bekasi, Jabar; Siti Nur Lailiyah (pengasuh jompo, 2009) beralamat di Jalan Mbah Citro RT 02/03 Wadungasih Buduran, Kabuapten Sidoarjo, Jatim.

Kemudian Wihel Mariadewi (pengasuh jompo, 2009) beralamat di Jalan Jambak Kototinggi Kecamatan Baso, Kota Bukittinggi, Sumbar; dan Wisita Permanasari (perawat, 2010) berlamat di Dukuh Nogo RT 04/02 Desa Karangwaluh, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, Jatim.

Sedangkan ketiga pelajar yang turut dievakuasi ke Tokyo adalah Robert Dwiputra, Tahta Erlangga, dan Achmad Faisal Dwiputro. "Mereka diperkirakan tiba di Tokyo pada tengah malam ini," kata Jumhur.
(B009/Z002)

Editor: Aditia Maruli
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Jimly: Pendidikan Hukum Butuh Revolusi

Posted: 14 Mar 2011 06:22 AM PDT

Jimly Asshiddiqie (ANTARA)

Berita Terkait

Banda Aceh (ANTARA News) - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie mengemukankan bahwa pendidikan hukum di Indonesia membutuhkan revolusi, dari orientasi pengetahuan tentang peraturan menjadi pembelajaran ide-ide dan konsep hukum.

"Revolusi terhadap pendidikan hukum merupakan sebuah upaya melahirkan para pakar dan praktisi hukum yang mampu melahirkan produk-produk hukum yang lebih baik di masa mendatang," katanya di Banda Aceh, Senin.

Pernyataan tersebut disampaikan disela menjadi pembicara utama pada rapat Badan Kerja sama Fakultas Hukum Perguruan Tinggi Negeri Seluruh Indonesia. Rapat yang dibuka Rektor Universitas Syiah Kuala (Unysiah) Banda Aceh, Darni M Daud, itu dihadiri seluruh dekan dari Fakultas hukum di Tanah Air.

Menurut dia, pendidikan hukum yang tidak berorientasi pada pembelajaran hukum praktik dan proses tidak akan menghasilkan generasi-generasi yang handal terhadap perkembangan zaman.

"Jika pembelajarannya hanya menggunakan berbagai judul-judul materi seperti yang dilakukan saat ini diyakini tidak akan mengubah produk-produk hukum yang menjamin berbagai kebutuhan legislasi jangka panjang," katanya.

Karena itu, perubahan besar-besaran terhadap pendidikan hukum yang berorientasi praktik dan merespon perkembangan zaman menjadi salah satu solusi untuk memperbaiki tatanan hukum di Tanah Air.

"Sebagai seorang ahli hukum harus dapat menyelesaikan persoalan hukum yang ada, sehingga produk hukum yang dihasilkan melalui pendekatan struktural dan komitmet politik," katanya menambahkan.

Ia berharap pertemuan para dekan Fakultas Hukum tersebut dapat melahirkan konsep-konsep baru, tidak hanya membahas soal kurikulum pendidikan hukum tetapi proses pendidikan yang lebih baik.

Dia juga menyarankan, seluruh perguruan tinggi dapat menerapkan pendidikan yang respon terhadap berbagai persoalan sehingga berbagai rancangan hukum tidak tertinggal dengan peristiwa.

(KR-IFL*BDA1/S026)

Editor: Suryanto
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Komen