Selasa, 15 Mac 2011

ANTARA - Hiburan

ANTARA - Hiburan


48,2 Persen Orang Dewasa Indonesia Malas Bergerak

Posted: 15 Mar 2011 05:19 AM PDT

Ambon (ANTARA News) - Gaya hidup tidak aktif atau malas bergerak, saat ini dilakukan oleh 48,2 persen orang dewasa di Indonesia, sementara di seluruh dunia angkanya mencapai 60-85 persen.

Mereka umumnya lebih suka menghabiskan waktu untuk duduk-duduk atau lebih banyak berbaring, demikian siaran pers Fitness First Indonesia yang diterima ANTARA di Ambon, Senin.

Dalam siaran pers itu disebutkan bahwa ketidakaktifan fisik tidak bisa dianggap remeh karena merupakan penyebab utama ke-4 kematian di dunia, berkaitan erat dengan 3,2 juta kematian tiap tahun dan angka kematian dini 700.000 orang sebelum berusia 60 tahun di seluruh dunia, serta 90 persen kasus orang mengalami cacat sebelum usia 60 tahun di negara-negara berkembang.

Berangkat dari permasalahan tersebut, jaringan klub kebugaran terbesar di dunia, Fitness First, meluncurkan gerakan International Fitness Week 2011, yang akan berlangsung mulai Senin, 14 Maret hingga Minggu, 20 Maret 2011.

"Sudah banyak yang menyoroti bahaya obesitas, padahal ketidakaktifan fisik atau `sitting disease` ternyata lebih mematikan dan telah menjadi gaya hidup bagi sebagian besar penduduk dunia," kata Rowan Searle, Country Manager Fitness First Indonesia.

Sehubungan itu, lanjutnya, gerakan International Fitness Week didedikasikan untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya beraktivitas fisik dan mendorong masyarakat membuat perubahan-perubahan kecil menuju gaya hidup yang lebih aktif dan sehat.

Dengan tema "Ayo Gerak" dan mengandeng selebriti dunia Mel B (Melanie Brown, mantan personel Spice Girl) sebagai Duta, selama seminggu penuh seluruh klub Fitness First di Indonesia dan 11 negara lain membuka kesempatan kepada masyarakat luas. baik member maupun nonmember, untuk masuk ke klub dan melakukan berbagai aktivitas kebugaran secara individu maupun berkelompok termasuk evaluasi kesehatan dan kebugaran tanpa dipungut biaya.

Mel B menyatakan dirinya sebagai Duta International Fitness Week ingin menginspirasi semua orang untuk menemukan jenis latihan dan gerak fisik yang sesuai serta menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari gaya hidup.

"Saya juga ingin memotivasi masyarakat dunia agar berfikir bahwa untuk menjadi bugar bukanlah suatu perkara yang rumit. Saya bersama tim Fitness First akan membantu Anda," kata ibu dua anak yang memiliki bentuk tubuh mengesankan ini.

Mereka yang ingin mengikuti gerakan International Fitness Week dapat menghubungi klub Fitness First terdekat atau mengakses situs www.internationalfitnessweek.com, untuk mendapatkan akses gratis selama tujuh hari ke klub kebugaran tersebut.

"Sepanjang kegiatan International Fitness Week, anda bisa mendapatkan cek kesehatan, penilaian kebugaran (Fitness Explorer Assessment), Sesi Fitness Fix dan GX (kelas berkelompok) yang memiliki tema berbeda tiap hari, yakni Senin: Sports & Cardio, Selasa: Health & Flexibility, Rabu: Shape & Endurance/Stamina, Kamis: Strength, Jumat: Core & Dance, Sabtu: Balance & Cycling, Minggu: Interval & Cross Training,? kata Mel B.

Fitness First Indonesia juga menyelenggarakan GYM Challenge (tantangan nge-gym) selama International Fitness Week, d imana member dan nonmember dapat bergabung di kegiatan Operational Shape Up, GX (kelas berkelompok), Fitness Fix dan sesi Personal Training untuk mengumpulkan poin dan mendapat hadiah-hadiah menarik bagi pengumpul poin terbanyak.

"Jika kamu mengikuti semua aktivitas dalam seminggu itu, kamu bisa membakar lebih dari 3.000 kalori," kata Mel B.

(T.J007/P004)

Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Depresi di Tempat Kerja

Posted: 15 Mar 2011 03:31 AM PDT

Ilustrasi Depresi (ANTARA/SYAIFUL ARIF)

Berita Terkait

New York (ANTARA News) - Momok depresi kini menghantui para pekerja di kantor atau di pabrik. Depresi kini menjadi salah satu penyakit termahal di Amerika Serikat, karena menyedot biaya pengobatan mencapai 43 juta dolar AS setiap tahun.

Ketika seseorang mengalami depresi di tempat kerja, produktivitas melorot dan tingkat kehadiran di kantor menurun. Depresi kini menerpa 11 persen dari seluruh populasi Amerika Serikat, sebagaimana dikutip dari laman A Healthy Me.

Depresi masuk kategori penyakit mental. Depresi membuat seseorang tampak sedih mendalam dan kurang bersemangat ketika menjalankan aktivitas keseharian baik di kantor maupun di rumah.

Depresi tidak sama dengan gundah gulana, juga bukan kelemahan pribadi, karena itu dapat disembuhkan. Depresi dapat berlangsung selama berminggu-minggu, berbulan-bulan bahkan tahunan. Orang yang mengalami depresi dapat sembuh tanpa menjalani pengobatan.

Apa penyebab depresi? Stres yang menahun, rendah diri yang berlebihan, ketidakseimbangan hormon, putus asa dan tidak berdaya, terlalu berpola pikir negatif, penyakit jantung.

Berikut sejumlah fakta depresi di tempat kerja. Depresi menjadi salah satu dari tiga masalah yang kerap dialami para profesional, selain masalah keluarga dan stres. Kelompok perempuan pekerja relatif peka terpapar depresi.

Menurut studi Dr John Bostwick dari Mayo Clinic, dari 100 studi yang berhubungan dengan kasus bunuh diri dalam 30 tahun terakhir ini, depresi dituding sebagai salah satu penyebabnya.

Pasien depresi kerapkali enggan mencari pengobatan karena tidak ingin rahasia pribadinya diketahui orang lain. Banyak pekerja tidak menyadari bahwa mereka tengah mengidap depresi.

Gejala depresi sangat bervariasi dari orang ke orang. Di tempat kerja, gejala-gejala depresi antara lain penurunan produktivitas, lemahnya semangat bekerja, kurangnya kerjasama tim, tingkat kecelakaan kerja yang tinggi, banyak karyawan yang mangkir, lemahnya konsentrasi bekerja, nyeri kepala dan penyalahgunaan narkoba bahkan kekerasan seksual.

Bagaimana tips menghadapi depresi? Pelajari ciri-ciri depresi dan cara penanganannya. Kenali sedini mungkin pekerja yang menunjukkan kemerosotan kinerja.

Kalau saja Anda terlibat dalam penanganan depresi kinerja karyawan, pastikan kerahasiaan pribadi karyawan bersangkutan, utamanya semua percakapan.

Amati secara seksama bahwa karyawan yang sedang mengalami depresi memerlukan jadwal kerja yang lugas selama menjalani pengobatan. Cari tahu kebijakan perusahaan Anda dengan menghubungi dokter spesialis sumber daya manusia.

Ingat bahwa depresi parah dapat mengancam nyawa karyawan, karena ia terus terdorong untuk melakukan bunuh diri. Dalam situasi itu, Anda dapat segera mencari seorang konselor sumber daya manusia.

Ingat juga bahwa depresi juga mengancam anggota keluarga, dari pasangan hidup bahkan anak-anak yang dapat menjadi korban pembunuhan dari mereka yang tengah mengalami depresi di tempat kerja.

Wah...depresi di tempat kerja? Jangan ah!
(*)  

Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © 2011

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Full Feed Generated by Get Full RSS, sponsored by USA Best Price.

Tiada ulasan:

Catat Komen