Jumaat, 25 Mac 2011

ANTARA - Mancanegara

ANTARA - Mancanegara


AS Akui Outtara Sebagai Pemimpin Pantai Gading

Posted: 25 Mar 2011 09:04 PM PDT

Presiden AS Barack Obama (FOTO.ANTARA/REUTERS / Larry Downing)

Berita Terkait

Video

Washington (ANTARA News) - Amerika Serikat mengakui Presiden Alassane Outtara sebagai pemimpin sah negara Afrika barat Pantai Gading, kata Presiden Barack Obama Jumat malam.

"Pemilu tahun lalu adalah bebas dan adil," kata Obama dalam satu pesan video kepada para pemimpin dan rakyat Pantai Gading, sebagaimana dikutip dari AFP.

"Dan Presiden Alassane Outtara adalah pemimpin bangsa yang terpilih secara demokratis."

Sementara itu dari Abidjan diberitakan, aksi kekerasan menewaskan 52 orang di Pantai Gading pekan lalu, menambah korban tewas tahun ini menjadi 462, kata misi PBB, Kamis, sementara orang kuat Laurent Gbagbo tetap mempertahankan kekuasaannya.

Tembakan roket dan senjata api lain menghantam daerah pinggiran Abidjan di Abobo, pangkalan Presiden Alassane Ouattara yang diakui internasional, kata para saksi mata.

Operasi PBB di Pantai Gading (UNOCI) mengatakan di wilayah barat negara itu juga dilanda kerusuhan, dengan para petempur milisi menjarah satu gudang milik badan pengungsi PBB.

Pekan lalu "penembakan dan aksi kekerasan secara membabi buta terhadap warga sipil menewaskan setidaknya 52 orang termasuk lima anak-anak dan tujuh wanita, serta belasan orang cedera," kata wakil direktur misi PBB.

"Jumlah seluruh orang yang tewas menjadi 462 sejak pertengahan Desember 2010," kata Guillaume Ngefa kepada wartawan.

Di Abobo, di mana banyak terjadi aksi kekerasan baru-baru ini menjadi pusat bentrokan senjata, dan seorang penduduk kepada AFP mengatakan ia mendengar suara tembakan senjata berat, roket-roket dan senjata api lainnya dekat lokasi itu.

Ia hanya melihat para anggota Pasukan Pertahanan dan Keamanan (FDS) yang pro Gdagbo, tambahnya.

Pasukan pro Ouattara dalam pekan-pekan belakangan ini terlibat bentrokan senjata dengan pasukan yang setia pada Gbagbo ketika mereka berusaha memasuki pangkalan milisi Ouattara di Abobo.

PBB, Kamis memperingatkan pasukan Gbagbo dan milisi lokal yang mendukung Ouattara bahwa "serangan dengan sengaja dan tanpa pandang bulu atau serangan sistematis terhadap penduduk sipil dapat merupakan kejahatan terhadap kemanusian."

Ngefa mengatakan penduduk ibu kota bisnis Abidjan "terus mengungsi meninggalkan tempat-tempat tinggal mereka akibat aksi kekerasan itu dan tidak adanya akses pangan dan obat-obatan."
(*)

Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Koalisi Serang Zliten dan Al-watiya

Posted: 25 Mar 2011 07:33 PM PDT

Jet tempur Rafale Perancis bersiap menjalankan operasi militer melawan Libya, Rabu (23/3). (FOTO ANTARA/REUTERS/Jean-Paul Pelissier)

Dari 20 hingga 23 Maret, serangan koalisi menewaskan 114 orang dan melukai 445 orang

Berita Terkait

Tripoli (ANTARA News) - Pesawat-pesawat tempur pasukan koalisi melakukan serangan-serangan pada Jumat malam di kota Zliten, 160 kilometer (100 mil) di timur Tripoli dan di wilayah barat Al-Watiya, menurut laporan televisi negara.

"Tempat-tempat warga sipil dan militer dijadikan target serangan malam ini dalam pemboman yang dilakukan agresor kolonialis," kata seorang kapten dalam laporan itu, tanpa menyebut secara rinci tempat-tempat yang dihantam, sebagaimana dikutip dari AFP.

Kota pantai Zliten yang terletak di sekitar 50 kilometer barat kota yang dikuasai oposisi Misrata.

Wilayah Al-Watiya, barat daya ibu kota Tripoli, yang memiliki satu markas militer juga dijadikan sasaran oleh tembakan-tembakan rudal jarak jauh dari koalisi, kata televisi Al-Jamahiriya menambahkan.

Sementara itu, seorang pejabat kementerian kesehatan pada Jumat mengatakan, sedikitnya 114 orang telah tewas dan 445 orang terluka dalam empat hari serangan koalisi di Libya.

"Dari 20 hingga 23 Maret, serangan koalisi menewaskan 114 orang dan melukai 445 orang yang lain," pejabat itu, Khaled Omar, mengatakan pada konferensi pers di ibu kota Libya, Tripoli.

Tapi ia tidak dapat mengatakan berapa banyak korban sipil dan berapa banyak korban dari pasukan bersenjata.

Omar menjelaskan 104 orang itu tewas di Tripoli dan pinggiran kota antara Ahad dan Rabu, sementara 10 orang tewas di Sirte, kota kediaman pemimpjn Libya Muamar Gaddafi, sekitar 600 kilometer di selatan ibu kota.

Seorang juru bicara pemerintah, yang memberikan korban sementara, mengatakan Kamis bahwa hampir 100 warga sipil tewas dalam serangan koalisi yang dilancarkan Sabtu terhadap pasukan Gaddafi.
(*)

Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan